PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
TABRAK LARI


__ADS_3

Giandra bergumam dengan perkataan yang Amanda ucapkan.


"Mas Giandra,Manda dengar apa yang mas katakan"


Amanda yang mendengar ucapan Giandra kembali mengatakan hal tersebut.


"Bagus lah jika kau dengar, sekarang ganti baju mu!"


"Tapi mas"


"Ayo ganti!"


"Mas Kenapa sih mbak Amanda kan hanya mau bertemu dengan pak Surjono,mas Giandra tidak seharusnya mengatakan hal ini mas"


Anindita mencoba untuk membela Amanda.


"Nin,kau lihat dia seperti ondel - ondel"


Deg


Amanda langsung berlari meninggalkan ruangan dan masuk kembali ke dalam kamar ketika Giandra mengatakan bahwa dirinya mirip dengan ondel - ondel.


"Mas Giandra keterlaluan!"


Anindita marah dan pada akhirnya memilih untuk diam.

__ADS_1


Kalian berdua tidak akan mengerti dengan apa maksud ku, memakai pakaian seperti itu ke penjara akan menimbulkan kerumuman wartawan,kau cantik Amanda,sungguh kau cantik memakai baju seperti itu,namun tidak untuk pergi ke penjara.


Giandra mengatakan hal tersebut hanya di dalam hatinya saja, Giandra tidak kuasa untuk mengatakan hal tersebut langsung kepada Amanda dan Anindita.


"Mas aku sudah ganti dengan pakaian yang mas Giandra inginkan"


Amanda keluar dari dalam kamar dengan kaos dan celana jeans serta rambut yang dikuncir kuda, sedangkan Giandra mengamati semua pakaian yang di gunakan Amanda dari atas sampai bawah.


"Ini lebih baik,ayo berangkat"


Anindita yang sejak tadi duduk di sofa dan sedang bermain ponselnya, segera berdiri dan menuju ke parkiran mobil.


"Nin kau pakai mobil mas saja ya,mobil mu tinggal disini"


Giandra mengatakan hal tersebut saat Anindita akan masuk ke dalam mobilnya, Anindita bertambah heran dengan semua sikap Giandra yang mendadak jadi perhatian,karena selama ini mau Anindita bersama di dalam mobilnya atau tidak Giandra tidak pernah mengurusi nya.


Giandra, Amanda dan Anindita masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut langsung melaju ke penjara tempat bapak Surjono.


"Pak awas!"


Giandra yang berada di kursi depan di samping supir tiba -tiba berteriak saat ada satu mobil yang dengan sengaja ingin menabrak mobil mereka,supir membanting kemudi sehingga mobil Giandra harus menabrak satu gerobak makan bubur ayam dan pelipis Giandra terluka karena terbentur bagian depan mobil.


"Maafkan saya mas,tapi sungguh mobil tadi sepertinya sengaja!"


Sang supir merasa bersalah dengan Giandra yang kini pelipisnya terluka.

__ADS_1


"Saya tau pak"


"Mas Giandra bagaimana keadaan mas Giandra?"


Anindita bertanya kepada Giandra sedangkan Amanda langsung turun dari dalam mobil.


"Kita harus turun ini sudah tidak aman"


"Ya kau benar"


Setelah itu semua orang yang berada di dalam mobil tersebut segera turun dan Amanda menghampiri Giandra dan mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya.


"Mas,tekan luka mas Giandra dengan sapu tangan ini ya mas"


Giandra terdiam dengan semua hal yang dilakukan oleh Amanda.


"Ayo kita harus mencari rumah Sakit terdekat untuk mas Giandra"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang saat itu berada di sana.


"Ya mbak Manda benar,aku akan membereskan gerobak bubur ayam ini, bersyukur tidak ada korban jiwa,mbak tolong antar mas Giandra ke Rumah Sakit"


"Ya mbak Anindita"


"Nin ganti kerugian bapak pemilik gerobak bubur ayam itu dengan penuh ya"

__ADS_1


"Pasti mas Giandra"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra dan Amanda mulai menghilang dari pandangan Anindita dan Anindita merasakan sakit di dalam hatinya melihat kebersamaan Amanda dan Giandra.


__ADS_2