
Anak laki-laki berusia dua tahun lebih yang diberi nama Kenzie Rajana nampak berlarian di halaman Rumah sambil tertawa. Di belakangnya terlihat Totok sedang berlari mengejarnya. Di teras rumah tampak Ranvier dan Nada tengah mengamati sambil tersenyum.
Saat itu rumah peninggalan Kakek Randu terlihat sibuk karena akan diadakan aqiqah untuk adik Kenzie yang baru saja lahir.
Kakek Randu meninggal setahun yang lalu karena usia senja. Ranvier sangat terpukul saat itu. Namun suport dari Nada, Kenzie, sahabat, dua guru spiritualnya dan orang-orang yang menyayanginya membuat Ranvier tegar dan bisa melewati semuanya. Ranvier sadar, tak seorang pun di dunia ini yang abadi apalagi bisa melawan takdir.
Dan saat Kenzie berusia setahun setengah, Nada kembali hamil anak kedua. Namun di kehamilan kali ini Nada bisa lebih relaks. Rupanya pengalaman buruknya saat mengandung Kenzie menjadi pelajaran berharga untuk Nada. Dan saat Kenzie berusia dua tahun tiga bulan, lahir lah anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan.
Bayi perempuan cantik yang diberi nama Kamila Rajana hadir untuk melengkapi kebahagiaan kedua orangtua dan keluarganya.
Untuk bayi keduanya Nada harus melahirkan melalui operasi Caesar. Itu karena Nada kelelahan usai mengejar Kenzie yang sedang aktif bergerak hingga tak menyadari air ketubannya sudah pecah sejak beberapa waktu. Saat Nada menyadari dirinya hampir melahirkan, Nada pun akhirnya mau dilarikan ke Rumah Sakit.
Satu per satu tamu pun nampak mulai berdatangan. Erwin datang pertama kali bersama Yanti dengan membawa kabar gembira. Rupanya Yanti tengah hamil anak pertama mereka. Berkat bantuan Ranvier, akhirnya Erwin berhasil meluluhkan hati Yanti agar mau menerima pinangannya.
Kakek Randu yang sempat menyaksikan pernikahan Erwin dulu pun berharap agar Erwin tak mempermainkan pernikahan.
" Jangan terus tebar pesona sama wanita lain di luar sana Win. Ingat, Kamu susah payah mendapatkan Yanti, maka sayangi lah dia. Lagian sudah waktunya Kamu serius supaya rumah tanggamu bisa langgeng hingga akhir hayat..., " kata Kakek Randu kala itu.
" Iya Kek. Aku janji akan setia dan menjadikan Yanti satu-satunya wanita yang Aku nikahi. Sekarang, nanti dan selamanya...," sahut Erwin mantap sambil menatap Yanti lekat.
" Bagus. Pegang janjimu ya Win. Dan kalo dia bohong, tinggalkan saja dia Yan...," kata Kakek Randu yang diangguki Yanti.
" Jangan dong Kek. Jangan ya Sayang...," pinta Erwin sambil memeluk Yanti erat.
" Itu semua tergantung sama Kamu sendiri. Kalo Kamu setia, Aku stay. Kalo Kamu berulah, Kita bubar aja...," sahut Yanti dengan mimik wajah serius.
" Ok deal...!" sahut semua orang hingga membuat Erwin terkejut lalu melengos kesal.
Dan kini, Erwin pun nampak terharu saat menceritakan kehamilan Yanti. Entah mengapa Erwin merasa takut jika anaknya akan menjadi seperti dirinya.
" Jelas aja dia mirip Kamu karena Kamu kan Ayahnya Bang...," kata Nada kesal.
" Tapi Gue ga mau dia kaya Gue Nad...," sahut Erwin.
" Maksudnya gimana sih Bang...?" tanya Nada tak mengerti.
" Begini Mbak Nada, Suami Saya khawatir kalo anak laki-lakinya bakal jadi play boy kaya dia. Tapi dia juga khawatir kalo anak perempuannya dimodusin sama cowok play boy di luar sana karena dia kan dulu sering modusin cewek-cewek...," kata Yanti kesal.
Ucapan Yanti membuat Ranvier dan Nada terkejut lalu tertawa geli.
" Repot dong kalo kaya gitu...!" kata Nada di sela tawanya.
" Iya. Makanya Aku sih santai aja. Daripada merhatiin Bapaknya, lebih baik Aku fokus sama kandunganku aja...," sahut Yanti sambil mengusap perutnya hingga membuat Nada kembali tertawa.
" Ga usah mikirin yang belum kejadian Win. Yang harus Lo siapin tuh mental buat jadi Bapak. Anak kan ibarat kertas putih. Tinggal gimana Kita menulis di atasnya nanti. Kalo yang Kita tulis baik, insya Allah mereka akan jadi orang baik. Tapi kalo yang Kita ajarin keburukan, ya jangan harap mereka bakal tumbuh jadi orang baik...," kata Ranvier bijak.
__ADS_1
" Sesimple itu Vier...?" tanya Erwin.
" Ga simple lah. Lo bakal tau nanti gimana rasanya punya anak. Tapi di luar itu, ada rasa yang ga bisa diucapkan sama kata-kata deh pokoknya. Kata seru aja ga cukup menggambarkan semuanya...," sahut Ranvier sambil tersenyum penuh makna.
" Jadi Gue masih punya kesempatan memperbaiki masa lalu Gue ya Vier...?" tanya Erwin.
" Mungkin mempersiapkan masa depan anak lebih tepatnya. Kalo masa lalu kan udah ga bisa diulang atau diperbaiki Win...," sahut Ranvier cepat.
" Lo bener. Gue bakal tulis sesutu yang baik di kertas putih itu sampe semua orang perlahan bisa melupakan masa lalu Gue yang breng**k...," kata Erwin mantap.
" Setuju...!" sahut Ranvier.
" Tapi jangan modus juga buat besanan sama Ranvier ya Win...," kata Akmal tiba-tiba.
Semua orang menoleh lalu tersenyum melihat kedatangan Akmal dan istrinya. Mereka saling memeluk lalu kembali berbincang hangat.
" Oh kalo itu sih terserah Allah aja Mal. Gue cuma mengikuti alurnya aja. Besanan sama Ranvier atau sama Lo sama aja buat Gue...," sahut Erwin santai namun membuat Akmal mendelik.
" Gue ga mau besanan sama Lo ya Win...!" sergah Akmal.
" Lo ga bakal bisa nolak Mal. Gimana kalo ternyata Anak-anak Kita saling mencintai...?" tanya Erwin sambil menatap Akmal.
" Ish, apaan sih Lo...," sahut Akmal sambil bergidik hingga membuat Ranvier tertawa geli.
Ketiganya pun melangkah bersama sambil menceritakan tumbuh kembang anak mereka masing-masing.
Dan tak lama kemudian Ustadz Rahman dan Daeng Payau pun hadir menyemarakkan suasana. Ranvier menyambut kedatangan mereka dengan gembira. Sejak kepergian Kakek Randu, Ranvier menjadikan kedua guru spiritualnya itu sebagai orangtuanya. Tempat dimana dia berkeluh kesah tentang semua hal. Ikatan batin ketiganya pun makin erat dan tak terpisahkan.
\=\=\=\=\=
Acara aqiqah Kamila Rajana berjalan lancar. Banyak doa dan ucapan selamat terlontar untuknya. Tamu pun sudah tak terlihat karena mereka telah kembali ke rumah masing-masing.
Ranvier nampak sedang menggendong bayi perempuannya sambil sesekali menciuminya dengan sayang. Sedangkan Kenzie duduk nyaman di pangkuan Nada sambil sesekali menguap pertanda mulai mengantuk.
Kini Ranvier dan keluarganya tengah duduk di ruang tengah, ruang favorit Kakek Randu yang juga jadi ruang favorit keluarga kecil Ranvier. Beberapa orang nampak mondar-mandir untuk merapikan rumah. Mereka adalah karyawan yang juga tinggal di rumah Ranvier. Meski pun bukan orang yang sama seperti saat Kakek Randu masih hidup, namun Ranvier tetap memperlakukan mereka dengan baik.
Semua orang bisa datang silih berganti di kehidupan Ranvier, namun cinta sejati Ranvier adalah Nada. Ranvier pun menatap wanita yang telah melahirkan dua anak untuknya itu dengan tatapan lembut dan penuh cinta.
" Kenapa ngeliatin Aku kaya gitu Sayang...?" tanya Nada.
" Aku mau berterima kasih karena Kamu telah hadir di hidupku. Sudah mau jadi Istriku dan melahirkan anak-anak yang hebat untukku...," sahut Ranvier.
" Aku yang harusnya berterima kasih karena Kamu mau menikahi wanita dengan masa lalu buruk ini. Memberi banyak kesempatan, selalu sabar dan mau membimbing Aku supaya jadi lebih baik...," sahut Nada dengan mata berkaca-kaca.
Ranvier pun tersenyum lalu menghampiri istrinya. Kemudian ia mencium kening Nada beberapa saat.
__ADS_1
" Itu karena Aku mencintai Kamu Nada Kiara Wijaya...," bisik Ranvier di telinga Nada hingga membuat sang istri tersenyum.
" Aku juga mencintaimu, selalu dan selamanya...," sahut Nada sambil menoleh lalu mengecup bibir sang suami dengan lembut.
Ranvier pun menahan kepala Nada untuk membalas kecupannya. Namun rengekan Kenzie membuat Ranvier dan Nada menghentikan aksinya.
" Duh, kenapa Sayang. Emang Papa ga boleh sayang Mama ya...?" tanya Ranvier sambil mengusak rambut Kenzie dengan gemas.
Kenzie mengangguk sambil mengalungkan kedua lengan mungilnya di leher sang Mama hingga membuat Ranvier tertawa. Ranvier tahu jika Kenzie sangat pencemburu dan tak suka berbagi kasih sayang. Baginya sang Mama adalah miliknya. Namun hal berbeda justru ditunjukkan Kenzie pada Kamila. Kenzie akan membiarkan sang Mama menyayangi Kamila seolah ia mengerti jika bayi itu masih bergantung sepenuhnya pada sang Mama.
" Kenzie sayang Adik ga...?" tanya Nada tiba-tiba.
" Iya...," sahut Kenzie.
" Kalo gitu, dikiss dulu dong Adiknya...," pinta Nada.
Kenzie pun memajukan tubuhnya lalu mengecup pipi bayi dalam gendongan sang papa dengan hati-hati.
" Kalo udah besar nanti Kenzie harus jagain Adik ya. Sayangi Adik, jangan biarkan siapa pun menyakiti Adik. Tapi jangan lupa mendidiknya supaya jadi cewek yang baik, tangguh dan ga manja...," kata Ranvier sambil mengusap kepala Kenzie.
" Iya Papa...," sahut Kenzie sambil menguap.
" Sekarang Kenzie sama Papa yuk, biar Adiknya bisa bobo sama Mama...," bujuk Ranvier.
Kenzie pun mengangguk lalu membiarkan sang Mama menggendong Kamila. Setelahnya Kenzie berpindah ke dekapan Ranvier. Lalu tak lama kemudian ia pun terlelap di sana.
S E L E S A I
\=\=\=\=\=
Assalamualaikum wr wb readers tersayang...
Alhamdulillah..., akhirnya novel ini selesai juga. Sejujurnya dari sekian novel yang pernah author tulis, ini adalah novel tersulit karena ada beberapa kendala yang author hadapi. Namun Alhamdulillah, Allah kasih author kekuatan untuk bisa menyelesaikan kisah Ranvier ini.
Author juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua suport yang readers berikan. Mohon maaf atas segala kekurangan yang author lakukan baik sengaja atau pun tidak.
Insya Allah kita ketemu lagi di novel berikutnya yaa.
Makasih...
Wassalamu'alaikum wr wb.
author
( ummiqu )
__ADS_1