Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
116. Mantan Yang Kembali


__ADS_3

Sementara itu di dimensi lain. Arcana tengah gundah karena memikirkan masa depannya.


Setelah hubungannya dengan Ranvier kandas, atas saran ibunya, Arcana mencoba membuka hati untuk pria lain.


Seperti yang dikatakan Kyai Ranggana pada Ranvier dulu, bahwa masih banyak pria yang tertarik dan ingin memperistri Arcana. Beberapa lamaran pun datang untuk Arcana dari pria-pria terpilih. Dan Arcana diharuskan memilih.


" Aku ga mungkin menerima salah satu diantara mereka karena Aku ga mau mereka kecewa dan berujung permusuhan Ayah...," kata Arcana.


" Jangan khawatir Arcana. Mereka sudah Ayah beri pengertian, siapa pun yang terpilih nanti mereka harus berbesar hati untuk menerima. Tak ada permusuhan apalagi perang. Dan mereka berjanji akan menghormati keputusanmu nanti...," sahut Kyai Ranggana sambil tersenyum.


" Baik lah Ayah. Beri Aku waktu untuk memikirkan siapa yang akan Kupilih untuk jadi Suamiku nanti...," kata Arcana.


" Tiga hari Arcana. Hanya tiga hari...," kata Kyai Ranggana mengingatkan.


" Kenapa singkat sekali Ayah. Ada enam atau tujuh pria yang melamarku. Bagaimana mungkin Aku bisa memilih dalam waktu sesingkat itu...?" protes Arcana.


" Ayah ga bisa jelaskan semuanya sekarang. Tapi memang itu lah waktu yang Kamu miliki untuk mempertimbangkan mereka...," sahut Kyai Ranggana.


Arcana pun mengangguk lalu bangkit dari duduknya. Ia membawa serta lembaran kertas yang berisi data para pria yang melamarnya.


Kyai Ranggana nampak tersenyum melihat kepergian Arcana. Nampaknya ia tahu kepada siapa pilihan Arcana akan jatuh nanti.


\=\=\=\=\=


Saat ini di tangan Arcana nampak selembar kertas berisi nama dan data diri pria yang melamar Arcana.


" Kenapa dia ikut mendaftarkan diri menjadi Suamiku. Bukan kah dia sudah menikah dan bahagia dengan wanita pilihannya itu...?" gumam Arcana gusar.


Arcana bangkit lalu bergegas menemui ayahnya. Melihat Arcana masuk ke ruangannya sambil membawa selembar kertas, Kyai Ranggana bisa menebak apa yang akan dibicarakan anaknya.


" Ayah...!" panggil Arcana setelah menutup pintu.


" Iya. Ada apa Arcana...?" tanya Khai Ranggana pura-pura tak tahu.


" Apa Ayah tau siapa aja yang datang melamarku...?" tanya Arcana.


" Tentu saja. Kenapa memangnya...?" tanya Kyai Ranggana.


" Itu artinya Ayah tau kalo Ganesh ada dalam daftar antrian...," kata Arcana ragu.

__ADS_1


" Tentu Ayah tau...," sahut Kyai Ranggana cepat.


" Kenapa Ayah terima dia. Bukan kah dia sudah menikah. Apa kata orang kalo tau Aku menikahi suami wanita lain...?" tanya Arcana dengan tatapan terluka.


" Ganesh adalah pria lajang Arcana. Dia tak pernah menikah dengan siapa pun. Berita yang dulu Kamu dengar dari sepupunya itu bohong belaka...," sahut Kyai Ranggana hingga mengejutkan Arcana.


" Aku ga percaya. Sira itu temanku, buat apa dia berbohong dan bilang kalo Ganesh sudah menikah Ayah...?" tanya Arcana.


" Itu karena Sira mencintai Ganesh, tapi Ganesh mencintai Kamu. Sira tak suka Kalian bahagia makanya dia sengaja menyebar fitnah itu. Apalagi saat itu Kamu dan Ganesh lama tak ketemu karena Ganesh harus pergi ke kota lain. Jadi sulit bagimu untuk mencari kepastian. Dan kesalah pahaman itu bikin hubungan Kalian berakhir...," kata Kyai Ranggana.


" Aku masih ga percaya ini Ayah. Bisa aja dia memang sudah menikah di sana. Dia menceraikan Istrinya karena tau Aku baru saja gagal menikah...," kata Arcana sambil membuang tatapannya kearah lain.


" Tidak Arcana, bukan begitu ceritanya...!" kata sebuah suara dengan lantang.


Arcana terkejut lalu menoleh dan melihat Ganesh berdiri di ambang pintu. Sorot mata pria itu menatap Arcana dengan tatapan yang mendamba. Ada rindu dan cinta yang besar di sana hingga membuat wajah Arcana bersemu merah.


" Ganesh...," panggil Arcana lirih.


" Iya Arcana ini Aku. Maaf jika Aku lancang Paman. Tapi Aku ga bisa membiarkan Arcana terus berpikiran buruk tentangku. Dan Aku ga mau kesempatan ini hilang begitu saja...," kata Ganesh sambil melangkah masuk.


" Gapapa Ganesh, Aku maklumi tindakan kurang ajarmu kali ini...," sahut Kyai Ranggana sambil tersenyum simpul.


Namun dengan sigap Ganesh menahan tangan Arcana lalu mengajaknya bicara.


" Aku mohon dengarkan Aku dulu Arcana. Apa yang dibilang Sira itu bohong !. Sampe detik ini Aku ga pernah menikah dengan siapa pun. Aku justru kaget waktu Kamu memutuskan hubungan Kita. Dan saat mendengar Kamu baru saja batal menikah dengan Kala, Aku meninggalkan semuanya dan bergegas pulang ke sini untuk melamarmu. Tapi kata Paman Aku terlambat. Ternyata sudah ada beberapa pria yang juga melamarmu...," kata Ganesh sambil menatap Arcana lekat.


Arcana tertegun mendengar cerita Ganesh. Dalam hati ia menyesal karena telah mempercayai Sira yang notabene adalah sepupu Ganesh itu.


" Kamu serius Ganesh...?" tanya Arcana.


" Iya Arcana. Menikah lah denganku Arcana. Kita wujudkan mimpi Kita yang sempat hancur dulu. Kita buktikan pada semua orang bahwa cinta Kita kuat dan ga akan berubah sampai kapan pun...," kata Ganesh.


" Kamu salah Ganesh. Cintaku pernah berubah. Aku mencintai pria lain selain Kamu Ganesh. Dan sampai detik ini Aku masih mencintainya. Maaf...," sahut Arcana sambil mengalihkan tatapannya kearah lain.


" Aku tau Arcana. Meski Aku kecewa tapi semua sudah berlalu. Kamu dan dia ga akan bisa bersatu. Terlalu banyak perbedaan dan itu mustahil diabaikan. Jadi Aku mohon Arcana, menikah lah denganku. Aku masih mencintaimu dari dulu, sekarang dan hingga akhir nanti...," kata Ganesha sambil menggenggam erat kedua telapak tangan Arcana.


" Apa Kamu mau menikahi wanita yang di hatinya masih ada pria lain Ganesh...?" tanya Arcana setelah terdiam beberapa saat.


" Iya, Aku mau menikahimu Arcana. Aku berjanji akan berusaha membuat Kamu kembali mencintaiku seperti dulu...," sahut Ganesh mantap hingga membuat Arcana tersenyum.

__ADS_1


" Baik lah Ganesh. Aku menerima lamaranmu. Tolong bantu Aku melupakan dia dan kembali mencintaimu seperti dulu...," kata Arcana dengan suara bergetar.


" Terima kasih Arcana...," sahut Ganesh sambil tersenyum lalu meraih Arcana ke dalam pelukannya.


Untuk sejenak Ganesh dan Arcana masih saling memeluk. Suara deheman Kyai Ranggana menyadarkan keduanya hingga mereka bergegas mengurai pelukan mereka.


" Jadi apa keputusanmu menerima lamaran Ganesh sudah bulat Arcana...?" tanya Kyai Ranggana sambil menatap wajah sang putri yang merona itu.


" Iya Ayah. Tolong nikahkan Aku dengan Ganesh...," pinta Arcana malu-malu.


" Baik lah Anak-anak. Kita akan gelar pesta pernikahan termegah tahun ini. Pesta yang berkesan dan tak akan terlupakan sepanjang sisa hidup Kita...," kata Kyai Ranggana.


" Makasih Ayah...!" kata Arcana dan Ganesh bersamaan sambil menghambur memeluk Kyai Ranggana.


" Sama-sama...," kata Kyai Ranggana sambil memeluk Arcana dan Ganesh dengan erat.


Kini kedukaan yang sempat menyapa Arcana pun sirna. Wajahnya kembali berseri dan ia tersenyum saat Ganesha menautkan jemari tangan mereka di punggung Kyai Ranggana.


\=\=\=\=\=


Berita pernikahan Arcana dan Ganesh pun sampai ke telinga Ranvier. Arcana yang memberi tahu langsung saat datang menemui Ranvier ditemani Ganesh.


" Selamat atas pernikahan Kalian. Semoga langgeng dan bahagia...," kata Ranvier sambil tersenyum.


" Apa Kamu bisa hadir di pernikahan Kami Ranvier...?" tanya Ganesh.


" Maaf Ganesh. Aku ga bisa pergi ke sana dalam waktu dekat ini. Tapi Aku merestui Kalian. Tolong sayangi Arcana, bahagiakan dia, karena Aku tak bisa melakukannya...," pinta Ranvier sambil menatap Arcana.


" Tentu. Aku janji Arcana akan bahagia bersamaku...," sahut Ganesh mantap.


" Boleh Aku memeluk Ranvier untuk terakhir kalinya Ganesh...?" tanya Arcana lirih.


" Tentu Sayang...," sahut Ganesha sambil menepi.


Kemudian Arcana memeluk Ranvier. Beberapa saat keduanya nampak membisu. Ganesh pun nampak berdiri dengan tenang menyaksikan 'pelukan perpisahan' itu.


Ranvier mengurai pelukannya lalu menyerahkan Arcana kepada Ganesh yang dengan senang hati menerimanya.


Setelahnya Ganesh membawa Arcana pergi meninggalkan Ranvier yang berdiri sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2