Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
90. Diganggu Ummu Sibyan ?


__ADS_3

Melihat Ranvier dan Erwin keluar dari kamar, Amelia bergegas mengikuti. Sadangkan Akmal masih mematung di kamar bayi sambil mengamati seluruh ruangan.


" Masa ada kuntilanak di kamar bayi. Kan tadi abis dingajiin...," gumam Akmal tak percaya.


Sesaat kemudian Akmal nampak menghela nafas panjang lalu membalikkan tubuhnya dan bergegas keluar kamar.


Di luar kamar Akmal melihat Andira telah berpindah ke pelukan Amelia.


" Ini sebenernya ada apaan Vier...?" tanya Akmal.


" Gue jelasin ntar. Sekarang Kita sholat Maghrib dulu di musholla...," sahut Ranvier sambil melangkah keluar rumah.


Saat mencapai ambang pintu Ranvier berhenti melangkah lalu membalikkan tubuhnya dan mengatakan sesuatu kepada Amelia.


" Gendong Andira sampe Kita balik dari musholla ya Mel. Jangan ditaro di kamar dulu..., " pesan Ranvier.


" Iya Vier...," sahut Amelia cepat.


Kemudian Erwin nampak memberi kode pada Akmal agar segera keluar untuk ikut menunaikan sholat Maghrib berjamaah di musholla. Akmal pun mengangguk lalu berpamitan pada istrinya.


" Aku pergi dulu Mel, Assalamualaikum..., " pamit Akmal tanpa menatap wajah istrinya.


" Wa alaikumsalam..., " sahut Amelia cepat juga tanpa menatap wajah suaminya.


Ibu Akmal yang tak sengaja mengamati tingkah laku Akmal dan Amelia nampak hanya menggelengkan kepala. Ia bisa menebak jika telah terjadi sesuatu pada anak dan menantunya itu.


" Dasar anak muda. Kok bisa-bisanya musuhan di depan tamu, apa mereka ga malu ya...," gumam ibu Akmal sambil bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu.


\=\=\=\=\=


Usai menunaikan sholat Maghrib berjamaah di musholla, Akmal dan kedua sahabatnya itu pun kembali ke rumah.


Saat mereka masuk ke rumah, kondisi rumah yang semula berantakan nampak telah terlihat rapi. Rupanya Amelia dibantu beberapa sepupu dan kerabat telah membereskan bekas hajatan tadi.


Kini Ranvier meminta Akmal dan keluarganya duduk karena ia ingin menyampaikan hal penting.

__ADS_1


" Jadi gini Mal. Waktu Gue sama Erwin masuk ke dalam rumah tadi, ga sengaja Gue ngeliat pintu kamar Andira terbuka. Dan Gue ngeliat kalo Andira lagi ditemenin sama kuntilanak, persis di samping tempat tidurnya. Nah pas Gue sama Erwin masuk ke kamar, kuntilanak itu udah hampir menyentuh Andira. Makanya Gue buru-buru minta Erwin untuk menggendong Andira...," kata Ranvier mengawali pembicaraan.


Ucapan Ranvier membuat Amelia takut. Ia pun memeluk erat bayinya. Dalam hati Amelia bersyukur karena Ranvier dan Erwin berhasil menyelamatkan Andira.


" Iya Vier, makasih. Tapi yang Gue ga ngerti kenapa bisa ada kuntilanak. Kan tadi siang di sini digelar pengajian. Setau Gue makhluk halus kaya gitu kan paling takut kalo dingajiin...," kata Akmal.


" Masalahnya pintu dan jendela rumah ini kan terbuka sampe Maghrib Mal. Gue maklum karena semua orang kecapean setelah acara tadi siang. Tapi harusnya saat Maghrib, diusahain semua pintu dan jendela udah tertutup rapat. Apalagi kan ada bayi di sini. Larangan orangtua yang sering Kita denger dulu, yang bilang supaya ga di luar rumah saat Maghrib itu masuk akal Mal. Ternyata saat Maghrib itu lah banyak setan berkeliaran di luar rumah. Biasanya saat adzan Maghrib berkumandang, setan dan makhluk halus itu ketakutan lalu lari cari tempat aman. Jadi waktu ngeliat pintu dan jendela rumah ini terbuka, mereka pun masuk..., " kata Ranvier.


" Mereka ?, maksud Lo banyak setan yang masuk ke rumah ini selain kuntilanak tadi...?!" tanya Akmal gusar.


" Iya. Yang lain udah pergi, tapi kuntilanak itu masih stay di sini...," sahut Ranvier cepat.


" Duh gimana dong Vier. Gue ga mau Andira diganggu sama kuntilanak itu. Kasian, dia kan masih bayi...," kata Amelia tiba-tiba.


" Sebenernya sih ini bukan kuntilanak ya. Gue sebut kuntilanak biar gampang aja. Karena wujudnya emang mirip sama kuntilanak...," kata Ranvier.


" Kalo bukan kuntilanak terus apaan namanya Vier...?" tanya Erwin penasaran.


" Namanya ummu Sibyan. Dia salah satu jin wanita yang jahat. Ummu Sibyan sering menampilkan dirinya dalam wujud wanita, kadang berbulu lebat, dengan taring panjang, rambut panjang dan berbau busuk. Dia suka sekali mengganggu anak-anak. Cara masuknya unik. Dia masuk melalui jemuran yang dijemur di luar rumah hingga menjelang Maghrib. Dia nempel di sana dan ikut masuk saat jemuran dibawa ke dalam rumah. Atau melesat cepat melalui pintu dan jendela yang terbuka juga di waktu Maghrib. Itu sebabnya kenapa disarankan menutup pintu dan jendela rumah saat Maghrib...," sahut Ranvier.


" Jadi yang tadi masuk ke kamar Andira Ummu Sibyan Vier...?" tanya Akmal.


" Kalo seandainya Ummu Sibyan tadi berhasil menyentuh Andira, apa yang bakal terjadi sama Anak Gue Vier ?. Apa dia bakal jadi anak yang rewel...?" tanya Amelia.


" Itu hanya efek ringan Mel. Ummu Sibyan itu gemar memangsa darah dan daging anak-anak apalagi bayi seperti Andira. Efeknya ga akan terlihat langsung tapi biasanya tubuh anak yang diganggu sama makhluk itu ga bakal bisa tumbuh sebagaimana mestinya. Tubuh mereka bakal kurus kering walau makan banyak sekali pun. Wajah mereka juga pucat kaya anak yang mengidap penyakit tertentu. Belum lagi rasa sakit yang mereka rasakan saat makhluk itu menggerogoti tubuh mereka. Kasian kan...," kata Ranvier sambil menatap Andira dengan tatapan iba.


" Pantesan Lo marah banget tadi Vier, sampe nyuruh Gue cepet-cepet gendong Andira...," kata Erwin.


" Iya Win, abis Gue kan masih ga berani gendong bayi. Khawatir malah patah di gendongan Gue nanti...," sahut Ranvier sambil nyengir.


" Ya ga usah dipiting juga kali Vier. Pegang aja dengan lembut dan hati-hati...," kata Erwin.


" Itu yang Gue ga bisa Win...," sahut Ranvier.


" Terus apa yang harus Gue lakuin Vier...?" tanya Amelia.

__ADS_1


" Ke depannya sebaiknya gendong bayi Lo itu menjelang Maghrib Mel, setidaknya sampe orang sholat Maghrib berjamaah di musholla pulang ke rumah...," pesan Ranvier.


" Iya Vier, makasih udah dikasih tau...," sahut Amelia cepat.


" Mungkin ini bukan kali pertama Lo denger tentang ini Mel. Pasti orangtua dan mertua Lo juga udah pernah ngingetin. Iya kan...?" tanya Ranvier.


" Pastinya sih gitu Vier. Kalo Lo ga liat makhluk itu belum tentu Akmal dan Amelia percaya...," sela Erwin sambil mencibir hingga membuat Akmal dan Amelia salah tingkah.


" Tapi menurut Gue Ummu Sibyan itu udah berhasil masuk ke kehidupannya Andira...," kata Ranvier hingga mengejutkan semua orang.


" Maksud Lo gimana Vier...?" tanya Erwin.


" Ummu Sibyan emang ga berhasil menyentuh Andira karena keburu ketauan sama Kita tadi. Tapi dia berhasil membuat hubungan kedua orangtua Andira merenggang. Lo liat kan cara mereka duduk dan menatap...," sahut Ranvier sambil melirik Akmal dan Amelia yang saling membuang muka itu.


Akmal dan Amelia yang sama-sama terkejut mendengar ucapan Ranvier pun saling menatap sejenak. Ada kekhawatiran di mata Amelia. Bagaimana pun ia tak ingin Ummu Sibyan mengganggu rumah tangganya.


" Terus gimana cara mengusir pengaruh makhluk itu dari mereka Vier...?" tanya Erwin.


" Kalo soal itu Gue angkat tangan Win. Gue kan belum married. Cuma mereka yang tau gimana cara mengusir Ummu Sibyan yang menyusup masuk ke dalam rumah tangga mereka...," sahut Ranvier hingga membuat ibu Akmal yang mendengar ucapannya pun tersenyum.


" Kamu betul Vier. Kita liat siapa yang kuat diantara mereka bertiga. Ummu Sibyan atau Akmal dan Amelia...," sela ibu Akmal.


" Harusnya sih Akmal dan Amelia yang menang ya Ma. Karena mereka kan berdua sedangkan Ummu Sibyan itu sendiri...," sahut Ranvier.


" Betul...," kata ibu Akmal sambil tersenyum penuh makna.


" Kalo gitu Aku sama Erwin pamit ya Ma. Oh iya, hadiah buat Andira ada di meja ruang tamu. Ada sedikit oleh-oleh juga untuk Mama...," kata Ranvier sambil mencium punggung tangan ibu Akmal dengan takzim.


" Ok, makasih ya Vier...," sahut ibu Akmal yang diangguki Ranvier.


Kemudian Ranvier dan Erwin keluar dari rumah tanpa berpamitan pada Akmal dan istrinya.


" Hati-hati ya...," kata ibu Akmal.


" Siap Ma...!" sahut Ranvier dan Erwin bersamaan.

__ADS_1


Ibu Akmal melepas kepergian Ranvier dan Erwin hingga teras rumah. Setelahnya ia masuk ke dalam rumah dan melihat Akmal tengah memeluk Amelia.


\=\=\=\=\=


__ADS_2