
Ranvier mengamati rumah Kakek Randu dengan seksama. Saat itu suasana rumah sedang sepi karena semua orang sedang beraktifitas di luar rumah.
Ranvier bergegas naik ke lantai atas dimana kamarnya berada. Dengan ragu ia membuka pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat dekorasi kamarnya yang berubah. Meski berbeda dengan saat ia tinggalkan dulu, namun Ranvier bahagia. Bagaimana tidak. Dekorasi kamar tidurnya kini bernuansa hijau putih sesuai dengan warna favorit Nada. Dan itu artinya Nada telah menetap di sana selama ia tinggalkan.
Ranvier pun masuk ke dalam kamar lalu menyentuh semua benda yang ada di sana dengan perasaan haru. Saat melihat foto pernikahannya yang berukuran besar terpampang di dinding kamar, wajah Ranvier pun berubah sendu.
" Di sini Kamu terlihat cantik dan bahagia banget Sayang. Maafkan Aku karena telah membuat senyum indah ini menghilang beberapa waktu. Aku janji akan membayar waktu yang hilang itu dan mengembalikan senyummu lagi...," gumam Ranvier sambil menyentuh foto sang istri dengan ujung jemarinya.
Setelah beberapa saat menatap foto pernikahannya itu, Ranvier pun memutuskan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
\=\=\=\=\=
Ranvier sedang menyisir rambut gondrongnya saat mendengar suara mobil sang Kakek memasuki halaman rumah. Ranvier pun bergegas keluar dari kamar untuk menemui Kakeknya.
Ketika kakinya melewati ambang pintu, Kakek Randu berhenti melangkah. Ia mematung di tempat karena melihat Ranvier menuruni anak tangga. Ia tak percaya jika cucu semata wayangnya itu kini ada di hadapannya dan tengah tersenyum padanya.
" Krisna...," panggil Kakek Randu sambil terus menatap kearah tangga.
" Ya Pak...," sahut Krisna cepat.
" Apa Aku mimpi ya. Kok Aku ngeliat Ranvier di sana dan sedang tersenyum kepadaku...," kata Kakek Randu sambil menunjuk kearah Ranvier yang melangkah kearahnya.
" Ga Pak, Bapak ga mimpi. Itu emang Mas Ranvier...," sahut Krisna sambil tersenyum.
" Maksudmu Ranvier pulang...?" tanya Kakek Randu ragu.
" Betul Pak...," sahut Krisna cepat hingga membuat Kakek Randu terkejut sekaligus bahagia.
Saat Kakek Randu menoleh, saat itu lah Ranvier menghambur memeluknya.
" Kakek...," panggil Ranvier sambil memeluk Kakek Randu erat.
" Ranvier, Kamu pulang Nak...," kata Kakek Randu dengan suara bergetar sambil balas memeluk Ranvier.
" Iya Kek, Aku pulang. Maafin Aku karena pergi tanpa pamit. Kakek gapapa kan...?" tanya Ranvier sambil mengurai pelukannya.
__ADS_1
" Aku gapapa Nak, ini kan bukan kali pertama Kamu pergi. Kakek cuma kasian sama Istrimu. Dia keliatan bingung waktu Kamu pergi. Walau pun dia berusaha tenang dan tetap tersenyum, tapi Kakek tau kalo dia lumayan shock dengan kepergianmu yang mendadak itu...," sahut Kakek Randu.
" Iya, Aku tau Kek. Sekarang dimana Nada...?" tanya Ranvier sambil mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan.
" Nada ga di rumah. Jam segini dia masih ada di kafe...," sahut Kakek Randu.
" Jadi Nada masih bekerja di kafe XX Kek...?" tanya Ranvier tak percaya.
" Bukan di kafe XX, tapi di kafe M. Nada udah resign dari kafe XX dua hari setelah Kalian menikah...," sahut kakek Randu.
" Kafe M...?" ulang Ranvier takjub.
" Betul. Aku memberi Nada kafe sebagai hadiah untuk dia olah. Ternyata Nada sangat berbakat. Dalam waktu singkat dia bisa mengembangkan kafe dan membuat beberapa inovasi di kafe M. Dia sangat sibuk dan baru pulang ke rumah sekitar jam sepuluh malam...," sahut kakek Randu.
" Jam sepuluh malam. Itu artinya masih lama dong Kek...," kata Ranvier sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
" Begitu lah. Kan kafe buka jam sebelas pagi, tutup jam sembilan malam setiap harinya. Makanya wajar kalo Nada sampe rumah jam sepuluh. Kakek tau Kamu ga sabar menunggu di rumah. Kalo gitu susul dia. Harusnya sekarang dia masih ada di kafe...," sahut Kakek Randu sambil tersenyum penuh makna.
" Iya Kek. Kalo gitu Aku pamit dulu ya Kek...," kata Ranvier sambil mencium punggung tangan sang Kakek.
" Siaapp Kek...!" sahut Ranvier sambil tersenyum.
" Biar diantar Totok Mas...," sela Krisna mengingatkan.
" Iya Pak Kris, makasih...," sahut Ranvier karena sadar ia tak tahu dimana letak kafe M.
\=\=\=\=\=
Di kafe M.
Rupanya sedang terjadi kekacauan di sana. Awalnya dua pengunjung pria mengamuk karena pihak kafe menolak menyediakan minuman keras yang mereka inginkan.
Dua pria itu tak hanya menghancurkan meja, mereka juga merangsek ke panggung di mana pertunjukan live musik sedang berlangsung. Bahkan salah seorang diantaranya dengan terang-terangan melecehkan penyanyi wanita di sana. Para pemusik dan pegunjung kafe yang mencoba melerai justru terkena bogem mentah kedua perusuh itu.
Dua security berhasil menanggulangi dua perusuh itu lalu mengusir mereka pergi.
__ADS_1
Namun tak lama kemudian mereka kembali dengan mengajak beberapa teman untuk kembali membuat kekacauan. Hal itu tentu saja membuat semua pengunjung kafe ketakutan dan hengkang dari sana dengan segera.
Nada yang semula tak tahu apa-apa pun terkejut saat mendengar jeritan para pengunjung kafe. Ia bergegas keluar dari ruangannya dan melihat kekacauan yang di luar nalar.
Saat itu para perusuh terlihat mengamuk dan menghancurkan semua benda yang mereka temui. Semua karyawan kafe mencoba menghadang sebisanya hingga terjadi perkelahian sengit. Salah seorang karyawan kafe yang melihat Nada turun dari lantai atas pun bergegas menghampirinya.
" Jangan ke sini Bu. Bahaya. Sebaiknya Ibu di atas aja...!" kata karyawan kafe yang bernama Fatur itu dengan cemas.
" Saya ga bisa diem aja ngeliat kafe Saya dihancurkan kaya gini Tur !. Siapa mereka ?. Kenapa mereka ngamuk di sini...?!" tanya Nada marah.
" Mereka marah karena Kita ga bisa nyediain miras Bu. Padahal Kami udah bilang kalo kafe ini hanya menyediakan makanan dan minuman ringan. Sesekali menu berat kalo ada request khusus. Tapi mereka ga ngerti dan malah ngamuk Bu...," sahut Fatur.
" Apa mereka langsung datang serombongan kaya gitu...?" tanya Nada.
" Awalnya cuma dua orang Bu. Setelah diusir security, eh mereka balik lagi sambil bawa temen-temennya..., " sahut Fatur kesal.
Jawaban Fatur membuat Nada murka. Ia pun merangsek maju hingga membuat Fatur terkejut. Ia gagal menghadang langkah Nada karena sang bos bergerak sangat cepat. Fatur hanya bisa mengawal Nada yang berusaha melerai perkelahian tak seimbang itu dengan jeritan lantang.
" Berhenti atau Saya lapor Polisi...!" kata Nada lantang sambil memperlihatkan ponselnya yang menunjukkan nomor darurat kepolisian.
Perkelahian itu pun terhenti dan semua orang menatap kearah Nada dengan tatapan berbeda. Jika para karyawan kafe tampak khawatir dengan keselamatan Nada, para perusuh justru tersenyum lebar karena merasa apa yang mereka inginkan akan segera terkabul.
" Jadi ini pemilik kafe M yang terkenal itu. Apa kabar cantik...," sapa salah seorang perusuh disusul tawa teman-temannya.
" Alhamdulillah baik. Apa mau Kalian ?. Kenapa membuat kerusuhan di sini...?!" tanya Nada dengan berani.
Sikap Nada membuat semua orang kagum. Biasanya wanita hanya akan sembunyi di balik tubuh para pria tapi Nada berbeda. Dia bahkan berani menghadapi para perusuh yang diyakini sebagai preman itu dengan berani dan tanpa rasa takut.
" Kami mau uang...," sahut salah satu perusuh sambil mengedip genit kearah Nada.
Nada mendengus kesal mendengar jawaban sang perusuh meski pun ia sudah menduganya sejak awal.
" Kalo Saya ga mau ngasih, gimana...?" tanya Nada.
Ucapan Nada membuat para perusuh saling menatap sambil tersenyum penuh makna. Sedangkan para karyawan kafe mulai khawatir karena sikap dan jawaban Nada ibarat tantangan terbuka untuk para perusuh itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=