Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
136. Kerasukan


__ADS_3

Kakek Randu pun tak kalah terkejutnya mendengar jawaban Daeng Payau.


" Maksudmu Rahman menolong orang bernama Wijaya yang wajahnya mirip sama anak ini...?!" tanya Kakek Randu antusias.


" Iya Pak. Makanya Saya sempet kaget pas ngeliat wajahnya tadi. Anak ini mirip sekali sama Pak Wijaya. Laki-laki itu lagi kebingungan sama jalan hidupnya. Katanya anak perempuannya pergi, tapi anehnya dia baru sadar kehilangan anaknya ya baru beberapa hari ini. Padahal setau dia Anaknya pergi udah berbulan-bulan. Dia juga bingung kenapa rasa sayangnya sama anak tunggalnya itu hilang begitu saja...," sahut Daeng Payau.


" Apa dia bilang siapa nama Anaknya itu...?" tanya kakek Randu.


" Ga Pak. Mungkin menurut dia ga penting...," sahut Daeng Payau sambil menggedikkan bahunya.


" Ceritanya mirip sama apa yang dialami Nada. Kebetulan Aku pernah ketemu sama Ayahnya yang bernama Wijaya itu di sebuah acara yang digelar salah seorang pengusaha. Kalo cerita mereka begitu mirip, jangan-jangan mereka memang Ayah dan Anak...," kata Kakek Randu antusias.


" Keliatannya sih begitu Pak. Apalagi wajah anak ini mirip banget sama Pak Wijaya...," sahut Daeng Payau sambil menatap Nada dengan lekat.


Perlahan Daeng Payau maju lalu menyentuh kedua lengan Nada yang digunakan untuk menutupi kepalanya. Nada tampak meronta lalu menepis tangan Daeng Payau dengan kasar.


" Jangan sentuh Aku...!" kata Nada dengan suara tajam dan tatapan marah.


Suara yang sama sekali berbeda dari yang dikenali kakek Randu dan semua orang selama ini.


" Daeng. Dia... sepertinya dia bukan Nada...," kata kakek Randu ragu.


" Iya, Saya tau Pak. Sakit kepala yang dia rasakan adalah penyakit kiriman alias santet. Tapi sekarang Anak ini justru kerasukan makhluk yang disuruh menghabisinya. Keliatannya makhluk itu terusik saat mendengar Kita membicarakan Wijaya tadi. Saya yakin selain disuruh mencelakai Nada, makhluk ini juga pernah disuruh melakukan sesuatu pada Wijaya...," sahut Daeng Payau sambil mengangguk.


" Jadi...," ucapan kakek Randu terputus saat tiba-tiba Nada menyerang Daeng Payau dengan kekuatan penuh.


" Awaass... Pak!. Semua keluar sekarang...!" perintah Daeng Payau sambil melompat mundur untuk menghindari serangan Nada.


Krisna pun sigap memapah Kakek Randu keluar dari kamar. Ia juga menyuruh perawat yang merawat Nada keluar dari kamar.

__ADS_1


" Jangan tinggalin Daeng sendirian Kris. Kasian dia. Kalian tetap berjaga di sini, siapa tau Daeng butuh Kalian untuk megangin Nada nanti...," kata Kakek Randu.


" Baik Pak. Yuli, tolong bantu Bapak jalan dan dudukkan di ruang tengah ya...," kata Krisna sambil menyerahkan kakek Randu pada sang perawat.


" Baik Pak...," sahut Yuli lalu bergegas mengambil alih tugas Krisna.


Setelahnya Krisna kembali ke kamar tamu. Ia bergabung dengan Tomi dan dua orang karyawan lainnya untuk berjaga di ambang pintu kamar. Dari sana mereka bisa melihat 'pertempuran' antara Nada dan Daeng Payau.


Jika semula Nada mengamuk sambil memegangi kepalanya sendiri, tapi kali ini dia justru menyerang Daeng Payau. Semua orang terkejut melihat ulahnya namun Daeng Payau terlihat tenang.


" Wijaya...! Wijàyaaa...!" panggil Nada berulang-ulang sambil terus melancarkan serangan kearah Daeng Payau.


Karena Nada menguasai ilmu bela diri silat, maka saat kerasukan seperti itu kekuatan Nada makin berlipat ganda. Dan Daeng Payau pun tak sungkan lagi menggunakan kemampuannya untuk menghadapi Nada.


Dan di menit ke sebelas, Daeng Payau berhasil melumpuhkan Nada.


" Pegangi kakinya...!" kata Daeng Payau lantang sambil menarik kedua tangan Nada ke belakang punggungnya.


" Sia*an. Mati Kau Nada. Matiii...!" kata makhluk yang merasuki Nada.


" Kenapa Nada harus mati. Siapa yang menyuruh Kamu melakukan itu...?!" tanya Daeng Payau.


" Nada harus mati karena Nada menghalangi Aku. Nada harus mati karena Nada tau sesuatu. Aku benci dia. Aku benci Nadaaa...!" sahut makhluk itu sambil menjerit marah.


Daeng Payau pun berdzikir lalu meniup telapak tangannya yang kemudian ia usapkan ke wajah Nada.


Saat telapak tangan Daeng Payau menyapu wajahnya, Nada menjerit dan tubuhnya mengejang hingga membuat dua karyawan kakek Randu yang memeganginya kewalahan. Krisna pun bergegas membantu namun tak membuahkan hasil.


Nampaknya kekuatan makhluk yang merasuki Nada sangat besar hingga memaksa Daeng Payau melakukan sesuatu.

__ADS_1


" Pergi sekarang...!" kata Daeng Payau sambil menekan perut Nada dengan telapak tangannya persis seperti yang dilakukan Ranvier tempo hari.


Ajaib. Setelah melakukan itu makhluk dalam tubuh Nada bereaksi. Ada suara mendengkur dari tenggorokan Nada disertai tubuh yang mengejang. Nada nampak menatap Daeng Payau sambil menyeringai lalu mengatakan sesuatu.


" Aku pergi sebentar, hanya sebentar. Karena setelah ini Aku pasti kembali dengan semua pasukanku untuk menjemputnya...," kata Nada setengah berbisik.


" Pergi atau mati...!" bentak Daeng Payau sambil menyentuh leher Nada dengan dua jarinya.


Terdengar suara tawa kuntilanak keluar dari mulut Nada. Suaranya yang membahana dan seolah mengejek itu membuat bulu kuduk semua orang yang mendengarnya meremang.


Dan setelahnya tubuh Nada terkulai lemas. Nada pun jatuh pingsan setelah makhluk yang merasukinya keluar.


Kemudian tubuh Nada dibaringkan di atas tempat tidur. Saat Krisna hendak membuka ikatan sprei yang melilit tangan dan kaki Nada, Daeng Payau pun mencekal tangannya.


" Jangan lepas ikatannya Pak Kris. Makhluk itu bisa sewaktu-waktu kembali dan menyakiti Nada nanti...!" kata Daeng Payau lantang hingga mengejutkan Krisna.


" Saya hanya mau mengendurkan ikatannya aja Pak. Kasian, keliatannya Nada sulit bernafas...," sahut Krisna.


" Gapapa. Makhluk itu masih berkeliaran di sekitar sini dan menunggu seseorang melepas ikatan Nada. Kalo Kamu melepaskan ikatan Nada, artinya makhluk itu sudah berhasil mempengaruhi Kamu...," kata Daeng Payau sambil menatap Krisna dengan lekat.


" Astaghfirullah aladziim..., masa begitu sih Pak ?. Saya hanya merasa iba aja ngeliat kedua tangan dan kaki Nada diikat kaya gitu. Saya khawatir dia keseleo pas siuman nanti. Pasti ga nyaman kan pas bangun tapi kedua tangan dan kaki terasa sakit...," kata Krisna tak enak hati.


Dan sedetik setelah Krisna menyelesaikan kalimatnya, Daeng Payau langsung menekan wajah Krisna dengan telapak tangannya hingga membuat Krisna gelagapan.


Dua karyawan kakek Randu yang melihat aksi Daeng Payau pun terkejut namun tersenyum saat melihat reaksi Krisna setelahnya.


Rupanya Krisna tak menyadari apa yang telah ia lakukan dan ucapkan tadi. Dan saat ia kembali sadar ia terkejut melihat dirinya ada di pelukan Daeng Payau dengan posisi saling berhadapan.


" Eh, apa-apaan nih. Ngapain Saya dipeluk kaya gini Pak Daeng...?!" protes Krisna sambil mendorong Daeng Payau hingga pria itu mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Bukannya marah, Daeng Payau hanya tersenyum. Ia melirik kedua karyawan kakek Randu sambil mengacungkan jempolnya pertanda jika Krisna telah kembali dan baik-baik saja. Kedua karyawan kakek Randu pun balas tersenyum sambil mengangguk.


\=\=\=\=\=


__ADS_2