PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KENAPA KAU TOLONG AKU


__ADS_3

Dokter Aditya,sebentar lagi waktunya untuk pulang"


Satu suara perawat berhasil membuyarkan semua pandangan Aditya yang terus memandang kepergian Anindita.


"Ya sus, sebentar lagi saya akan pulang"


Aditya melangkahkan kakinya dengan tersenyum dan tetap semangat dengan sebuah pemikiran yang baru.


Hari ini semua mengalami kesulitan nya sendiri-sendiri,dengan sebuah cerita yang terus dan akan terus terukir.


"Astaga kepala ku sakit sekali"


Tengah malam Giandra sadar dan mendapatkan dirinya berada bersebelahan dengan Amanda.


"Ya ampun seorang Giandra Wijaya pingsan hanya karena telah mendonorkan darah,tak bisa di maafkan"


Giandra segera bangkit dari tempat tidurnya dan hendak keluar dari ruangan.


"Pak maaf,bapak baru boleh keluarga dari Rumah Sakit ini esok hari"


Satu orang perawat tiba - tiba masuk ke dalam ruangan Amanda dan mendapatkan Giandra yang hendak keluar dari ruangan tersebut.


"Tapi suster"


"Maaf pak,anda adalah pasien Dokter Aditya dan Dokter Aditya hanya mengizinkan anda. untuk pulang besok"


"Sittttz,dasar Aditya"

__ADS_1


Giandra mengumpat berulang - ulang atas keputusan Aditya terhadap nya tersebut.


"Silahkan bapak kembali ke tempat tidur bapak"


Mau tak mau Giandra harus kembali ke tempat tidurnya lagi dan tentunya dengan mengumpat kepada Aditya.


"Saya permisi dulu pak"


Perawat menutup pintu kamar seketika Giandra kembali sendirian.


"Sepi,sunyi,ya ini yang selalu aku rasakan"


Giandra mengumam pelan tentang apa yang saat ini dia rasakan.


"Hei kau mahluk,gara - gara kau sekarang aku harus ikut terbaring disini"


Giandra melihat ke arah Amanda yang masih berbaring dan belum sadarkan diri, Giandra mendekat dan memandang Amanda dari dekat, Giandra bisa melihat dengan jelas raut wajah gadis yang saat ini masih belum sadarkan diri tersebut.


Giandra mengatakan semua hal tersebut dengan pelan sambil mengusap pipi Amanda dengan perlahan.


Rasa kantuk kini mulai menyerang Giandra dan Giandra kembali tertidur,namun kali ini Giandra tertidur di sebelah Amanda mengenggam tangan kirinya dengan sangat kuat, Giandra terlelap bersama dengan seorang gadis yang awal kedatangan nya sangat dia benci.


"Sakit"


Satu kata yang keluar dari mulut Amanda saat dia bangun pada pagi ini, Amanda membuka mata dan dirinya melihat langit - langit Rumah Sakit.


Kenapa aku belum mati?Tuhan apa sebenarnya rencana mu untuk ku?

__ADS_1


Hal tersebut yang dikatakan oleh Amanda di dalam hatinya saat pertama dia membuka mata,bunuh diri yang dia lakukan ternyata gagal.


"Mas Giandra?"


Amanda merasakan gengganman tangan yang begitu kuat menggengam tangannya,Dan samar - samar Amanda dapat melihat Giandra tertidur sambil terduduk dengan kepala bersandar pada tempat tidur Amanda.


"Mas,mas Giandra sedang apa disini?"


Giandra yang merasakan sentuhan pada kepalanya kini mulai membuka mata.


"Hei wanita kau sudah sadar?"


"Namaku Amanda mas,bukan wanita"


Amanda mengatakan hal tersebut dengan suara lemas.


"Mas Gian"


"Hmmm"


"Siapa yang membawa Manda kemari mas?"


"Kau tak seharusnya bertanya lagi jika orang tersebut saat ini sedang berada bersama dengan mu"


Mendengar jawaban Giandra, Amanda kini mulai terdiam.


"Mas"

__ADS_1


"Hmmm"


"Kenapa mas menolong Amanda?"


__ADS_2