
Diana mengatakan hal tersebut sambil menangis dan langsung memeluk tubuh Giandra.
Giandra terdiam dengan semua perlakuan Diana,saat ini Giandra berusaha untuk menyatukan hati dan pikirannya yang masih tidak percaya jika dapat menemukan cinta masa kecilnya dengan cara seperti ini.
"Mas Giandra kenapa diam saja mas?"
"Ah tidak apa-apa Diana"
"Mas, sekarang mas Giandra sudah lega kan kalau mas sudah bertemu dengan cinta masa kecil mas Giandra?"
Diana kembali mengatakan hal tersebut kepada Giandra,namun Giandra hanya terdiam dengan semua pertanyaan Diana.
"Diana,apakah ada hal yang akan kita bicarakan lagi?"
"Kenapa mas?"
"Jika tidak ada,aku akan segera pergi,ada panggilan dari ke dua orang tua ku"
"Kapan aku boleh bertemu dengan bapak dan ibu mas?"
"Nanti jika waktunya sudah tepat"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra mengendurkan pelukan Diana.
"Mas serius mau pulang?"
__ADS_1
"Ya Diana"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera mengambil kunci mobil dan langsung keluar dari private room tersebut tanpa menoleh lagi ke arah Diana.
"Ini tidak mungkin"
Hanya hal tersebut yang Giandra katakan ketika masuk ke dalam mobilnya,dengan perlahan Giandra mulai melajukan mobil tersebut ke arah jalan raya menuju ke rumah ke dua orangnya yang sejak tadi sudah meminta nya untuk pulang.
"Pak,bu"
Sampai di rumah,dan masuk ke dalam ruang tamu Giandra sudah di sambut oleh Anindita,Bapak dan Ibu nya.
"Duduk nak"
Sang Ayah memerintahkan Giandra untuk duduk menghadap kepada mereka.
Sang bapak menatapnya dengan tajam saat mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Giandra serius pak"
"Kau tau kan pernikahan itu bukan hal yang main-main?"
"Giandra tau pak"
"Baiklah,jika memang kau sudah yakin dengan pilihan mu,kami sebagai orang tua akan mendukung keputusan mu,kapan kami bisa datang untuk melamar mbak Amanda?"
__ADS_1
Deg
Satu pertanyaan dari sang Ayah yang membuat Giandra langsung berpikir,selama ini hal tersebut tidak pernah dia pikirkan sama sekali.
"Haruskah dengan acara lamaran? kenapa tidak langsung menikah saja pak?"
"Nak,mbak Amanda itu masih gadis,dan sudah sepantasnya kami sebagai orang tua mu datang untuk meminta mbak Amanda menjadi istri mu,jika tidak ada acara lamaran,maka artinya kita tidak menghargai mbak Amanda"
"Tapi pak,bapak Surjono kan ada di penjara,kasus hukum nya juga belum selesai"
"Ini bisa mas Giandra"
Tiba -tiba Anindita mulai berbicara ketika Giandra mengatakan hal tersebut.
"Bapak dan Ibu tetap bertemu dengan pak Surjono,ya pertemuan sederhana saja,tanpa harus yang seperti orang lamaran, layaknya orang berkunjung ke lapas saja,tapi di dalam kunjungan tersebut terdapat pembicaraan yang serius"
"Apa yang dikatakan oleh adik mu Anindita itu benar Giandra,jika situasi tidak memungkinkan kita melakukan lamaran,maka pembicaraan sudah cukup"
Giandra terdiam, sebenarnya dia tidak ingin ada acara yang seperti ini,tapi karena orang tua menginginkan hal itu,maka Giandra dengan berat hati pada akhirnya menarik nafasnya dalam-dalam.
"Baiklah,kapan kita akan ke penjara?"
"lebih cepat lebih baik"
"Besok saja mas, kebetulan besok ada waktu untuk kunjungan kepada narapidana"
__ADS_1
Anindita kembali mengatakan hal tersebut di tengah - tengah pembicaraan keluarga.