
Ternyata bayangan hitam itu tak hanya mengikuti Kareen dan membuat jarinya terluka. Bayangan hitam itu juga mengikuti Maudy.
Jika Kareen diterror secara fisik, maka Maudy diganggu melalui mimpi.
Malam itu Maudy baru bisa tidur menjelang dini hari. Saat baru memejamkan mata, Maudy pun bermimpi aneh.
Dalam mimpinya Maudy merasa sedang berjalan-jalan di suatu tempat yang ramai. Suasananya mirip pasar malam. Saat itu lah Maudy berpapasan dengan seorang wanita.
Wanita itu terus menatap kearahnya dengan tatapan penuh kebencian. Meski pun Maudy mencoba menghindar, namun entah mengapa ia selalu bertemu dengan wanita itu. Lagi dan lagi.
Karena takut, Maudy pun berlari tanpa arah. Dan anehnya, tiap kali Maudy pergi ke suatu tempat maka wanita itu akan ada di tempat yang sama dan masih menatap dengan cara yang sama.
Seperti kali ini. Maudy lari ke sebuah stand penjual permen kapas. Maudy mencoba sembunyi diantara keramaian anak-anak yang mengantri untuk membeli permen kapas aneka warna itu. Namun seperti bisa mendeteksi keberadaan Maudy, wanita itu juga ikut masuk di dalam antrian sambil terus menatap Maudy.
" Siapa Kau ?. Kenapa terus mengikutiku, apa maumu...?!" tanya Maudy saking kesalnya.
Wanita penguntit itu hanya diam sambil terus menatap lekat kearah Maudy. Disaksikan banyak orang, wanita itu berani mendekati Maudy lalu mencekiknya.
Maudy berontak dan berusaha lari. Maudy juga menjerit meminta tolong, namun anehnya tak satu orang pun peduli. Dan saat itu lah Maudy sadar jika orang-orang tak melihat keberadaan wanita itu. Mereka justru menatap bingung kearah Maudy yang menjerit sambil memegangi lehernya.
Ucapan tak suka para pengunjung pun terdengar saling bersahutan.
" Dasar cewek aneh. Masa jerit-jerit ga jelas gitu...,"
" Maksudnya apa sih bertingkah kaya gitu. Ga liat ya banyak anak-anak di sini. Kalo mau berulah cari tempat lain dong...,"
" Ganggu banget sih, stress kali ya...,"
" Sebaiknya Mbak keluar aja. Di sini banyak anak-anak. Kasian tuh mereka ketakutan gara-gara Mbak teriak-teriak kaya gitu...,"
Kalimat yang diucapkan para pengunjung membuat Maudy bingung. Ditambah rasa sakit yang mendera lehernya akibat cekikan wanita asing itu membuat Maudy makin panik.
Setelah berhasil melepaskan diri dari cekikan wanita asing itu, Maudy pun lari sejauh mungkin.
Maudy terus berlari, sementara wanita asing yang tadi mencekiknya terus mengejar di belakang.
Dalam mimpi itu Maudy akhirnya tiba di sebuah tanah lapang kosong yang luas. Tak ada apa pun di sana. Saking lelahnya Maudy pun jatuh tersungkur karena tak sanggup lagi berlari.
Saat menoleh ke belakang, Maudy melihat wanita itu mendekat kearahnya. Gaun hitam panjang yang menjuntai ke tanah dengan rambut terurai dan wajah yang samar, membuat Maudy menangis dan menggigil ketakutan.
__ADS_1
" Ampuuunnn... ampuuunnn..., jangan sakiti Aku. Tolong berhenti. Aku capek, ini sakit.Please jangan lagi...," kata Maudy menghiba.
Wanita itu berhenti melangkah tepat di belakang Maudy. Nafasnya terdengar memburu pertanda jika wanita itu sangat marah. Menyadari kemarahan wanita itu dan khawatir akan disakiti lagi, Maudy pun memberanikan diri bertanya.
" Apa maumu ?, apa yang harus Aku lakukan supaya Kamu berhenti mengejarku...?" tanya Maudy putus asa.
" Tinggalkan dia...," sahut wanita itu.
" Tinggalkan siapa...?" tanya Maudy.
" Dia...," sahut wanita itu.
" Iya, tapi dia itu siapa...?" tanya Maudy sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wanita itu.
Saat itu lah Maudy melihat wajah wanita itu dengan jelas. Dalam penglihatan Maudy penampakan wanita itu terlihat menyeramkan. Wanita itu mendekatkan wajahnya ke wajah Maudy lalu bicara sekali lagi.
" Tinggalkan dia. Dia milikku. Mi... lik... ku...!" kata wanita itu dengan lantang hingga membuat Maudy menutup telinga karena suara wanita itu mendengung keras hingga membuat telinganya sakit.
Maudy pun terbangun dari tidurnya sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Kemudian gadis itu bangkit perlahan dan duduk.
Maudy mengamati dirinya sendiri. Saat itu sekujur tubuhnya basah dengan keringat seolah ia baru saja berlari jauh. Nafasnya pun sesak dan ia merasa sangat letih.
" Ya Allah, mimpi apaan sih tadi. Serem banget...," gumam Maudy sambil bergidik.
" Mimpi aneh, masa bisa bikin rambut Gue acak-acakan kaya gini sih...," gumam Maudy sambil menyigar rambutnya dengan jemari tangannya.
Kemudian Maudy membalik posisi bantalnya lalu kembali berbaring dan tidur.
Keesokan harinya Maudy bangun dengan sekujur tubuh yang terasa sakit. Maudy pun demam dan itu membuat sang Mama melarangnya pergi ke sekolah.
" Mama udah video call sama wali kelas Kamu dan ngasih liat kondisi Kamu. Jadi Kamu ga usah khawatir bakal dianggap bolos...," kata Mama Maudy.
" Iya Ma...," sahut Maudy.
" Sekarang Mama tinggal dulu ya. Mama janjian sama orang nih di toko...," kata Mama Maudy sambil mengecup kening sang anak.
" Iya Ma. Tapi jangan lama-lama ya...," pinta Maudy.
" Dasar manja. Paling jam sebelas Mama udah sampe rumah. Kamu mau Mama bawain apa nanti...?" tanya sang Mama.
__ADS_1
" Mie Aceh...," sahut Maudy singkat yang diangguki sang Mama.
" Ok, Mama berangkat ya. Assalamualaikum..., " pamit Mama Maudy.
" Wa alaikumsalam...," sahut Maudy sambil kembali memejamkan mata.
Namun baru sejenak memejamkan mata, Maudy dikejutkan dengan suara teman-temannya yang datang menjenguk.
" Duh berisik banget sih. Baru juga merem udah kebangun lagi...," gerutu Maudy sambil mengucek matanya.
Ucapan Maudy sontak membuat teman-temannya tertawa.
" Ini udah jam setengah dua lho Nak. Mama bangunin daritadi ga bangun juga. Tuh, mie Aceh nya udah Mama beli. Liat, gara-gara ga langsung dimakan jadi dingin deh...," kata Mama Maudy.
Maudy tersentak kaget lalu menatap sang mama dengan tatapan tak percaya.
" Setengah dua siang Ma...?" tanya Maudy.
" Iya...!" sahut Mama Maudy cepat.
" Tapi Aku baru aja merem Ma...," kata Maudy.
" Iya percaya. Sekarang bangun dan makan, abis itu minum obat ya...," kata Mama Maudy sambil membantu Maudy duduk.
Saat Maudy bangkit dan merapikan rambutnya ke belakang, saat itu lah terlihat jelas warna kehitaman di lehernya.
" Eh, leher Lo kenapa tuh Mod...?" tanya Dilla.
" Kenapa apanya...?" tanya Maudy tak mengerti.
" Liat deh girls, lehernya Maudy kok hitam gitu ya...," kata Maudy sambil menoleh kearah empat temannya.
" Iya. Lo abis ngapain sih Mod...?" tanya empat teman lainnya.
" Ga ngapa-ngapain kok...," sahut Maudy gusar.
Mama Maudy pun ikut mengamati dan menyentuh lebam di leher Maudy itu. Ia mengerutkan keningnya karena merasa lebam di leher sang anak mirip dengan luka cekikan. Warna kehitaman jelas terlihat melingkari leher Maudy.
" Ini kaya bekas cekikan. Siapa yang ngelakuin ini Nak...?!" tanya Mama Maudy panik hingga mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Maudy tertegun karena teringat mimpi buruknya semalam. Ia tak menyangka jika akibat dari mimpi itu terbawa hingga ke alam nyata.
\=\=\=\=\=