
Perjalanan Ranvier dan Tomi tak mengalami kendala apa pun. Mereka tiba dengan selamat di bandara Soekarno Hatta saat malam hari. Di sana mereka disambut orang suruhan kakek Randu yang langsung membawa mereka pulang ke rumah.
" Sebenernya ada apaan sih Bang. Kenapa mendadak Kakek nyuruh Aku pulang...?" tanya Ranvier.
" Maaf Mas. Saya juga ga tau...," sahut sang supir.
" Ck, gimana sih, masa gitu aja ga tau. Bukannya Kakek itu selalu heboh ya kalo nyuruh sesuatu. Sampe-sampe orang serumah ikutan heboh dan Mbok Rah yang jauh di dapur juga bisa tau...!" kata Ranvier kesal.
" Tapi beneran Saya ga tau Mas...," sahut sang supir dengan sabar.
" Sabar, sebentar lagi Kita kan sampe. Nanti Lo bisa tanya langsung sama Kakek Lo Vier...," kata Tomi menengahi.
Ranvier hanya mendengus kesal, sedangkan sang supir nampak menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat bagaimana Tomi bisa mengendalikan Ranvier dengan mudah.
Supir bernama Totok itu seusia dengan Tomi. Tapi diantara karyawan kakek Randu yang seusia mereka, hanya Tomi yang berani memanggil Ranvier tanpa embel-embel 'Mas'. Dan anehnya Ranvier tampak tak keberatan. Justru Ranvier terlihat paling lengket dengan Tomi.
Sejak pembicaraan tanpa hasil tadi Ranvier hanya menatap keluar jendela. Nampaknya remaja itu masih kesal karena kesenangannya terganggu. Bagaimana tidak, di kepala Ranvier berisi angan-angan panjang tentang liburan menyenangkan di tanah kelahiran Tomi. Tapi sayang semuanya pudar hanya karena paksaan sang kakek yang mendadak memintanya pulang.
Ranvier menghela nafas panjang saat menyadari dia tak bisa menentang keinginan sang kakek. Bukan karena ia tak berani, tapi karena Ranvier sangat menghormati dan menyayangi sang kakek. Baginya kakek Randu adalah pahlawan sekaligus keluarga satu-satunya yang ia miliki. Ia berjanji dalam hati untuk membahagiakan sang kakek bagaimana pun caranya.
Kedua mata Ranvier mengerjap saat menyadari mobil tak melewati jalan seharusnya. Meski pun malam dan gelap, tapi Ranvier lumayan hapal dengan kondisi jalan menuju ke rumahnya itu.
" Eh, bentar deh. Ini mau kemana Bang...?" tanya Ranvier sambil menoleh kearah Totok dan Tomi.
Namun Ranvier terkejut karena ternyata Tomi dan Totok tak ada di sampingnya. Selain itu Ranvier melihat dirinya bukan lagi berada di dalam mobil tapi di sebuah kotak kayu yang berguncang.
" Ya Allah, apa lagi ini...?" gumam Ranvier sambil menatap ke sekelilingnya dengan tatapan bingung.
Ranvier tersentak saat tangannya tak sengaja menyentuh permukaan dinding kotak kayu yang terasa kasar dan berserat. Kemudian Ranvier melihat ke bawah dimana terdapat tumpukan jerami kering yang sedang ia duduki.
Ranvier menoleh saat mendengar suara ringkikan kuda. Ia melihat seorang pria duduk membelakanginya sambil melayangkan cambuk kecil di tangannya kearah kuda di depannya. Saat itu lah Ranvier menyadari jika dirinya sedang berada di atas kendaraan sejenis delman yang bagian penumpang berbentuk kotak terbuat dari kayu yang bagian pintunya ditutup dengan tirai.
__ADS_1
Dari tempat duduknya Ranvier bisa melihat keluar melalui sela tubuh sang pengendali kuda. Suasana di luar terlihat gelap dan sunyi. Dan Ranvier yakin jika satu-satunya penerangan berasal dari obor yang ada di bagian samping delman.
" Maaf, Kita mau kemana Pak. Dan Bapak ini siapa ya...?" tanya Ranvier memberanikan diri.
Tak ada sahutan. Pria bertubuh gempal yang hanya mengenakan rompi itu nampak menatap ke depan sambil terus memacu kendaraan itu ke suatu arah.
Tak putus asa, Ranvier pun kembali mencoba bertanya. Namun kali ini Ranvier bergeser mendekati pria itu. Ia menepuk pundak pria itu hingga membuat pria itu terkejut lalu menoleh kearahnya.
" Saya tanya Kita mau kemana dan Bapak ini siapa...?" tanya Ranvier lagi.
Bukannya menjawab, pria bertubuh gempal itu hanya menggelengkan kepala. Kemudian ia kembali menatap ke depan sambil melayangkan cambuk kearah punggung kuda.
Tak lama kemudian delman berhenti di suatu tempat. Ranvier mencoba mengintip dan melihat jika mereka dihadang segerombolan orang berpakaian aneh.
Aneh karena semua orang mengenakan celana selutut warna hitam, dengan kain batik di bagian luar. Bagian atas mengenakan rompi warna warni dan ikat kepala juga bercorak batik.
" Apa dia ikut bersamamu...?!" tanya seorang pria dengan lantang.
Pria bertubuh gempal itu mengangguk lalu menunjuk kearah Ranvier.
Merasa percuma jika melakukan perlawanan, Ranvier pun menurut saja saat dua orang mendekat dan menggamit tangannya.
Ranvier pun keluar dari delman dan baru tersadar jika saat itu dirinya juga mengenakan pakaian yang sama dengan para pria di hadapannya.
" Silakan Tuan muda...," kata seorang pria di samping kanan Ranvier dengan santun.
Ranvier mengangguk dan melangkah kearah yang ditunjuk pria itu. Dalam benaknya Ranvier bertanya-tanya apa yang terjadi dan dimana dia sekarang.
\=\=\=\=\=
Sementara itu Tomi dan Totok sedang kebingungan mencari Ranvier yang mendadak pergi entah kemana.
__ADS_1
" Gimana nih Tom, dimana Mas Ranvier...?!" tanya Totok panik setelah gagal menemukan Ranvier.
" Gue juga ga tau, kok Lo nanya sama Gue. Kan Kita sama-sama keluar buat ngecek mesin mobil tadi...," sahut Tomi sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
" Di sini sepi banget, gelap juga. Kalo Mas Ranvier mau pergi, terus dia pergi kemana. Ga mungkin kan dia nyetop mobil lain...," kata Totok sambil menatap mobil-mobil yang melintas.
Saat itu mobil yang dikendarai Totok tengah menepi di pinggir jalan tol.
Sebelumnya Totok merasa sedikit tak nyaman saat mengendarai mobil. Ia berniat keluar dari tol dan mencari bengkel untuk mengecek kondisi mobil. Namun niat Totok urung terlaksana karena mobil mendadak mogok.
Kemudian Totok turun untuk membuka kap mobil. Tak lama berselang Tomi pun menyusul turun untuk menemaninya mengecek kondisi mesin.
Setelah memastikan mesin mobil baik-baik saja, Totok pun kembali ke dalam mobil dan mencoba menstarter mobil. Setelah mencoba beberapa kali, mesin mobil pun kembali hidup hingga membuat Totok menghela nafas lega.
" Udah Ok Tom...!" kata Totok sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Tomi.
" Siiipp...!" sahut Tomi sambil menutup kap mobil yang terbuka itu.
Kemudian Tomi melangkah ke samping lalu membuka pintu mobil. Tak sengaja matanya menatap sekilas ke kursi belakang mobil dan ia terkejut saat tak mendapati Ranvier di sana.
" Kemana Ranvier...?" tanya Tomi sambil menatap kearah Totok.
" Di sit..," ucapan Totok terputus saat ia menoleh dan tak mendapati Ranvier di kursi belakang.
" Kalo ada di situ Gue ga nanya Tok...," kata Tomi sambil mengedarkan pandangannya.
" Lagi pipis kali Tom...," sahut Totok sambil melongok keluar jendela.
" Ga mungkin Tok. Ranvier paling ga suka pipis sembarangan...," kata Tomi gusar.
Mendengar jawaban Tomi, Totok pun terkejut dan bergegas keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Setelah mencari beberapa saat Tomi dan Totok pun akhirnya tahu jika Ranvier memang tak ada lagi bersama mereka.
\=\=\=\=\=