
Rupanya saat Totok melajukan mobil dengan cepat, nenek itu sempat menggores mobil dengan sesuatu. Ranvier bisa mendengarnya dengan jelas dan itu membuatnya gusar.
Ranvier juga bisa melihat kemarahan di wajah sang nenek. Sayangnya mobil tak lagi bisa melaju karena terhalang mobil lainnya hingga Totok terpaksa menginjak rem.
Melihat mobil yang ditumpangi Ranvier berhenti, nenek itu nampak menyeringai senang. Dengan perlahan ia kembali melangkah mendekati mobil. Masih dengan langkahnya yang tertatih-tatih.
Sesuatu yang membuat Krisna dan Totok bingung adalah, kenapa nenek itu hanya mengejar mereka. Padahal banyak mobil lain di sekitar mereka dan letaknya juga lebih dekat dengan sang nenek.
" Kayanya ada yang ga beres nih...," kata Krisna.
" Ga beres gimana maksudnya Pak...?" tanya Totok khawatir.
Bukannya menjawab pertanyaan Totok, Krisna justru menoleh ke belakang.
" Kayanya itu bukan manusia deh. Iya kan Mas Ranvier...?" tanya Krisna sambil menoleh kearah Ranvier yang saat itu sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
" Jangan liat ke belakang Pak Kris !. Dan Bang Totok fokus aja mengendarai mobil. Ga usah panik, perbanyak dzikir ya. Biar Aku yang coba mengatasi dia nanti...," sahut Ranvier.
" Baik Mas...!" sahut Krisna dan Totok bersamaan.
Ranvier tersenyum mendengar jawaban Krisna dan Totok. Dan senyum Ranvier kian melebar saat ia berhasil menemukan apa yang dicarinya.
Ranvier menatap sejenak butiran garam dalam genggaman tangannya. Walau hanya sedikit tapi Ranvier yakin akan mampu mengusir makhluk halus berwujud nenek aneh itu.
" Ini kali pertama Aku bakal make garam pemberian Paman Daeng. Ya Allah, garam ini hanya satu dari sekian banyak makhluk yang Engkau ciptakan. Aku hanya berharap pada Mu dan bukan makhlukMu ini ya Allah. Tolong bantu Aku menyingkirkan makhluk pengganggu itu...," gumam Ranvier sambil menatap garam itu lekat.
Kemudian Ranvier menoleh dan melihat sang nenek berjalan makin dekat kearah mobil yang ia tumpangi.
Saat nenek itu tiba di samping mobil, tepat di mana Ranvier duduk, Ranvier bergegas membuka jendela lalu melemparkan butiran garam itu kearah sang nenek sambil membaca basmalah.
" Bismillahirrohmaanirrohiim. Laa haula wala quwwata ilaa billahill aliyyil adziim...! " kata Ranvier lantang.
Ajaib. Sang nenek berhenti melangkah lalu menjerit. Tongkat di tangannya terlepas karena kedua tangannya ia gunakan untuk menepis butiran garam yang dilempar Ranvier.
Perlahan namun pasti, nenek itu mulai menegakkan tubuhnya yang bungkuk itu. Ternyata saat makhluk itu berdiri tegak, tinggi tubuhnya mencapai tiga kali lipat dari tinggi sang nenek sebelumnya. Perubahan lainnya pun terjadi pada wujud sang nenek. Tangan dan kuku di sepuluh jemari tangannya pun memanjang dengan sendirinya, runcing dan berwarna hitam. Rambut putihnya yang tadi tergelung di atas kepalanya kini terurai dan berkibar tertiup angin malam.
__ADS_1
Tentu saja hal itu mengejutkan Krisna dan Totok yang memang mengamati dari spion mobil.
" Setaaaannn...!" kata Totok panik.
" Astaghfirullah aladziim... !. Dzikir Tok, jangan teriak-teriak begitu...!" kata Krisna sambil menoleh kesal kearah Totok.
" I... itu se... setan kan Pak ?. Gimana nih Pak. Kita harus lari Pak, kabur..!" sahut Totok panik.
" Iya. Tapi Kamu ga usah takut. Mas Ranvier yang bakal nanganin setan itu. Tugas Kita cuma membantu berdzikir seperti yang Mas Ranvier minta tadi...," sahut Krisna.
Dengan gugup Totok mengangguk lalu mulai berdzikir. Bahkan Totok sengaja berdzikir dengan keras agar bisa mengalihkan rasa takutnya.
Makhluk yang kini telah berubah wujud dari nenek-nenek menjadi monster itu nampak menggeram. Ia menatap Ranvier dengan tatapan penuh kemarahan.
" Jalan Bang Totok, sekarang...!" seru Ranvier.
" Jalan kemana Mas. Di depan Kita banyak mobil, kan lagi macet sekarang...!" kata Totok bingung.
" Itu cuma ilusi Bang. Sekarang tabrak aja semua mobil yang Abang liat...!" sahut Ranvier lantang.
" Siap Mas !. Bismillahirrohmaanirrohiim. Ya Allah, tolong lindungi Kami ya Allah...!" sahut Totok lalu mulai menginjak pedal gas sedalam-dalamnya.
" Allahu Akbar..., Allahu Akbar...!" kata Ranvier dan Krisna bersamaan.
Merasa sakit yang amat sangat, makhluk itu pun menjerit sekencang-kencangnya. Ia juga mengejar mobil yang dikendarai Totok. Dengan kondisi tubuhnya yang sekarang, makhluk itu dengan mudah menggapai mobil.
Tiap kali mobil berhasil mendahului, maka makhluk itu akan menggunakan tangannya yang panjang itu untuk meraih mobil.
" Lebih cepet Tok...!" kata Krisna.
" Ga bisa Pak. Ntar kalo ditilang Polisi gimana. Kan ga boleh melebihi batas kecepatan maksimum...!" sahut Totok lantang.
" Udah ga usah bahas itu sekarang Tok. Kamu mau dikunyah sama makhluk itu...?!" tanya Krisna sungguh-sungguh.
" Dikunyah ?!. Maksud Pak Kris makhluk itu makan orang...?!" tanya Totok sambil menoleh kearah Kris.
__ADS_1
" Iya...!" sahut Krisna.
" Ga usah ngelewatin batas kecepatan maksimum Bang, itu namanya nyalahin aturan. Sebentar lagi Kita juga bakal lewatin area ini kok. Tetap di kecepatan sekarang dan fokus liat ke depan ya...," kata Ranvier.
" Iya Mas...," sahut Totok.
Tiba-tiba terdengar suara berdebum di atas kap mobil seolah ada benda berat yang jatuh menimpa mobil hingga mobil terguncang hebat. Rupanya makhluk itu naik ke atas kap mobil. Hal itu membuat Krisna dan Totok makin panik.
Ranvier pun kembali mengeluarkan butiran garam dari tasnya. Kemudian Ranvier melemparkannya kearah makhluk itu melalui jendela yang terbuka tadi.
Makhluk itu kembali menjerit sekali lagi. Kali ini bahkan sambil menutupi matanya dengan kedua telapak tangan. Setelahnya tubuh makhluk itu terguling jatuh di jalan beraspal.
Krisna, Totok dan Ranvier pun bertakbir sambil bersorak gembira.
" Alhamdulillah..., Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar...!" kata Ranvier lantang sambil tertawa.
" Yeeeyy... berhasil...!" kata Krisna.
" Rasain Lo...!" kata Totok tak kalah lantang sambil terus melajukan mobil.
Ketiganya nampak tertawa bahagia menyaksikan makhluk itu kesakitan sambil berusaha bangkit. Setelah berhasil berdiri, makhluk itu nampak menjerit marah. Suara jeritannya terdengar membahana memecah keheningan malam.
Setelah berhasil melewati jalan yang panjang, Totok pun memperlambat laju mobilnya. Ia mengusap peluh di keningnya. Kemudian ia melirik ke kanan dan ke kiri lalu tersentak kaget.
" Astaghfirullah aladziim..., " kata Totok hingga mengejutkan Krisna.
" Ada apaan lagi Tok, kenapa istighfar...? " tanya Krisna.
" Pak Krisna liat deh keluar. Kita ternyata masih di jalan ini lho Pak. Itu artinya Kita baru seratus meteran dari lokasi makhluk itu berada. Padahal seinget Saya, Saya udah jalan belasan kilo meter dari lokasi makhluk itu. Kan Saya nginjek gas kenceng banget tadi...," kata Totok bingung.
Krisna pun menoleh keluar dan terkejut. Namun ia berusaha tenang. Kemudian Krisna menoleh kearah Ranvier yang nampak menganggukkan kepala sambil tersenyum kearahnya.
Krisna pun mengangguk tanda mengerti lalu memilih memejamkan mata untuk meredakan emosinya yang sempat naik turun tadi.
Totok pun hanya menghela nafas panjang karena tak beroleh jawaban dari pertanyaannya tadi.
__ADS_1
Di dalam mobil itu tiga orang tampak melakukan aktifitas yang berbeda. Totok kembali fokus melajukan mobil, Krisna memejamkan mata sambil bersandar, sedangkan Ranvier sibuk berdzikir dalam hati untuk mensyukuri perlindungan yang telah Allah berikan untuk mereka tadi.
bersambung