Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
28. Diculik Lagi


__ADS_3

Setelah yakin tak mendapati Ranvier bersama mereka, Tomi pun segera menghubungi kakek Randu. Tomi berusaha menjelaskan kronologi kejadian sejak awal mereka bertemu Totok di bandara hingga Ranvier raib.


" Maksudmu Ranvier hilang...?!" tanya Kakek Randu panik.


" Iya Tuan, maaf...," sahut Tomi dengan suara bergetar.


" Astaghfirullah aladziim..., apalagi ini..., " kata kakek Randu sambil memijit pelipisnya.


Krisna yang memang masih setia menemani kakek Randu pun terkejut. Ia menopang tubuh kakek Randu yang oleng dan hampir terjatuh itu. Setelah mendudukkan kakek Randu di kursi, Krisna pun meraih ponsel kakek Randu.


" Apa Kamu yakin Mas Ranvier ga ada di sana Tom...?" tanya Krisna.


" Yakin Pak, Saya sama Totok udah nyari kemana-mana tapi ga ketemu juga...," sahut Tomi.


" Udah dicari sampe radius seratus meter dari lokasi belum...?" tanya Krisna.


" Ok, Saya cari sekarang Pak...," sahut Tomi sambil melangkah sejauh seratus meter ke belakang dari lokasi mobil berada.


" Masa gitu aja mesti diajarin juga Tom...," kata Krisna sedikit kesal.


" Iya iya maaf, nih lagi Saya cari. Tapi emang ga ada jejak Ranvier dimana-mana Pak. Sepanjang pinggir jalan tol kan dipagar tinggi, ada pohonnya juga. Mana mungkin Ranvier lompat keluar pagar. Kalo pun iya, untuk apa...?" tanya Tomi gusar.


" Iya juga sih. Ya udah, Kamu cari sekali lagi. Nanti Saya bakal kirim orang untuk bantuin nyari. Jangan lupa kirim lokasi Kamu sekarang...," kata Krisna.


" Baik Pak, makasih. Mmm..., ngomong-ngomong, apa Tuan Ranvier pingsan Pak...?" tanya Tomi cemas.


" Bapak gapapa, cuma shock aja sedikit...," sahut Krisna sambil tersenyum.


" Syukur lah. Saya jadi tenang sekarang. Kalo gitu, Saya cari Ranvier lagi ya Pak. Assalamualaikum..., " kata Tomi mengakhiri pembicaraan.


" Wa alaikumsalam..., " sahut Krisna.


Setelahnya Krisna mendekat kearah kakek Randu. Ia menghela nafas lega saat melihat kakek Randu baik-baik saja.

__ADS_1


" Apa yang harus Kita lakukan Kris ?. Kenapa Aku merasa kejadian kali ini sama dengan hilangnya Ranvier tahun lalu...," kata kakek Randu sambil menerawang jauh.


" Saya juga mikir kaya gitu Pak. Saya curiga kalo Mas Ranvier diculik lagi sama makhluk ghaib...," sahut Krisna hati-hati.


" Aku tau Cucuku itu sangat tampan. Tapi Aku ga abis pikir, apa cuma dia anak laki-laki yang bagus sehingga mereka harus terus mengejarnya. Apa ga ada orang lain yang bisa mereka ganggu selain Cucuku...," keluh kakek Randu.


Ucapan Kakek Randu mau tak mau membuat Krisna tersenyum. Ia mengerti bagaimana cemasnya sang tuan terhadap nasib cucu semata wayangnya itu. Namun Krisna sedikit lega karena reaksi sang tuan terlihat lebih santai dibandingkan saat pertama kali Ranvier menghilang.


" Usul Saya, Kita minta bantuan Daeng Payau aja Pak...," kata Krisna tiba-tiba.


" Kamu yakin Kris ?. Daeng Payau kan hanya mengurus soal ghaib dan tak kasat mata. Aku ga enak kalo ternyata raibnya Ranvier kali ini ga ada sangkut pautnya sama hal ghaib Kris. Jangan-jangan Ranvier lagi ngambek. Dan sekarang dia sedang menunjukkan kekesalannya aja gara-gara Aku suruh pulang saat lagi asyik berlibur...," sahut kakek Randu.


" Tapi kalo denger ceritanya Tomi sih kayanya mustahil Pak. Mas Ranvier ga mungkin pergi tanpa pamit. Kemungkinannya cuma satu, dia diculik lagi sama makhluk ghaib karena hilangnya tuh mendadak banget dan tanpa suara sama sekali. Menurut Saya orang biasa ga mungkin melakukannya kecuali setan. Karena setan kan bisa berpindah dimensi secepat kilat dan tanpa suara...," kata Krisna.


Kakek Randu nampak menganggukkan kepala tanda mengerti.


" Masuk akal juga sih. Kalo gitu Kamu telephon Daeng Payau sekarang ya Kris...," pinta kakek Randu.


Kemudian Krisna segera menghubungi Daeng Payau. Ternyata jawaban Daeng Payau mengejutkan Krisna, apalagi saat itu Daeng Payau bicara dengan santai seolah hilangnya Ranvier bukan masalah besar untuknya.


" Ranvier memang lagi dibawa jalan-jalan sama sekelompok pasukan dari alam ghaib Pak Kris...," kata Daeng Payau.


" Tuh kaaan..., Saya juga mikir gitu Pak Daeng. Terus apa yang harus Kita lakukan...?" tanya Krisna.


" Tarik semua orang yang udah Kalian kirim sekarang juga. Karena keberadaan orang-orang Kalian akan mengganggu dan bikin pasukan yang tersisa itu marah. Insya Allah Saya akan mencoba berkomunikasi dengan mereka nanti...," sahut Daeng Payau.


" Baik lah. Saya akan suruh mereka pulang segera. Terus apa lagi Pak...?" tanya Krisna tak sabar.


" Tunggu di rumah dan lakukan dzikir bersama, itu aja. Saya harus pergi sekarang dan tolong jangan hubungi Saya ya Pak. Karena Saya harus konsentrasi, maka Saya ga akan menjawab telephon nanti. Kalo semua selesai, Saya yang akan menghubungi Kalian. Mengerti kan Pak Kris...?" tanya Daeng Payau.


" Iya Pak, makasih...," sahut Krisna.


Usai mengatakan itu kedua alis Krisna nampak berkerut karena sadar Daeng Payau telah memutuskan pembicaraan secara sepihak. Ia mendengus kesal karenanya, apalagi Daeng Payau tak mengucapkan salam setelah bicara banyak hal tadi.

__ADS_1


" Dasar orang aneh...," gerutu Krisna sambil menggelengkan kepala.


" Ikuti aja apa maunya Daeng Payau itu Kris. Aku percaya dia bakal bisa menjemput Ranvier pulang nanti...," kata kakek Randu sambil memejamkan mata.


" Baik Pak...," sahut Krisna.


Kemudian Krisna nampak mulai menghubungi Tomi dan memintanya menghentikan pencarian.


" Hentikan pencarian dan pulang ke rumah sekarang...," kata Krisna tegas.


" Baik Pak...," sahut Tomi cepat lalu kembali ke mobil dan mengajak Totok pulang ke rumah Kakek Randu.


\=\=\=\=\=


Daeng Payau memang bergerak cepat. Entah bagaimana caranya, ia tahu dimana harus menjemput Ranvier.


Setelah memejamkan mata, Daeng Payau pun masuk ke alam ghaib. Ia tiba di depan sebuah pintu besar terbuat dari besi yang ia yakini sebagai pintu gerbang alam ghaib.


Daeng Payau nampak mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Sesaat kemudian ia menghela nafas panjang karena tak menjumpai apa pun di sana.


Kemudian Daeng Payau melangkah mendekati pintu gerbang. Ia mengulurkan telapak tangannya untuk menyentuh pintu besi yang dingin dan basah itu.


Perlahan Daeng Payau mendorong pintu besi berukuran besar itu. Dengan mudah ia masuk ke dalam karena tak seorang pun penjaga menghalangi langkahnya.


Saat tiba di bagian dalam Daeng Payau bisa mendengar suara musik gamelan diselingi tawa yang menggema. Nampaknya sedang ada pesta di sana.


Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Daeng Payau pun melangkah perlahan menuju sumber suara. Ia sengaja sembunyi di balik batu besar dan mencari Ranvier diantara kerumunan orang yang berpakaian aneh itu.


Daeng Payau nampak tersenyum saat berhasil menemukan Ranvier. Ia melihat Ranvier tengah duduk diapit empat orang pria dan wanita. Nampaknya mereka sengaja duduk di sana untuk mengawasi Ranvier agar tak pergi kemana-mana.


Seolah memiliki ikatan batin yang kuat, Ranvier pun menoleh kearah dimana Daeng Payau sembunyi. Ia pun tersenyum kearah guru spiritualnya itu. Daeng Payau memberi isyarat agar Ranvier tenang dan tak membuat gerakan yang mencurigakan.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2