Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
48. Jangan Mandi Bareng !


__ADS_3

Setelah selesai menetralisir Akmal dan Erwin, Daeng Payau menyarankan keduanya untuk mandi.


" Sekarang Om...?" tanya Akmal.


" Iya. Jangan bilang Kalian berdua takut ya...!" kata Daeng Payau.


" Bukan gitu Om. Ini masih pagi banget, belum Subuh juga. Airnya dingin Om...," sahut Akmal sambil menggedikkan bahunya.


" Alasan. Kan ada air panas di dalam sana Mal. Lo jangan belaga lupa ya...," sela Ranvier kesal.


" Oh iya, Gue lupa Vier. Suer...," sahut Akmal dengan mimik wwjah serius.


" Kalo gitu Kita mandi bareng aja Mal. Lo pake shower, Gue pake bathtub...," ajak Erwin yang diangguki Akmal.


" Jangan mandi bareng. Sendiri-sendiri aja...!" kata Daeng Payau.


" Lho kenapa Om, cuma biar hemat waktu aja kok. Kan Om bilang harus cepet, sebelum adzan Subuh juga dijamin Kita berdua udah selesai màndi...," sahut Erwin.


" Sebaiknya jangan pernah mencoba mandi bareng kaya gitu kalo emang ga darurat banget. Itu pun harus dilakukan dalam kondisi masih mengenakan cela*a dan jangan telan*ang bulat. Saat mandi bersama tanpa pakaian, Kalian pasti akan saling melihat organ int*m teman Kalian. Saat itu lah Kalian mulai membandingkan milik Kalian dengan milik teman Kalian terus Kalian tertawa. Dan saat setan lewat, sesuatu yang Kalian anggap lucu itu malah justru jadi rasa kagum. Yang kaya gini bisa jadi awal tumbuhnya bibit saling mencintai diantara pria seperti kasus homreng yang baru aja Kita bahas. Selanjutnya Kalian bisa tebak sendiri apa yang bakal terjadi. Emangnya Kalian mau berubah haluan jadi penyuka sesama jenis dan dilaknat Allah...?" tanya Daeng Payau sambil menatap Akmal dan Erwin bergantian.


" Ga Om !. Naudzubillahi min dzalik...!" sahut Erwin dan Akmal lantang sambil bergeser menjauh dan saling menatap jijik.


" Ternyata semua berawal dari hal yang sederhana banget ya Paman...," kata Ranvier lirih.


" Betul Vier. Itu lah alasan mengapa Kita dilarang mandi bareng dengan sesama jenis apalagi lawan jenis. Untuk lawan jenis bahkan harus disahkan dalam ikatan suci yang namanya pernikahan baru bisa mandi bareng. Hanya mereka berdua ya, tanpa orang lain. Karena yang lain judulnya tetap aja setan yang mengganggu. Setan kan selalu mengelilingi manusia dan pandai membolak balik keadaan. Wujudnya juga bisa menyerupai manusia. Mereka menjadikan sesuatu yang dipandang tak baik menjadi sesuatu yang indah dan menyenangkan. Kan emang begitu tugas setan, yaitu menyesatkan manusia supaya Kita ikut sama mereka masuk ke nerakanya Allah...," sahut Daeng Payau.


" Apa itu juga berlaku buat kaum perempuan Paman...?" tanya Ranvier.


" Iya Vier. Apalagi wanita itu kaum yang bisa dibilang lemah, walau pun sekarang digaungkan tentang emansipasi wanita dimana-mana. Tapi khusus hal ini, pengendalian diri dan emosi wanita memang setingkat lebih rendah dari pria. Apalagi saat berhadapan dengan sesama wanita yang menurut mereka memiliki pengalaman yang sama. Sama-sama pernah dilecehkan, sama-sama pernah disakiti pria atau pasangan, maka dengan mudah setan membelokkan sisi melankolis mereka kearah yang salah. Jadi lesbian dianggap lumrah karena bisa menjadi solusi. Mereka mengira dengan cara mencintai sesama jenis dan melakukan hubungan int*m dengan sesama wanita maka mereka akan selamat. Setidaknya mereka merasa aman karena tak akan ada resiko kehamilan. Tapi mereka salah besar !. Hubungan int*m sesama wanita juga dilaknat oleh Allah dan neraka ancamannya jika mereka ga segera bertobat...," sahut Daeng Payau.

__ADS_1


Ranvier cs nampak menganggukkan kepala tanda mengerti dengan penjelasan Daeng Payau.


" Sekarang sebaiknya Kalian mandi bergantian ya. Kamu dulu yang mandi Win, setelah itu baru Akmal. Ga usah lama-lama di kamar mandi. Setelah mandi dengan bacaan yang Saya ajarkan tadi, Kamu langsung keluar biar bisa gantian sama Akmal...," kata Daeng Payau.


" Pake air hangat boleh kan Om...?" tanya Erwin.


" Boleh...," sahut Daeng Payau cepat.


Kemudian Erwin masuk ke kamar mandi untuk mandi sesuai anjuran Daeng Payau tadi. Sepuluh menit kemudian Erwin selesai lalu Akmal masuk ke kamar mandi.


Tomi pun berinisiatif menghubungi layanan kamar untuk meminta kopi dan makanan ringan. Sedangkan Ranvier dan Daeng Payau nampak melanjutkan pembicaraan mereka di balkon kamar.


" Terus gimana sama makhluk yang ada di restoran itu Paman...?" tanya Ranvier.


" Saya belum liat wujud detailnya Vier. Kemarin kan Saya baru liat sekilas. Saya baru bisa ambil keputusan setelah Saya ngeliat wujudnya secara langsung nanti...," sahut Daeng Payau.


" Ok...," sahut Daeng Payau sambil tersenyum.


" Mmm..., apa sekarang hantu homreng itu udah ga ada di sini Paman...?" tanya Ranvier setengah berbisik.


" Alhamdulillah dia udah pergi Vier. Dia bilang terima kasih tadi. Dia juga minta maaf karena udah mengganggu Erwin...," sahut Daeng Payau.


" Itu yang jadi pertanyaanku Paman. Kenapa Erwin yang diganggu dan bukan Aku. Padahal kan Paman bilang dia mau minta tolong sama Aku...?" tanya Ranvier.


" Itu karena isi kepala Erwin yang memancing dia mendekati Erwin. Dia merasa Erwin meremehkan perasaannya dan hasrat yang dia miliki pada sesama pria. Makanya dia mau nunjukin sama Erwin, itu aja...," sahut Daeng Payau.


" Itu aja, kok sederhana banget sih Paman...," kata Ranvier tak mengerti.


" Kan tadi Erwin sempet mengakui kalo dia udah salah sangka sama Tomi. Ga cuma sekali bahkan dua kali lho. Menurut Erwin pembawaan Tomi yang macho itu hanya untuk menutupi kelainan se* yang Tomi miliki. Mungkin selama ini Erwin sering ngeliat cowok-cowok yang berpenampilan maskulin justru menyimpang di urusan biologis. Makanya dia kira Tomi sama kaya yang sering dia temuin itu. Nah pikiran Erwin ini lah yang memancing hantu itu untuk mengerjai Erwin...," sahut Daeng Payau.

__ADS_1


" Oohh gitu...," kata Ranvier sambil menganggukkan kepala.


Tak lama kemudian Akmal pun selesai dengan ritual mandinya itu. Ia memanggil Ranvier dan memintanya bergabung saat pesanan Tomi telah tiba di kamar.


" Sini Vier, kopinya udah datang nih...!" panggil Akmal.


" Ok Mal. Yuk Kita ngopi dulu Paman...," ajak Ranvier yang diangguki Daeng Payau.


Kemudian kelima pria itu duduk santai di depan televisi. Mereka memilih menunggu adzan Subuh sambil menikmati kopi panas dan roti bakar. Sambil menunggu mereka juga mendengarkan beberapa petuah bijak yang diberikan Daeng Payau.


Saat terdengar adzan Subuh berkumandang di kejauhan, kelima pria itu memilih turun ke lantai dasar. Selanjutnya mereka sholat berjamaah di masjid yang terdapat di lingkungan hotel.


Setelah sholat berjamaah, kelimanya sengaja jogging di lingkungan hotel. Mereka nampak berlari kecil sambil bersenda gurau.


Melihat kebahagian Ranvier dan kedua temannya membuat Daeng Payau dan Tomi ikut tersenyum bahagia.


" Setelah mandi Kita sarapan ya guys...," kata Ranvier.


" Gue ga mandi lagi Vier, kan belum lama mandi...," sahut Akmal.


" Gue juga...," sela Erwin.


" Kalo gitu langsung aja sarapan. Gue udah lapar berat nih. Orang juga ga ada yang tau kalo Kita belum mandi...," kata Tomi tiba-tiba.


" Setuju...!" sahut Akmal dan Erwin bersamaan hingga membuat Ranvier tertawa.


Kemudian semua mengekori Ranvier yang nampak melangkah cepat menuju restoran. Dari kejauhan Daeng Payau bisa melihat sosok berlendir yang sempat mengganggu Erwin dan Akmal kemarin tengah menatap kearah mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2