Perjalanan Ke Alam Ghaib

Perjalanan Ke Alam Ghaib
124. Ide Nyeleneh Kakek


__ADS_3

Mobil terus melaju membelah jalan raya. Ranvier dan Erwin nampak membisu dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Supir pribadi Ranvier dengan santun bertanya.


" Kita mau kemana Pak, balik ke kantor atau...," ucapan sang supir bernama Khairul itu terputus karena Ranvier memotong cepat.


" Kita cari tempat makan dulu Rul. Saya lapar nih...," sahut Ranvier.


" Baik Pak...," kata Khairul sambil mengerutkan keningnya karena bingung.


Erwin yang melihat kebingungan di wajah Khairul pun menjelaskan.


" Meski pun Kita baru aja dari rumah makan tapi Kita belum sempet makan apa pun tadi Rul. Ada pengacau datang dan bikin selera makan Kita hilang begitu aja...," kata Erwin.


" Oh gitu. Kirain Saya yang salah denger Mas...," sahut Khairul sambil tersenyum.


" Ga kok...," kata Erwin cepat.


" Jadi Bapak mau makan dimana...?" tanya Khairul sambil melirik kearah Ranvier melalui kaca spion.


" Terserah Kamu aja Rul. Saya mah ikut aja...," sahut Ranvier sambil memejamkan matanya.


" Kita makan lesehan aja Rul. Saya pengen makan ikan bakar pake sambel sama lalapan. Kayanya seru deh...," sela Erwin.


" Siap Pak...," sahut Khairul sambil tersenyum lalu melajukan mobil lebih cepat agar segera tiba di tempat yang dimaksud.


\=\=\=\=\=


Kakek Randu memanggil Ranvier secara khusus ke ruangannya. Nampaknya ada hal penting yang ingin ia bicarakan.


" Kita cuma berdua aja Kek...?" tanya Ranvier saat tak mendapati Krisna di sana.


" Iya...," sahut Kakek Randu.

__ADS_1


" Kenapa...?" tanya Ranvier.


" Maksudmu...?" tanya Kakek Randu tak mengerti.


" Iya kenapa Kakek ga ngajak Pak Kris ikut serta dalam pembicaraan Kita kali ini. Biasanya kan Pak Kris selalu ada di samping Kakek. Apa sangat pribadi sampe Kakek ga membiarkan Pak Kris mendengarnya...?" tanya Ranvier sambil duduk di hadapan sang Kakek.


" Kamu betul. Ini pribadi dan rahasia...," sahut Kakek Randu.


Ranvier pun menegakkan tubuhnya karena sedikit khawatir dengan apa yang akan disampaikan Kakek Randu.


" Begini Ranvier. Kakek merasa sudah terlalu tua untuk tetap ada dan berkecimpung di dunia bisnis. Jadi Kakek memutuskan untuk mundur. Dan Kakek minta Kamu menggantikan Kakek untuk mengelola semua bisnis keluarga Kita. Apa Kamu sanggup Ranvier...?" tanya Kakek Randu.


" Aku Kek...?" tanya Ranvier tak percaya.


" Iya. Kakek liat Kamu bisa menghandle pekerjaan dan semua orang dengan baik. Caramu mendekati mereka dan memberi perintah persis seperti Ayahmu dan Aku. Jadi rasanya layak sudah Kamu mengambil alih semuanya...," sahut Kakek Randu sambil tersenyum.


Ranvier nampak terdiam. Sejujurnya ia tak ingin sang Kakek melepas semuanya. Namun melihat usia sang Kakek dan kondisi kesehatannya membuat Ranvier mau tak mau harus menerima semuanya.


" Alhamdulillah..., Kakek senang mendengarnya Nak. Kemari lah, peluk Kakek sebentar saja...," pinta Kakek Randu sambil merentangkan kedua tangannya.


Ranvier pun bangkit lalu bergegas menghambur ke pelukan sang Kakek. Kedua pria berbeda generasi itu nampak saling memeluk dengan erat untuk beberapa saat.


Setelah mengurai pelukannya Kakek Randu kembali melanjutkan ucapannya.


" Kakek akan bikin acara serah terima perusahaan Kakek padamu sekaligus memperkenalkan Kamu pada semua rekan bisnis Kakek...," kata Kakek Randu.


" Iya Kek...," sahut Ranvier singkat.


" Dan Kakek akan mengenalkan Kamu pada beberapa gadis anak rekan bisnis Kakek. Dan untuk yang satu ini Kamu ga bisa lagi menolak Ranvier. Kakek jenuh menunggumu datang membawa pasangan. Jadi biar Kakek bantu kali ini aja. Kamu bisa memilih satu atau dua diantara mereka sekaligus...," kata Kakek Randu hingga mengejutkan Ranvier.


" Dua...?!" tanya Ranvier tak percaya.


" Iya. Kakek mau Kamu menikahi dua wanita Ranvier. Alasannya hanya satu. Kakek ingin Kamu punya banyak anak supaya perusahaan dan harta yang berlimpah ini bisa dikelola dengan baik oleh anak-anakmu nanti...," sahut Kakek Randu.

__ADS_1


Jawaban Kakek Randu membuat Ranvier menggelengkan kepala. Ia tak menyangka jika pria sepuh di hadapannya itu memiliki 'ide nyeleneh' yang terdengar aneh di telinganya.


" Ya Allah. Ga usah gitu juga Kek. Aku khawatir malah bikin perang kalo Aku menikahi dua wanita sekaligus. Mana ada wanita yang mau dimadu. Meski pun mereka berusaha terlihat rukun di depanku, Aku yakin dalam hati mereka juga terluka jika suatu saat Aku lebih condong ke salah satu diantara mereka. Dan Aku ga mau itu. Lebih baik menikahi satu wanita yang Aku cintai daripada menikahi dua wanita tapi Aku ga bisa bersikap adil sama mereka. Lagian Aku ga bakal sanggup berbagi cinta sama dua wanita sekaligus Kek...," sahut Ranvier sambil mengerucutkan bibirnya.


Ucapan Ranvier membuat Kakek Randu tertawa. Ia bangga karena cucu semata wayangnya itu memiliki sikap ksatria dan sangat menghargai wanita. Hal itu membuat Kakek Randu tak sabar untuk mengenalkannya pada anak dari rekan bisnisnya itu.


" Baik lah. Tapi janji Kamu akan membuka hati buat wanita yang akan Kakek kenalkan sama Kamu nanti ya. Jangan abaikan mereka lagi seperti yang pernah Kamu lakukan dulu...," kata Kakek Randu.


" Itu sih tergantung Kek...," sahut Ranvier.


" Tergantung gimana maksudmu...?" tanya Kakek Randu penasaran.


" Asalkan wanita yang bakal Kakek kenalin berbeda sama yang pernah Kakek kenalin dulu. Dan satu lagi, Aku punya kriteria khusus untuk wanita yang akan jadi Istriku. Jadi Kakek ga bisa memaksa dan tolong hargai keputusanku...," sahut Ranvier tegas.


" Kalo gitu sama aja dong Vier. Kakek tetep ga punya harapan Kamu bakal menikah dalam waktu dekat ini...," kata Kakek Randu sambil menghela nafas panjang.


" Maaf Kek. Tapi percaya lah, Aku akan menikah suatu hari nanti. Karena Aku juga ingin berkeluarga. Punya istri dan anak yang menyambutku saat pulang ke rumah pasti seru. Iya kan Kek...?" tanya Ranvier.


" Kamu serius Vier...?!" tanya kakek Randu.


" Iya Kek. Nah mulai sekarang Kakek bisa tenang karena Aku ini laki-laki normal yang juga punya hasrat sama lawan jenis. Aku bukan g*y seperti yang selama ini Kakek sangka...," sahut Ranvier sambil tersenyum.


" Maafkan Kakek Vier. Baik lah Kakek akan sabar menunggu saat itu tiba. Saat Kamu membawa seorang wanita pulang ke rumah dan mengenalkan sama Kakek sebagai Istrimu...," kata Kakek Randu sambil menepuk pundak sang cucu.


" Tak peduli apa pun statusnya...?" tanya Ranvier.


" Tak peduli apa pun statusnya. Gadis atau single parent ga masalah buat Kakek asal jangan istri orang...," sahut Kakek Randu cepat hingga membuat Ranvier tertawa.


Dan pembicaraan Kakek dengan cucunya itu masih berlanjut untuk beberapa waktu. Di luar ruang kerja Kakek Randu tampak Krisna dan Mbok Rah yang tersenyum puas mendengar jawaban Ranvier tadi. Mereka bahkan melakukan adu toast untuk merayakan keberhasilan Kakek Randu membujuk Ranvier.


Bagaimana tak ikut bahagia jika ternyata apa yang disampaikan Kakek Randu tadi adalah buah dari musyawarah Kakek Randu dengan Mbok Rah dan Krisna. Mereka berharap Ranvier akan segera menemukan pendamping hidup di acara besar yang akan digelar Kakek Randu nanti.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2