Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
59. Tunggu Kabar


__ADS_3

Kemudian Ranvier mulai menceritakan apa penyebab ia melaporkan dugaan penculikan terhadap gadis bernama Anastasya itu.


" Jadi maksud Lo, laporan kematian Anastasya itu bohong...?" tanya David.


" Bukan kata Gue Vid. Tapi kata Nyonya Maureen ibunya Albert...," sahut Ranvier.


" Iya maksud Gue itu...," kata David.


" Iya. Soalnya Tuan Anthoni dan istrinya sama-sama memastikan jika gadis yang disandera di rumah keluarga Blair itu memang Anastasya...," sahut Ranvier.


" Tunggu deh. Apa hubungan Anastasya sama keluarga Blair itu...?" tanya David tak mengerti.


" Nyonya Blair adalah Tantenya Anastasya. Sejak dia menikah dengan Tuan Blair maka namanya pun dipanggil Nyonya Blair. Tapi motif sebenarnya menyembunyikan Anastasya masih misteri...," sahut Ranvier.


" Terus kenapa Tuan Anthoni dan istrinya mencurigai keluarga Blair...?" tanya David lagi.


" Ya karena Tantenya Anastasya alias Nyonya Blair adalah salah satu orang yang paling menentang pernikahan Anastasya dengan Albert. Kalo keluarga Anastasya yang lain ga setuju atas pernikahannya dengan Albert ya cuma karena Albert bukan orang kaya. Tapi kalo Nyonya Blair ini ga setuju sama pernikahan Anastasya karena alasan lain. Ya semacam punya motif tersendiri gitu lah, ga tau apaan...," sahut Ranvier.


" Kayanya ruwet amat ya Vier. Gue aja yang ngedengernya pusing apalagi Polisi nanti...," kata David sambil menggelengkan kepala.


" Maksud Lo Polisi juga bakal kesulitan mengurai benang kusut masalah ini Vid. Itu artinya sia-sia dong Gue lapor polisi tadi...?" tanya Ranvier dengan wajah kecewa.


" Itu kan menurut Gue Vier. Lo tenang aja. Insya Allah laporan Lo segera ditindak lanjuti. Apalagi data yang Lo kasih juga sebagian udah dikantongi Polisi. Mereka tinggal buka file aja nanti terus keliatan deh siapa aja yang pernah punya hubungan dengan Anastasya. Lagipula mereka kan punya team khusus yang sangat piawai mengatasi masalah kaya gini. Sebentar lagi juga bakal keliatan hasilnya...," sahut David berusaha menenangkan Ranvier.


" Oh gitu. Tapi Gue tetap minta tolong sama Lo buat ngawal kasus penculikan Anastasya itu ya Vid...," kata Ranvier penuh harap.


" Siap. Sekarang sebaiknya Lo pulang Vier. Udah malam, ga baik begadang buat anak kuliahan kaya Lo...," kata David.


" Iya Gue tau. Lo nganterin Gue pulang kan...?" tanya Ranvier.


" Iya lah. Sekalian biar Gue tau dimana rumah Lo...," sahut David hingga membuat Ranvier tersenyum.

__ADS_1


Tak lama kemudian David pun kembali melajukan motornya menuju rumah Ranvier. Karena sudah terlalu larut, David hanya mengantar hingga depan rumah. Pada kesempatan itu keduanya juga saling bertukar nomor telephon. Setelahnya David pamit pulang.


Ranvier pun masuk ke dalam rumah menggunakan kunci duplikat yang ia miliki.


" Baru pulang Vier...?" sapa Joshua tiba-tiba.


" Iya nih. Lo belum tidur Josh...?" tanya Ranvier.


" Nih baru mau tidur. Gue duluan ya Vier...," kata Joshua sambil menguap panjang.


" Ok, met tidur yaa Sayang...," gurau Ranvier.


Bukannya menjawab, Joshua justru menatap Ranvier dengan tatapan jijik. Tentu saja itu membuat Ranvier tertawa.


Ranvier pun memadamkan lampu ruang tamu sebelum melangkah ke kamar. Namun Ranvier menghentikan langkahnya saat melihat sosok pria mirip sosok Albert tengah berdiri di sudut ruang tamu.


Ranvier pun menunggu beberapa saat karena mengira sosok Albert akan mengatakan sesuatu padanya. Ternyata sosok Albert hanya diam sambil tersenyum kearahnya.


Ranvier pun menghela nafas panjang lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


\=\=\=\=\=


Dua hari kemudian Ranvier menerima kabar dari David jika pihak kepolisian mendatangi kediaman Blair. Jika sebelumnya Tuan dan Nyonya Blair bisa berkelit, kali ini mereka tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi saat rumah mereka digeledah, polisi juga menemukan Anastasya tengah dikurung di sebuah ruang sempit dan kotor.


" Terus Anastasya dimana sekarang...?" tanya Ranvier.


" Harusnya Lo nanyain nasib Tuan dan Nyonya Blair Vier. Kan kediaman mereka yang didatangi Polisi...," sahut David.


" Buat Gue mereka ga penting Vid. Gue yakin Polisi pasti udah nyiapin pasal khusus untuk menjerat mereka...," kata Ranvier.


" Lo bener Vier. Tuan dan Nyonya Blair ditetapkan sebagai tersangka penculikan Anastasya. Barang bukti dan kesaksian para tetangga di sekitar rumahnya udah cukup membuat mereka meringkuk di dalam jeruji besi...," sahut David.

__ADS_1


" Alhamdulillah..., akhirnya. Albert akan segera mendapat keadilan. Terus gimana nasib Anastasya ?. Apa dia dipulangkan ke rumah Orangtuanya...?" tanya Ranvier.


" Melihat kondisinya yang memprihatinkan, membuat Polisi tergerak membawa dia ke Rumah Sakit. Tapi Gue belom tau Rumah Sakit mana. Nanti Gue cari info lagi soal itu. Lo tunggu aja sebentar lagi pihak keluarga bakal dihubungi pihak Kepolisian..., " sahut David.


" Tapi kan Nyonya Maureen dan Tuan Anthoni bukan keluarganya Anastasya Vid. Kayanya mustahil dihubungi...," kata Ranvier.


" Iya juga sih. Terus mau Lo gimana dong...?" tanya David.


" Maunya sih Gue punya akses untuk bisa ketemu dan ngobrol langsung sama Anastasya. Masih ada beberapa hal yang perlu Gue obrolin sama dia. Gue yakin kedua orangtua Albert juga punya banyak pertanyaan kenapa cuma Albert yang hangus terbakar tapi Anastasya selamat...," kata Ranvier.


" Kalo itu masalahnya keliatannya mereka bakal beneran didatangi Polisi Vier. Tunggu aja satu atau dua hari lagi. Soalnya Gue denger si Anastasya itu selalu menyebut nama seorang cowok walau pun ga jelas. Dugaan Gue sih itu Albert ya. Kalo emang itu Albert, artinya Tuan Anthoni dan Nyonya Maureen bakal diinterogasi juga sama Polisi nanti. Kan Albertnya udah ga mungkin ditanya-tanya karena udah meninggal dunia...," kata David.


Ucapan David membuat Ranvier tersenyum.


" Ternyata Lo emang berbakat jadi Polisi Vid. Gue yakin kalo Lo jadi Polisi pasti bakal jadi Polisi yang hebat...," kata Ranvier.


" Ah bisa aja Lo Vier. Jangan bikin Gue ge er deh. Tapi thanks ya atas pujiannya...," sahut David sambil tertawa.


" Tapi Gue serius Vid, cara berpikir dan bicara Lo itu udah mirip Polisi beneran...," kata Ranvier sungguh-sungguh namun membuat David kembali tertawa.


" Aamiin. Andai Ayah Gue yang ngomong kaya gini pasti Gue udah salto bolak balik Vier...," sahut David.


" Gue pikir Ayah Lo perlu diyakinkan dengan bukti Vid. Kalo Lo udah bisa lulus pendidikan Polisi terus berprestasi di pekerjaan Lo nantinya, beliau pasti senang dan ga punya alasan untuk menghalangi keinginan Lo lagi...," kata Ranvier.


" Iya juga sih. Ok Vier, thanks sekali lagi untuk suport Lo. Insya Allah Gue bakal daftar ke sekolah pendidikan kepolisian nanti. Gue pastiin Gue adalah peserta pertama yang bakal daftar di sana...," kata David antusias.


" Bagus Vid. Inget ya, Gue juga cuma mau bukti bukan janji...," kata Ranvier mengingatkan.


" Kenapa kalimat Lo mirip slogan produk rumah tangga di Indonesia sana sih Vier...?" tanya David.


Pertanyaan David mau tak mau membuat Ranvier tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2