PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
TITIK TERANG


__ADS_3

Makan? kenapa mas Giandra tidak beli saja?"


"Masak akan lebih irit."


"Dasar pelit!"


"Kau istriku sudah sepantasnya kau memasak untuk ku"


"Kita kan nikah pura - pura mas!"


"Siapa yang bilang nikah pura - pura?"


"Aku."


"Baiklah aku akan langsung menghubungi pak Surjono, pak de Rahmat dan..


"


Belum selesai Giandra berbicara tangan Amanda menarik tubuh Giandra.


"Jangan mas, baiklah aku masak buat mas Giandra."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda langsung keluar kamar menuju ke dapur.


"Nah itu kan lebih enak dilihat, kau lucu sekali dengan wajah mu yang kesal."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan tak beberapa lama makanan pun terhidang di meja makan.


"Sayur asem, ayam goreng, sambal terasi, ikan asin."


Hal tersebut yang Giandra ucapkan begitu Giandra duduk di kursi, semua hidangan yang saat ini berada di depannya adalah makanan kesukaannya.

__ADS_1


"Ayo makan mas, nanti kau berteriak lagi kepada ku akan melaporkan ke si ini, ke si itu"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil duduk di sebelah Giandra.


"Ambilkan aku nasi,makanan dan minuman semua harus tertata rapi di depan ku agar bisa langsung aku makan"


Amanda yang sudah akan memasukkan makanan tersebut ke dalam mulut kembali di buat kesal oleh Giandra.


"Mas kan ini sudah di depan meja, mas Giandra bisa dong mengambil nya sendiri!"


"Bagaimana kalau aku tidak mau?"


"Issst ya sudah gak usah makan!"


"Ya sudah aku tinggal menghubungi bapak, Ibu"


"Iya, iya Manda ambilkan"


"Ini mas"


"Hmm"


Giandra menikmati semua makanan yang di hidangkan Amanda dengan lahap tanpa tersisa sedikit pun.


"Mau kemana kau?"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang sudah selesai makan dan berdiri dari tempat duduknya.


"Mau ke kamar mas"


"Siapkan semua keperluan ku, besok pagi aku akan ke Surabaya"

__ADS_1


"Surabaya?"


Amanda yang mendengar nama kota itu di sebutkan langsung kembali untuk duduk.


"Untuk apa mas ke Surabaya besok mas?"


"Bukan urusan mu!"


"Tapi mas"


"Aku hanya meminta mu untuk menyiapkan keperluan selama aku nanti berada di Surabaya,bukan menjadi polisi yang sedang mengintai aku"


"Aku kan hanya bertanya mas"


"Ya aku tau, dan aku tidak akan pernah mau untuk menjawab pertanyaan mu yang tidak berbobot itu"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung masuk ke dalam ruang kerjanya di dalam rumah tersebut.


"Surabaya? mas Giandra sering yah kesana? dengan siapa? arrrh Manda apa sih yang ada di dalam pikiran mu, untuk apa kau mengurusi laki -laki itu"


Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda berdiri dari tempat duduknya dan langsung masuk ke dalam kamar menyiapkan segala keperluan Giandra.


Sementara itu Giandra yang saat ini berada di ruang kerjanya sedang serius untuk menghubungi seseorang.


"Baiklah terima kasih untuk bantuan nya, besok setelah aku sampai di Surabaya aku akan segera menghubungi mu"


Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra menutup panggilan nya melalui ponsel.


"Kasus ini ya kasus ini sudah semakin jelas, lihat saja sebentar lagi aku akan menemukan dalang di balik kematian nyonya Joyodiningrat."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya di atas kursi, satu per satu misteri mulai terlihat dengan jelas di hadapan Giandra membuat Giandra pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai memiliki titik terang terhadap kasus Joyodiningrat.

__ADS_1


__ADS_2