PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
GIANDRA MARAH


__ADS_3

"Suster, dimana pasien yang berada di dalam ruangan ini?"


Dua hari telah berlalu, seperti biasa pagi ini Jonas datang untuk melihat keadaan Amanda, namun pagi ini Jonas sangat terkejut ketika masuk ke dalam kamar Jonas melihat kamar Amanda sudah kosong.


"Hari ini mbak Amanda sudah boleh pulang mas, tapi sebelum mbak Amanda pulang, tadi mbak Amanda mengatakan akan ke ruangan suaminya terlebih dahulu."


Deg


Perkataan suster tersebut langsung membuat Jonas lari keluar dari ruangan tersebut untuk menuju ke ruangan Giandra


Sesampainya di ruangan tersebut apa yang di takutkan Jonas pun terjadi, Jonas melihat Amanda memandang ruangan kosong tersebut dari balik kaca pintu depan, air matanya mengalir, tangan nya gemetar.


"Manda, Manda maafkan aku, sungguh maafkan aku, bukan maksudku untuk membohongi mu, sungguh Manda."


Jonas mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Amanda yang masih mematung menatap tempat tidur di dalam ruangan tersebut yang masih kosong.


"Kemana mereka pergi membawa mas Giandra Nas?"


Perkataan Amanda kini terdengar sayup - sayup karena tertutup oleh tangisan nya.

__ADS_1


"Aku tidak tau Manda, saat pagi itu aku datang ruangan ini sudah kosong, pihak rumah sakit tidak mau memberitahukan rahasia tentang kepindahan Giandra."


"Kenapa semuanya menjadi semakin rumit Nas?"


"Aku hanya ingin datang kembali untuk mengatakan kepada mas Giandra bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah, namun kenapa semuanya sekarang menjadi seperti ini?"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil terduduk dengan tangisan nya yang semakin kencang.


"Manda, tenang Manda, tenang."


"Untuk apa aku mempertahankan anak ini sekarang?"


Deg


"Hei Manda, tenangkan dirimu, anak yang ada di dalam kandungan mu itu tidak bersalah jadi kau tidak boleh mengatakan hal itu kepadanya."


Dengan tegas Jonas kembali mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang kini sudah menangis di dalam pelukannya.


"Ingat Amanda yang aku kenal bukan Amanda yang gampang menyerah seperti ini, ayo Manda semua ini belum selesai, dan kau harus menyelesaikan nya."

__ADS_1


Jonas mengatakan hal tersebut sambil membantu Amanda untuk berdiri.


"Saat ini yang perlu kau lakukan adalah menjaga kandungan mu, melahirkan anak ini dengan selamat, merawat nya dengan baik, karena apa yang ada di dalam kandungan mu saat ini adalah titipan dari Tuhan, masa depan anak yang ada di dalam kandungan mu ini semuanya tergantung kepada mu."


Jonas mengatakan hal tersebut sambil membawa Amanda pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara itu di satu tempat di salah satu Rumah Sakit ternama, nampak teriakan laki - laki dari salah satu ruang rawat.


"Mas Giandra tenang mas, tenang mas, tenang."


Pagi ini Anindita dengan sekuat tenaga mencoba untuk menenangkan Giandra yang telah sadar dan mengetahui keadaan fisiknya yang lumpuh.


"Nin, aku akan menjadi laki - laki yang tidak sempurna, aku sudah tidak berguna Nin!"


Giandra kembali berteriak ketika mengatakan hal tersebut kepada Anindita.


"Mas, mas akan tetap menjadi pengacara terbaik, bukan pikiran mas Giandra yang menjadi lumpuh mas."


"Arrrrh, aku benci diriku!"

__ADS_1


Giandra yang seolah - olah tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Anindita kembali mengatakan hal tersebut.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2