
Wajah Erwin nampak merah padam, kedua tangannya pun mengepal pertanda ia tengah menahan marah. Ranvier yang melihat kondisi sang sahabat pun hanya diam sambil memasang sikap waspada. Ia khawatir Erwin mengamuk dan melampiaskan kemarahannya.
" Sejak kapan...?" tanya Erwin.
" Apanya...?" tanya Ranvier tak mengerti.
" Atika nelephon dan kirim chat kaya gini ke Lo...," sahut Erwin dengan suara bergetar.
" Sehari setelah acara tasyakuran pulang umroh di rumah Kakek...," kata Ranvier.
Mendengar ucapan Ranvier membuat Erwin menggeram marah. Ia tak menyangka jika gadis yang ia cintai justru menusuknya dari belakang.
" Lo gapapa Win...?" tanya Ranvier hati-hati.
Erwin menggeleng lemah lalu terduduk di atas kursi. Dan sesaat kemudian Erwin nampak menundukkan kepalanya. Ada setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya dan itu membuat Ranvier sangat terkejut.
Bagaimana tidak. Erwin yang ia kenal cuek, percaya diri dan sedikit keras kepala itu ternyata bisa menangis hanya karena seorang gadis. Sesuatu yang tak pernah Erwin lakukan selama ini.
Ranvier pun maju lalu menepuk punggung Erwin beberapa kali.
" Sabar Win. Ada baiknya Lo tau dari sekarang daripada saat Lo terlanjur menikahi dia. Lupain Atika, dia bukan cewek yang tepat untuk Lo...," kata Ranvier lembut.
" Iya Vier...," sahut Erwin sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangan.
Setelah hening beberapa saat Erwin pun menegakkan tubuhnya. Ia menatap Ranvier dengan perasaan tak karuan.
" Kenapa ngeliatin Gue kaya gitu ?. Lo pikir Gue yang duluan mancing cewek itu...?" tanya Ranvier kesal namun membuat Erwin tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Gue justru mau minta maaf karena udah bikin Lo ga nyaman sama sikapnya Atika Vier. Bagaimana pun Atika ngechat dan nelephon Lo saat statusnya masih pacar Gue. Pasti Lo kesel banget ya Vier...," kata Erwin tak enak hati.
" Banget Win. Kalo ga mandang Lo, rasanya pengen Gue maki-maki aja tuh cewek. Bisa-bisanya dia godain Gue. Padahal dia tau kan kalo Kita sahabatan dan Lo kerja sama Gue...?" tanya Ranvier.
" Justru itu Vier. Karena Lo Bos Gue, makanya dia tertarik sama Lo. Apalagi waktu Gue ajak ke rumah Kakek dan tau kalo Lo adalah cucunya Kakek Randu. Makin ga ada artinya aja Gue di matanya...," sahut Erwin sendu.
__ADS_1
" Bukan salah Lo Win, jadi Lo ga perlu mewakili dia untuk minta maaf sama Gue. Mental Atika yang bobrok dan Lo bod*h. Masa play boy kaya Lo bisa ketipu sama cewek kaya dia. Udah lupain Atika. Anggap aja dia ga pernah mampir di hidup Lo...," kata Ranvier sekali lagi.
" Iya. Tapi ga usah nyebut Gue play boy juga lah Vier...," sahut Erwin sambil menatap kearah lain.
" Tapi itu kan kenyataan Win. Eh sebentar deh, waktu Lo marah tadi Gue udah pasang kuda-kuda lho Win. Gue khawatir Lo ngamuk terus mukulin Gue tadi...," kata Ranvier.
" Ga bakalan Vier, ngapain Gue mukulin Lo. Kan Lo ga salah. Gue kenal Lo bukan baru sebentar dan Gue yakin Lo ga bakal menikung Gue dari belakang...," sahut Erwin sambil tersenyum.
" Lo seyakin itu sama Gue...?" tanya Ranvier terharu.
" Iya. Gue yakin karena selain bukan sifat Lo, Atika juga bukan type cewek yang bisa bikin Lo tertarik...," sahut Erwin.
" Sok tau Lo...!" kata Ranvier sambil tersenyum diam-diam.
" Ga usah ngelak Vier. Atika itu ga secantik cewek-cewek yang pernah Gue kenalin sama Lo. Jadi mana mungkin Lo tertarik sama dia...," sahut Erwin santai.
" Maksud Lo Gue nilai orang dari fisiknya aja gitu. Lo salah Win. Selama ini cewek-cewek yang Lo dan Kakek kenalin ke Gue emang cantik, tapi semuanya punya type yang sama. Makanya Gue males ngeladeninnya...!" kata Ranvier.
" Emang beda orang tapi punya satu sifat jelek yang sama yaitu sama-sama matre. Dan Gue paling kesel sama cewek yang punya mental kaya gitu...," kata Ranvier sambil mencibir.
Entah mengapa mendengar ucapan Ranvier membuat Erwin tertawa geli. Ranvier yang melihat Erwin tertawa pun ikut tertawa. Dalam hati ia bersyukur karena bisa sedikit menghibur Erwin dengan kalimatnya.
Tiba-tiba Erwin bangkit berdiri hingga membuat Ranvier mengerutkan keningnya.
" Mau kemana Lo...?" tanya Ranvier.
" Mau cabut dulu Vier...," sahut Erwin.
" Kemana ?. Jangan bilang Lo mau nemuin Atika...," tebak Ranvier.
" Gue emang mau nemuin dia Vier. Selama ini status Gue kan ngegantung. Dibilang pacar tapi ga bisa ketemu. Dibilang putus tapi masih berasa punya hubungan. Makanya sekarang Gue mau mutusin dia biar ke depannya ga ada salah paham atau sebutan pelakor untuk cewek yang jalan sama Gue...," sahut Erwin santai namun membuat Ranvier membulatkan matanya.
" What ?!. Maksud Lo, Lo udah punya calon penggantinya Atika Win...?" tanya Ranvier.
__ADS_1
" Iya dong. Mati satu tumbuh seribu. Itu pedoman Gue Vier...," sahut Erwin sambil menaik turunkan alisnya.
" Dasar play boy cap cabe kering Lo...!" kata Ranvier kesal.
" Cap apaan tuh, ga bonafid banget sih Vier...!" sahut Erwin dengan mimik wajah tak suka.
" Suka-suka Gue lah mau ngasih julukan apa buat Lo. Udah sana, urus dulu cewek Lo yang ga jelas itu. Jangan balik kalo masih nangis ya...!" sindir Ranvier hingga membuat Erwin tertawa keras.
Erwin pun bergegas keluar dari ruangan Ranvier. Tujuannya hanya satu yaitu menemui Atika.
Sementara itu Ranvier nampak tersenyum sambil menghela nafas lega. Ia bersyukur karena Erwin masih bisa berpikir jernih hingga tak membuat persahabatan mereka berakhir hanya karena salah paham.
Lima belas kemudian Ranvier terkejut karena melihat Erwin kembali. Saat itu Ranvier tengah mengamati neraca keuangan di lap topnya. Tiba-tiba Erwin membuka pintu lalu masuk begitu saja ke dalam ruangannya hingga membuat Ranvier terkejut bukan kepalang.
" Astaghfirullah aladziim..., salam atau ketuk pintu kek. Bikin kaget aja Lo !. Ini di kantor lho bukan di rumah. Pake aturan dikit lah Win. Gini-gini kan Gue Bos Lo juga...," kata Ranvier sambil mengelus dada.
" Sorry Vier, ini darurat...," sahut Erwin cepat.
" Apanya yang darurat...? " tanya Ranvier setelah meneguk air putih untuk menetralisir rasa terkejutnya.
" Gue mau balik ngerjain si Atika. Tapi Gue perlu bantuan Lo...," sahut Erwin.
" Bantuan apaan ?, jangan aneh-aneh ya. Gue ini Direktur perusahaan Win. Jangan sampe Lo ngajak Gue buat melakukan sesuatu yang bikin harga diri Gue jatuh dan bikin Gue malu sama rekan bisnis Gue nanti...," kata Ranvier.
" Ck, berisik Lo. Ini ga separah itu kok. Lo tinggal balas chatnya si Atika dan bilang kalo Lo setuju ketemu sama dia...," kata Erwin tak sabar.
" Dih ogah !. Ngapain Gue nemuin dia ?. Yang ada dia ge-er terus nguber-nguber Gue nanti...," sahut Ranvier sambil menggedikkan bahunya.
" Ayolah Vier. Gue mau ngasih pelajaran sama Atika biar ga sembarangan mempermainkan perasaan cowok lain nanti. Mungkin selama ini dia udah berhasil bikin pertemanan para cowok rusak dengan caranya itu. Tapi Gue mau Kita buktikan sama dia kalo caranya memecah Gue sama Lo ga berhasil sama sekali...," kata Erwin penuh harap.
Setelah berpikir sejenak Ranvier pun setuju membantu Erwin menunaikan misinya.
\=\=\=\=\=
__ADS_1