PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
JONAS DAN GIANDRA BERTEMU


__ADS_3

Pak Surjono menatap erat wajah Giandra, ingin sekali pak Surjono menanyakan hal yang lebih banyak, namun Giandra langsung mengajak pak Surjono ke dalam kamarnya seakan - akan tidak memberikan ruang lebih lagi untuk pak Surjono bertanya.


"Maafkan aku pak Surjono yang malam ini sengaja untuk tidak memberikan ruang kepada bapak untuk bertanya lebih dalam lagi tentang putri bapak, esok hari aku akan menjelaskan semuanya."


Giandra mengatakan hal tersebut di luar kamar pak Surjono dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat


Pagi harinya Giandra sengaja untuk menemui pak Surjono dan menceritakan semuanya.


"Maafkan Giandra pak, Giandra belum bisa menjadi suami yang baik untuk Amanda."


Di akhir cerita Giandra hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada pak Surjono, Ayah kandung Amanda yang kini berada di hadapan Giandra.


"Bapak menghargai kejujuran mu nak, sekarang yang terpenting adalah kita harus mencari tau keberadaan Amanda."


"Sampai sekarang Giandra belum konsentrasi untuk mencari Amanda pak."


"Bapak mengerti, nak Giandra pasti sibuk dengan perkara yang bapak hadapi."


"Pak, apakah bapak mengetahui tempat yang sering di datangi oleh Amanda ketika Amanda sedih?"


Pak Surjono langsung termenung dengan pertanyaan Giandra.


"Dulu, sewaktu bapak masih menjadi supir dari keluarga Joyodiningrat, Ibu Amanda selalu membawa Amanda ke daerah kota Magelang untuk beristirahat."


"Apakah bapak masih menyimpan alamatnya?"

__ADS_1


"Masih nak, coba berikan bapak alat tulis dan kertas."


Pak Surjono meminta semuanya dan Giandra segera mengambilkan barang yang telah di minta oleh pak Surjono.


Pak Surjono dengan cepat menuliskan satu alamat dan alamat tersebut di berikan kepada Giandra.


"Ini, ini adalah alamat tempat tinggal Ibu Amanda di masa kecilnya."


Giandra menerima alamat pemberian pak Surjono dan membaca nya.


"Magelang pak?"


"Ya kota Magelang, jika kau ingin mencari Amanda, carilah ke daerah itu."


"Terima kasih pak."


Malam hari itu juga Giandra menuju ke kota Magelang dengan mengendari mobil pribadinya.


Sepanjang perjalanan Giandra terus merindukan Amanda, Giandra berharap bisa bertemu dengan Amanda melalui alamat yang diberikan oleh pak Surjono.


"Selamat pagi Manda."


Jonas pagi itu sudah berada di rumah Amanda.


"Selamat pagi Nas, tumben pagi - pagi sudah datang?"

__ADS_1


"Iya ini ada penduduk memberikan ayam mentah, tapi kau tau aku tidak bisa memasak, jadi aku bawa kemari saja ayam mentah itu, nanti di masak yah, aku ikut makan nya saja hehe."


Jonas mengatakan hal tersebut sambil menyerahkan ayam mentah kepada Amanda.


"Siap pak dokter, mau minum kopi atau teh?"


"Hmmm kopi boleh Manda."


"Oke tunggu yah Nas."


"Siap."


Amanda segera kembali ke dapur untuk menyiapkan kopi untuk Jonas.


Sedetik kemudian satu mobil masuk ke dalam pekarangan rumah Amanda.


Jonas yang berada di luar langsung melihat siapa pemilik mobil tersebut.


Dari mobil turun satu laki - laki yang sudah tidak asing lagi bagi Jonas.


"Pengacara Giandra."


Hal tersebut yang Jonas katakan ketika melihat laki - laki yang turun dari mobil.


"Dokter itu ada di sini?, ada hubungan apa mereka berdua?"

__ADS_1


Tatapan Giandra tak kalah tajam saat melihat Jonas duduk di teras rumah masa kecil Amanda.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2