PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AKAN BERTEMU


__ADS_3

Sebentar biarkan aku memeriksa mu terlebih dahulu"


Aditya memeriksa keadaan Giandra.


"Baiklah,kau boleh pulang Giandra"


"Kenapa kau tidak mengatakan dari semalam Aditya,jika kau bukan kawan ku,sudah ku hajar kau Aditya!"


"Pergi sana kau sudah sembuh kan?"


Giandra bergumam kesal kepada Aditya yang sekarang menyuruh nya pergi dengan se enak hati.


"Dokter Aditya juga kesal kepada mas Giandra yah?"


Amanda yang berada di dekat Aditya yang sedang diperiksa menanyakan hal tersebut kepada Aditya.


"Ya kesal,namun dia adalah sahabat terbaik ku"


"Sahabat terbaik?"


"Ya sahabat terbaik, sahabat yang dengan senang hati mau membantu keadaan teman -temannya"


"Mas Giandra seperti itu Dokter?"


"Ya dia seperti itu,kenapa dia berlaku berbeda terhadap mu?"


"Ya Dokter"

__ADS_1


Amanda menganggukan kepalanya saat Dokter Aditya mengatakan hal tersebut kepada Amanda.


"Mbak Amanda sebenarnya Giandra itu adalah laki -laki yang baik,namun memang perkataan nya terkadang menusuk hati,namun percaya lah jika semua hal yang telah dia katakan itu tidak pernah masuk di hati nya"


"Maksud Dokter?"


"Ya Giandra hanya mengatakan hal tersebut lewat bibirnya saja,namun hati dan pikirannya tidak pernah memikirkan hal tersebut,jadi saran ku kepada mbak Amanda untuk tidak memasukkan setiap perkataan mas Giandra ke dalam hati"


"Tapi Dokter mungkin Dokter bisa mengatakan hal itu dengan mudah,tapi tidak semua wanita bisa menerima hal yang telah dia ucapkan"


Dokter Aditya menatap wajah Amanda dan kembali menganti perban Amanda.


"Aku mengerti,namun mbak Amanda nanti pasti bisa merasakan betapa Giandra itu laki -laki yang baik"


Amanda terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Dokter Aditya.


Dokter Aditya kembali mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Amanda...


"Mas Giandra yang melakukan semua ini?"


Amanda seakan - akan di buat tak percaya dengan hal yang telah dikatakan oleh Dokter Aditya


Sementara itu kini di kantor Giandra sudah bekerja kembali dan seperti biasa wajahnya tetap dengan tatapan yang dingin.


"Mas Giandra"


Anindita yang mengetahui kehadiran Giandra langsung menyapa Dan menarik lengan Giandra hingga sampai ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Lepaskan Nin,ada apa?"


"Mas jelaskan tentang Amanda kepadaku"


"Jelaskan?"


"Apa yang perlu aku jelaskan kepada mu?"


"Jelaskan mengapa sampai Amanda tega melakukan hal itu?"


"Mana aku tau Nin"


Giandra dengan acuh tak acuh kembali menjawab pertanyaan Anindita tersebut.


"Mas harus sadar, Amanda itu adalah client kita mas,dan jika terjadi sesuatu hal pada Amanda dan itu semua karena ulah mas Giandra maka musuh akan menyerang mas Giandra kembali dan kita bisa kalah dalam kasus dengan Joyodiningrat kali ini mas"


Anindita berusaha untuk memberikan pengertian kepada Giandra jika sampai Amanda terluka karena dirinya itu akan membuat masalah menjadi lebih kacau"


"Oke,oke mas mungkin salah dan mas janji tidak akan mengulangi hal ini lagi"


"Aku harap mas menepati janji mas Gian sendiri karena terkadang perkataan mas Giandra itu membuat sakit hati mas, terutama seorang wanita jika dia mendengarkan hal tersebut"


"Ya,ya mas mengerti Nin,jadi agenda kita hari ini mau pergi kemana?"


Giandra berusaha untuk mengalihkan semua pembicaraan tersebut.


"Hari ini kita akan bertemu pak Dharma"

__ADS_1


__ADS_2