
Mas Giandra Jonas itu bukan pacar ku,dia hanya sahabat ku di masa SMA"
"Cih mana ada persahabatan di antara wanita dan laki -laki"
"Ada mas,aku dan Jonas sahabat dari SMA"
"Hahaha kau pikir aku percaya?"
"Yang jelas mas Giandra tidak akan pernah percaya karena mas Giandra tidak pernah mengalami hal itu"
"Apa kata mu ?"
Giandra langsung menarik lengan Amanda untuk lebih dekat dengan dirinya.
"Mas, lepaskan Amanda,ini sakit"
Giandra langsung melepaskan cengkraman tangannya dan menatap tajam ke arah Amanda.
"Untuk apa aku harus mengikuti kata - kata mu jika aku kembali ke Rumah Sakit dan hanya melihat mu berpacaran dengan laki -laki itu"
"Mas, Amanda tidak berpacaran,Jonas itu teman Amanda"
Giandra hanya melambaikan tangannya dengan isyarat bahwa dia tidak percaya dengan semua perkataan Amanda.
"Pak kita kembali saja ke rumah"
Amanda langsung memandang Giandra dengan sangat tajam ketika Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda.
"Mas kita tidak jadi ke penjara?"
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Giandra dengan sangat heran.
"Tetap jadi,namun tidak dengan mu"
__ADS_1
"Tapi mas Kenapa?"
Amanda mengatakan hal tersebut sudah dengan mata yang memerah karena hampir menangis.
"Itu adalah hukuman untuk mu"
"Hukuman untuk ku?aku melakukan kesalahan apa mas?"
"Kau harus memikirkan kesalahan itu sendiri, sekarang turun dari mobil ini cepat!"
Giandra yang telah melihat kini mereka telah sampai kembali ke rumah Giandra segera mengatakan hal tersebut kepada Amanda.
"Tapi mas,Manda mau bertemu dengan bapak mas,Manda mohon"
Tangan Amanda mulai memegang lengan Giandra sambil mengatakan hal tersebut, Giandra terdiam dan tidak menjawab suara Amanda..
"Turun sekarang!"
"Aku bilang turun!"
Giandra membentak Amanda agar Amanda turun dari dalam mobil Giandra dan karena Amanda tau jika sudah seperti ini,Maka percuma untuk dia merajuk kepada Giandra pada akhirnya memilih untuk turun dari dalam mobil.
"Mas kita jalan?"
"Jalan saja pak"
Giandra yang masih berada di dalam mobil mengatakan hal tersebut kepada sang supir dan mobil tersebut dengan perlahan kembali meninggalkan rumah Giandra.
Sementara itu Amanda dengan mata yang nanar menatap kepergian mobil Giandra tersebut..
"Mas kenapa mas jahat kepada ku?"
Amanda mengatakan hal tersebut dengan menangis dan pada akhirnya masuk ke dalam kamar dengan berlinang air mata.
__ADS_1
"Mas,apakah mbak Amanda akan baik - baik saja?"
"Sejak kapan supir ikut campur urusan ku"
Sang supir yang mencoba untuk bertanya kepada Giandra segera kembali terdiam.
"Maaf mas Giandra"
Dan tak beberapa lama mobil Giandra pun sudah berada di halaman luar pintu gerbang penjara,dan Giandra segera turun dari dalam mobil.
"Mas Giandra sendiri? mbak Amanda kemana mas?"
Anindita yang melihat Giandra turun dari dalam mobil mulai mencari -cari Amanda yang tiba -tiba sudah tidak terlihat batang hidungnya.
"Amanda ke laut Nin"
"Hah,mas Giandra ngaco"
"Sudah jangan urusi dia,kita urusi saja bapaknya,sudah kau bawa berkas - berkas yang aku minta?"
"Sudah mas"
"Ayo masuk ke dalam"
Anindita hanya bisa menggelengkan kepalanya saat menatap wajah dingin Giandra tersebut.
Pasti tadi telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua.
Anindita hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hati.
"Nin ayo cepat kita masuk!"
Giandra yang melihat Anindita masih termenung segera kembali berteriak.
__ADS_1