Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Kedatangan saudara


__ADS_3

Buah mangga yang diinginkan Lunika telah didapatinya, tepatnya pada mantan kekasihnya sendiri. Meski terenyuh, keduanya berusaha untuk saling menghargai satu sama lainnya.


Meski tidak dapat dipungkiri, Arnal sendiri masih menyimpan perasaannya. Hubungan keduanya cukup lama, meski tidak dapat restu sekalipun. Hingga takdir berkata lain, jika keduanya tidak lah berjodoh.


Lunika yang cukup tersakiti karena ketidak jujurannya Arnal, kepercayaannya pada Arnal pun dapat memudar dengan seiringnya waktu. Bibir bisa mengatakannya baik baik saja, sedangkan tentang perasaan membutuhkan waktu untuk memulihkannya.


Sakit, itu pasti. Lalu, apa yang mau dirubah. Semua tidak perlu untuk dirubah, tetapi untuk dijalani. Pernikahan bukanlah status dalam permaian, tetapi sesuatu yang sakral untuk dipertahankan. Meski pernikahan karena sesuatu perjanjian, Zicko berusaha untuk mempertahankannya dan untuk tidak menganggap remeh dalam suatu hubungan.


Zicko yang awalnya hanya menganggap status sementara. Tetapi yang ada pada diri Zicko, dirinya tsrus berusaha untuk tetap bersabar saat memulihkan perasaan Lunika.


"Sayang, nanti Paman Viko mau tinggal dimana?" tanya Lunika membuka suara.


"Di rumahnya lah, Paman Viko sudah memiliki rumah. Dan rumahnya pun cukup besar, tidak kalah besarnya dari rumah yang kita tempati." Jawab Zicko sambil mengupas buah jeruk kesukaannya.


"Terus ... kenapa Deyzan kembali? bukankah sudah terbiasa tinggal di luar Negri? aku rasa di luar Negri ceweknya cantik cantik." Tanya Lunika yang masih penasaran.


"Hem, mana aku tahu. Ini semua sebenarnya permintaan kakek, agar Deyzan bisa mengenal dunia cinta."


"Hem, segitunya kah? jadi penasaran. Seperti apa itu saudara kamu yang bernama Deyzan, apakah terbilang dingin?" tanya Lunika yang semakin penasaran.


"Hem, awas! ya. Kalau sampai kamu naksir Deyzan, aku akan membawamu ke Amerika dan tidak akan pernah pulang."


"Dih, segitunya. Tidak akan, aku tidak akan jatuh hati kepada lelaki lain. Aku sudah memiliki kamu dan calon buah hati kita aja sudah lebih cukup dari yang lain." Jawab Lunika dan menatap suaminya. Kemudian mendaratkan ciuma*nnya pada pipi milik suaminya, Zicko tersenyum bahagia.


"Aku percaya kok sama kamu, jika kamu tidak akan mungkin jatuh ke lain hati. Karena aku akan terus membuatmu jatuh cinta padaku, itu tujuanku." Ucap Zicko, keduanya pun tersenyum bahagia.


Sambil menatap lekat istrinya, Zicko ikut mendaratkan ciuma*nnya pada bibir milik istrinya dengan lembut. Lunika hanya pasrah mendapat perlakuan dari suaminya, meski malunya setengah mati.


"Sayang, malu sama pak Yitno. Tidak sopan, dan juga tidak baik. Jangan kamu ulangi, malu." Ucap Lunika mengingatkannya.

__ADS_1


"Aku khilaf, habisnya kamu sudah membuatku kecanduan. Aku tidak bisa jauh dan lepas darimu, serasa ingin selalu bersamamu." Jawab Zicko, kemudian kembali merangkul istrinya.


Selama menempuh perjalanan yang cukup lumayan jauh, Lunika dan Zicko telah sampai di rumah. Kemudian keduanya segera turun dari mobil, dan didengarkannya sudah ada suara yang cukup ramai.


"Hai, Lunika? apa kabarnya kamu, sayang?" sapa seseorang dengan ramah dan mendekati Lunika. Kemudian, Lunika segera dipeluknya oleh seorang perempuan paruh baya.


"Tante ..." panggilnya lupa akan namanya.


"Tante Adel, panggil saja Tante Adel. Wah ... sudah besar rupanya. Maafkan Tante, waktu dihari pernikahan kamu, Tante tidak bisa pulang. Tahu sendiri, Deyzan sulit untuk diajak pulang ke Tanah Air."


"Tidak apa apa Tante, yang penting doanya. Bagaimana kabar Tante, Paman, dan Deyzan?" jawabnya dan balik menyapa.


"Kabar kita bertiga baik baik semua, ayo kita duduk di ruang keluarga. Kata Mama Afna, kamu keluar membeli buah mangga muda, benarkah?"


"Benar, Tante. Lunika menginginkan sambal mangga muda dan ayam bakar." Jawab Lunika malu malu.


Sedangkan yang lainnya kini tengah duduk santai sambil bercerita dan bergurau, termasuk Zicko. Hanya satu yang sulit untuk berucap, siapa lagi kalau bukan Deyzan yang super dingin dan juga keras.


Zicko sendiri memilih duduk bersama sang ayah dan Pamannya juga Deyzan sepupunya.


Karena merasa masih muda, Zicko duduk tidak jauh dari Deyzan.


"Hei, Bro! sepi amat lah. Bagaimana kabarnya? kapan nyusul?" sapa Zicko pada Deyzan.


"Baik, nyusul kemana?"


"Ke dunia ghoib, ya nikah lah." Deyzan langsung menoleh kearah Zicko.


"Hem, masih belum kepikiran." Jawabnya singkat.

__ADS_1


'Ini anak dari dulu masih aja kaku, bagaimana mau dapat istri? yang ada duluan Vellyn.' Batin Zicko sambil memijat pelipisnya.


"Zick, ikut paman ke ruang privat. Ada sesuatu yang ingin Paman sampaikan kepada kamu, ayo ikut paman." Panggil ayah Deyzan pada keponakannya.


"Ada apa, Paman?"


"Nanti kamu akan mengetahuinya sendiri, ayo ikut Paman." Jawabnya, Zicko pun segera bangkit dari posisi duduknya dan mengikuti Pamannya menuju ruang privat. Sedangkan Deyzan tidak menghiraukannya. Ia tetap fokus dengan gawatnya.


Ketika Zicko dan ayahnya sudah tidak ada lagi di ruang keluarga, Deyzan akhirnya meletakkan benda pipihnya diatas meja.


"Deyzan, bagaimana pendapatmu soal kamu yang akan tinggal di dalam Negri? apakah kamu sudah siap untuk memulai kehidupan kamu yang baru?" tanya Tuan Zayen memastikannya.


"Dey akan mencobanya, Paman." Jawab Deyzan yang tidak menyukai sesuatu yang basa basi dan membicarakan sesuatu yang tidak ada gunanya.


"Karena rumah yang akan ditempati kamu masih sedang direnovasi, untuk sementara kamu tinggal di rumah Paman. Jika mau istirahat, istirahat lah di kamar." Ucap sang Paman.


"Baik Paman, terima kasih." Jawab Deyzan.


"Kalau begitu Paman mau mau ke ruangan kerja dulu, ada sesuatu yang belum Paman bereskan. Sambil menunggu makan malam, kamu bisa istirahat terlebih dahulu." Ucap tuan Zayen.


"Iya, Paman." Jawab Deyzan, setelah tidak ada seseorang di ruang tamu. Deyzan memilih untuk segera masuk kedalam kamar dan beristirahat.


Sedangkan Zicko yang tengah membicarakan soal Deyzan, ia memilih untuk menuruti keinginan Pamannya. Selain untuk merubah Deyzan, Tuan Viko menginginkan putranya untuk bisa melupakan masa lalunya.


"Paman, apa Zicko bisa melakukannya? Deyzan sangat sulit untuk diajaknya bercanda. Dunia ini seakan tengah berkabung ketika Deyzan sudah diam dan tanpa berucap, Paman."


"Carikan sekretaris yang cukup cocok untuknya, mungkin akan jauh lebih baik." Pinta sang Paman, Zicko mulai memutar ota*knya untuk mencari ide.


"Waktu kamu tidak lama, Zicko. Karena setelah anak kamu lahir dan ketika usianya yang sudah cukup untuk bisa dibawa ke luar Negri, kamu sudah tidak ada lagi di rumah ini. Melainkan kamu sudah berada di Amerika bersama Paman, ingat baik baik."

__ADS_1


"Ah, kenapa serasa Zicko sendiri yang mendapatkan hukuman." Jawab Zicko yang terasa mendapatkan hukuman dari keluarganya, harus berpisah dengan keluarga yang cukup lama dan juga sangat jauh.


__ADS_2