PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AMANDA BELANJA ONLINE


__ADS_3

Amanda kesal dengan panggilan yang di matikan oleh Giandra dengan tiba - tiba.


"Ah lebih baik aku memikirkan bagaimana caranya menghabiskan uang ini, sungguh mas Giandra aku sangat bingung bagaimana caranya menghabiskan uang ini"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil memandang uang yang saat ini berada di atas tempat tidurnya tersebut.


Dan Amanda mulai mencatat semua hal yang bisa di beli dengan uang dalam jumlah banyak tersebut.


Sementara itu di bandara Surabaya.


"Untung ponsel segera aku matikan."


Giandra mengatakan hal tersebut karena kini Giandra melihat ada dua orang yang datang untuk menjemputnya.


"Selamat datang Pengacara Giandra di kota Surabaya"


Salah satu orang yang menjemput nya mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Siapa kalian?"


"Kami adalah orang yang diminta detektif Rian untuk membantu mas Giandra selama berada di Surabaya, namaku Rico dan ini Edo, kami berdua yang akan membantu mas Giandra selama berada disini."


"Apakah ada bukti yang kuat sehingga aku bisa percaya kepada perkataan kalian berdua?"

__ADS_1


"Tentu saja ada mas, ini."


Rico menunjukan satu kertas berlogo kepada Giandra.


"Baiklah aku percaya, kertas ini hanya bisa keluar dari tangan Rian"


"Mari mas Giandra"


Rico dan Edo mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan membawa Giandra ke hotel di pusat kota yang sudah dipersiapkan.


"Jadi bagaimana kita bisa mencari Mr. Johan?


Giandra yang telah sampai di hotel segera menanyakan hal tersebut kepada Rico dan Edo.


"Baiklah jika seperti itu keadaannya"


"Alangkah baiknya sekarang mas Giandra istirahat terlebih dahulu, karena nanti malam kita akan terlibat pembicaraan panjang"


"Kalian benar"


Dan setelah berkata demikian Rico dan Edo keluar dari dalam kamar Giandra dan kini Giandra memilih untuk kembali merebahkan badannya di atas tempat tidur.


Sementara itu menjelang siang, di rumah Giandra banyak sekali kurir yang mengantarkan pesanan.

__ADS_1


"Mbak Amanda ini pesanan yang ke dua puluh sudah datang"


Bibi masuk ke dalam kamar Amanda sambil membawa satu bungkusan besar dari hasil Amanda berbelanja online.


"Ah terima kasih bi, oh Iya ini untuk bibi"


Amanda mengambil salah satu hasil belanja online nya di atas meja dan memberikan belanjaan tersebut kepada bibi.


"Terima kasih mbak Amanda"


"Sama - sama bi, sudah di terima saja yah, mas Giandra sedang menyuruh Amanda untuk menghabiskan uang, jika tidak di habiskan Amanda bisa di hukum, jadi nanti akan ada banyak paket yang datang"


"Siap mbak Amanda, bibi keluar dulu yah"


Dan setelah mengatakan hal tersebut bibi keluar dari dalam kamar Amanda.


"Mas Giandra jangan salahkan aku jika pada akhirnya kamar ini penuh dengan belanjaan"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil tersenyum karena kini dia melihat kamarnya sudah penuh dengan belanjaan.


"Aku bingung mas menghabiskan uang mu, jadi aku melakukan ini semua, dan karena kau tidak mengizinkan aku untuk keluar rumah, maka aku belanja online deh"


Dan Amanda tersenyum mengatakan hal tersebut, Amanda mengambil ponsel yang dibelikan oleh Giandra di hari pernikahan dan memasukkan semua barang belanjaan hari ini media sosial nya, Amanda berharap Giandra akan marah ketika melihat media sosial Amanda penuh dengan barang belanja online.

__ADS_1


__ADS_2