
Salah seorang perusuh yang diduga sebagai pimpinan perusuh pun maju mendekati Nada. Fatur dan beberapa karyawan kafe pun bergegas menghadang untuk melindungi Nada.
" Minggir...!" kata perusuh itu kesal.
" Bicara aja dari sini. Kami yakin Bos Kami bisa dengar apa yang mau Kamu sampaikan...!" sahut Fatur tak mau kalah.
" Haaahh... baik lah. Gue mau uang. Ga banyak, cuma lima puluh juta. Sekarang atau tempat ini bakal rata dengan tanah...!" kata perusuh itu sambil menatap Nada dan para karyawan kafe bergantian.
Nada terdiam mendengar permintaan perusuh itu. Entah mengapa ia teringat dengan Kalong. Karena sebelum tewas mengenaskan, Kalong juga sempat meminta hal yang sama padanya.
" Fatur...!" panggil Nada tiba-tiba.
" Iya Bu...," sahut Fatur sambil mendekat kearah Nada.
" Bawa semua karyawan terutama karyawati keluar dari kafe sekarang. Saya mau ngobrol sama mereka dan Kalian tunggu di luar...," kata Nada.
" Tapi Bu...," ucapan Fatur terputus karena Nada memerintah dengan tegas.
" Sekarang Fatur...!" kata Nada lantang hingga membuat semua karyawan saling menatap bingung.
" Ijinkan Saya menemani Ibu di sini...," pinta Fatur yang diangguki semua karyawan.
" Ga perlu. Kamu hubungi Polisi. Saya yang akan menahan mereka sampe Polisi datang...," sahut Nada sambil berbisik.
" Baik Bu. Ayo Kita keluar guys...!" ajak Fatur.
Mau tak mau semua karyawan dan karyawati kafe keluar meninggalkan Nada bersama para perusuh itu.
Setelah para karyawan keluar dari kafe, Nada pun mulai bernegosiasi dengan para perusuh itu.
" Jadi rumor kalo pemilik kafe M adalah seorang wanita tangguh ternyata benar. Lo berani bicara sendirian tanpa ditemani siapa pun. Gue salut sama Lo...," kata pimpinan perusuh sambil bertepuk tangan.
Nada hanya mendengus kesal mendengar pujian perusuh itu.
" Apa hubungan Kalian sama Kalong...?" tanya Nada tiba-tiba hingga membuat semua perusuh terkejut.
" Lo kenal Kalong...?!" tanya perusuh itu.
" Tentu. Bahkan Gue juga yang udah bikin dia mati...," sahut Nada santai sambil tersenyum.
Ucapan Nada membuat para perusuh saling menatap sejenak lalu tertawa terbahak-bahak.
Di luar kafe terlihat Ranvier yang baru saja tiba. Ia nampak terkejut saat melihat orang-orang berseragam kafe M berdiri dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
" Ada apa ya Pak Totok. Kenapa mereka berdiri di luar kaya gini...?" tanya Ranvier.
" Saya juga ga tau Mas. Keliatannya ada sesuatu, tapi kenapa Mbak Nada ga keliatan ya Mas...," sahut Totok sambil mengamati semua orang satu per satu.
" Kalo gitu Saya turun sekarang...," kata Ranvier sambil membuka pintu.
" Saya tunggu di sini buat jaga-jaga ya Mas...!" kata Totok saat Ranvier berlari menjauh.
" Iya Pak...!" sahut Ranvier sambil melambaikan tangannya.
Ranvier pun bergegas menghampiri para karyawan kafe dan bertanya dimana Nada.
" Ada apa ini, dimana Bu Nada...?" tanya Ranvier.
" Maaf, Anda siapa ya. Kenapa nyari Bu Nada...?" tanya salah satu karyawan kafe.
" Saya Ranvier, Suami Bu Nada...!" sahut Ranvier cepat hingga mengejutkan semua orang.
" Ada perusuh di dalam Pak. Tapi Bu Nada nyuruh Kami keluar karena katanya Beliau mau ngobrol sama mereka...," sahut seorang karyawati.
Dan saat itu lah terdengar tawa menggema dari dalam kafe hingga mengejutkan semua orang termasuk Ranvier.
" Dimana pintu darurat...? " tanya Ranvier.
Ranvier pun masuk ke dalam kafe setelah Fatur membuka pintu.
Kafe tampak remang-remang karena sebagian lampu telah dihancurkan oleh para perusuh. Dari kejauhan Ranvier bisa menyaksikan istrinya berdiri gagah di hadapan para perusuh itu sambil menjawab lantang semua pertanyaan para perusuh. Ranvier memutuskan untuk mengamati dari jauh sambil berjaga jika suatu waktu mereka menyakiti istrinya.
" Lo mengklaim sebagai orang yang bikin Kalong mati. Tapi sayangnya Gue ga percaya. Mana mungkin cewek kaya Lo sanggup melumpuhkan Kalong yang hebat dan licik itu...!" kata salah satu perusuh.
" Emang bukan Gue, tapi pengawal Gue yang udah bikin Kalong mati. Apa Lo mau ketemu sama dia dan ngerasain apa yang Kalong rasain...?" tanya Nada.
" Oh ya. Suruh dia keluar sekarang...!" tantang para perusuh itu.
" Iya. Suruh keluar sekarang...!" sahut para perusuh lainnya saling bersahutan.
Ucapan para perusuh itu membuat Nada tersenyum. Ia menunggu beberapa saat untuk memanggil pengawal yang dia maksud tadi.
" Barong...!" panggil Nada lantang hingga mengalahkan suara para perusuh itu.
Di tempatnya Ranvier tersenyum lebar mendengar suara lantang Nada. Ia mengerti mengapa Nada memutuskan memanggil Barong.
Dan sedetik kemudian Barong hadir diantara kerumunan perusuh lalu bergerak cepat hingga mengejutkan semua orang.
__ADS_1
" Ga perlu membunuh mereka, tapi kasih mereka pelajaran kecil aja Barong...!" kata Nada lantang.
" Hrrrhhh...!" sahut Barong sambil terus bergerak di keremangan.
Jerit kesakitan pun terdengar membahana di ruangan itu. Tubuh para perusuh pun tumbang satu per satu. Di tempatnya Nada hanya berdiri mengamati.
Saat salah satu perusuh ingin berbuat curang dengan menyerang Nada dari samping, Ranvier pun merangsek maju dan melindungi istrinya. Barong yang sedianya ingin melindungi Nada pun tersenyum melihat kehadiran Ranvier. Sedangkan Nada yang belum menyadari kehadiran suaminya pun nampak menghela nafas lega karena baru saja lolos dari maut.
Tiba-tiba pintu utama kafe terbuka dan masuk lah sekelompok polisi berseragam dengan senjata laras panjang.
" Jangan bergerak !. Kalian sudah dikepung...!" kata polisi lantang.
Saat pintu utama terbuka, saat itu lah Barong langsung menghilang. Nada pun menoleh kearah pintu utama dan tersenyum melihat kehadiran polisi.
Para Polisi bergerak cepat meringkus para perusuh yang sudah tak berdaya itu. Nada menepi sambil mengamati.
" Saya ga nyangka jika Kalian berdua bisa melumpuhkan para perusuh ini. Padahal mereka preman yang sulit diatasi lho...," puji seorang polisi.
Ucapan polisi itu mengejutkan Nada. Ia tak menyangka jika para polisi bisa melihat Barong yang telah menghajar para perusuh itu. Padahal Damar pernah mengatakan jika Barong tak terlihat kecuali oleh orang yang ia kehendaki. Mungkin kah Barong juga dilihat oleh para penegak hukum itu.
" Berdua...?" tanya Nada ragu.
" Iya berdua. Ga mungkin Ibu sendiri menghajar mereka tanpa bantuan pria tampan yang ada di sana...," sahut polisi itu sambil menunjuk Ranvier yang berdiri gagah di belakang Nada.
Nada pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat kehadiran Ranvier. Untuk sesaat tatapan keduanya bertemu namun Ranvier segera memutus tatapannya saat sang polisi mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya.
" Makasih ya Mas...," kata sang polisi.
" Sama-sama Pak. Saya hanya berusaha melindungi Istri Saya...," sahut Ranvier sambil tersenyum lalu merengkuh bahu Nada dengan lembut.
" Oh, jadi Kalian Suami Istri...?" tanya sang Polisi.
" Betul. Iya kan Sayang...," kata Ranvier sambil menatap Nada dengan lembut.
" Iya...," sahut Nada cepat.
" Kalian pasangan yang hebat. Kalo gitu Kami permisi sekarang. Akan Kami hubungi jika Kami perlu keterangan lebih lanjut...," kata sang polisi.
" Baik. Kami siap kapan pun diperlukan. Terima kasih...," sahut Ranvier.
Kemudian sang polisi menyusul rekan-rekannya yang telah lebih dulu keluar sambil membawa para perusuh itu. Tiba di luar kafe ia juga melihat sebagian rekannya tengah meminta keterangan dari para karyawan kafe.
\=\=\=\=\=
__ADS_1