Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Sebuah pesan


__ADS_3

Setelah makan siang, Kalla dan Romi kembali lagi ke ruang kerjanya. Kalla masih dengan perasaan dongkol, ia berjalan lebih cepat dari Romi.


"Hem, anak itu. Aku jadi ingat Lunika, ternyata perempuan itu kalau ngambek sama aja ya." Gumam Romi dan sambil berjalan dengan santai.


"Pak Bos lagi marahan sama adiknya, ya?" goda para karyawan yang sama sama mau masuk ke ruangan kerjanya masing masing.


"Jangan banyak tingkah, kembali ke tempat kerja kalian." Sahut Romi sambil mempercepat langkah kakinya.


"Adik, yang benar aja. Mirip aja juga tidak, dikata adik kakak, netizen." Gumam Romi sambil berjalan yang cukup gesit.


Sampainya di ruang kerjanya, pandangan Romi tertuju pada Kalla yang tiba tiba sudah sibuk dengan pekerjaannya.


"Rupanya kamu rajin juga, ya. Aku kira kamu ini anak yang manja, pemalas seperti yang ...." Kata Romi meledek dan menghentikan kalimatnya, Kalla yang mendengarnya pun hanya mendelik.


"Yang orang orang bilang, begitu maksud kamu? hem." Sahut Kalla dengan sungut.


"Lanjutkan saja pekerjaan mu." Ucap Romi dan segera kembali ke tempat duduknya, kemudian ia melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan di tempat lain, Arnal baru saja sampai di rumahnya. Rasa capek yang selama di luar Kota, ingin rasanya segera istirahat.


"Arnal, sudah pulang kamu Nak?" tanya sang Ibu yang mendapati putranya sudah masuk kedalam rumah.


"Iya Ma, bagaimana kabar Mama dan Papa?" jawab Arnal dan balik bertanya, kemudian mencium punggung tangan ibunya.


"Papa kamu sedang sibuk di Toko, karena hari ini banyak barang yang datang. Oh iya, bagaimana tugas kamu di luar Kota? sukses 'kan?"

__ADS_1


"Iya Ma, semuanya sudah beres. Mulai minggu depan Arnal sudah mulai aktif lagi di Kantor, Ma. Katanya sih disuruh gantiin Tuan Zayen, karena Tuan Zicko mau pergi ke luar Negri bersama anak dan istrinya." Jawab Arnal sambil melepas jam tangannya.


"Sama Lunika, ya."


"Memangnya siapa lagi, Ma? istrinya kan Lunika. Masa iya orang lain, Mama ini ada ada saja." Jawab Arnal menerima air minum yang dibawakan oleh sang ibu, kemudian keduanya duduk bersebelahan.


"Dulu Mama sangat egois, bahkan sampai sampai tidak bisa membedakan gadis yang baik dan gadis yang tidak baik. Maafkan Mama ya, Nak. Jika selama ini Mama tidak begitu peduli dengan mu, sampai sekarang hatimu masih kosong." Ucap sang ibu penuh sesal ketika melihat keadaan putranya yang harus kehilangan orang yang disayanginya, bahkan sudah sejak masih sekolah, pikirnya.


"Sudah lah Ma, jangan ungkit ungkit lagi masa lalu Arnal. Sekarang Lunika sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, dan mungkin juga memang bukan jodoh Arnal." Jawab Arnal yang tidak ingin membahas masa lalunya.


"Ma, Arnal mau istirahat dulu ya. Mama tidak perlu masak, nanti malam Arnal mau ajak Mama makan malam di Restoran. Sudah lama Arnal tidak mengajak Mama dan Papa makan bersama di Restoran." Ucap Arnal berpesan.


"Iya Nak, istirahat lah." Jawab sang Ibu, sedangkan Arnal segera kembali ke kamarnya.


Saat sudah berada didalam kamar, tiba tiba ponselnya bergetar. Menunjukkan ada pesan masuk yang tengah mengagetkan nya.


"Makan malam di kediaman keluarga Tuan Zayen? yang benar aja, ada Romi juga, hem." Gumam Arnal, kemudian ia segera meletakkan ponselnya di atas nakas. Kemudian ia segera melepas sepatunya dan mengganti pakaiannya serta mencuci muka dan kedua kakinya, setelah itu ia baru beristirahat ditempat tidurnya.


Sedangkan didalam ruangan Kerja, Romi yang sedang sibuk dengan pekerjaannya pun tengah dikagetkan sebuah pesan masuk di ponselnya. Segera ia membuka pesan nya.


'Makan malam tempat Tuan Zayen? acara apaan? ada Arnal juga? ada modus apa lagi ini Tuan Zayen. Benar benar membuatku penasaran, hem.' Batin Romi yang juga ikutan penasaran seperti halnya Arnal.


Sedangkan Vellyn maupun Kalla sama sama girangnya ketika mendapatkan pesan dari Paman nya, apa lagi kalau bukan untuk mengajukan permintaan.


'Yes!" akhirnya, nanti malam aku di minta untuk ikut makan malam di rumah Paman. Asik ... ada Vellyn, lagi. Aku yakin jika nanti malam bakalan seru, ada kak Vey juga. Asik asik asik ... sekali dayung, dua Benua aku lampaui.' Batin Kalla penuh kegirangan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Vellyn yang sudah sangat merindukan Bunda Afna, rasanya benar benar sudah tidak sabar ingin memeluknya dan menerima nasehat nasehat dari Beliau.


"Asik .... nanti malam akan ada acara di rumah Paman Zayen, ada Kalla juga. Pokoknya seru nih, ada Niko keponakanku yang gemesin." Gumam Vellyn sambil bercermin.


Karena sudah tidak sabar untuk datang ke rumah Tuan Zayen, Vellyn langsung berenang untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa jenuh dan juga lesu.


Sedangkan di kediaman Tuan Zayen, kini para pelayan rumah tengah disibukkan untuk menyambut keluarga besarnya datang.


"Sayang," panggil Lunika sambil mengenakan baju untuk putranya.


"Kenapa, sayang?" tanya Zicko yang juga baru keluar dari kamar mandi.


"Memangnya nanti malam mau ada acara apaan sih, sayang?" Lunika balik bertanya.


"Ada acara kumpul keluarga saja, sudah lama tidak ada kumpul bersama keluarga." Jawab Zicko sambil membuka lemari baju.


"Termasuk keluarga Kakek Ganan?" lagi lagi Lunika kembali bertanya.


"Iya, ada Paman Rey dan juga Paman Zakka, dan juga Tante Neyla. Yang pasti rame banget nanti malam, siapkan diri mu dengan baik. Satu lagi, ada Paman Kazza beserta anak anaknya juga." Jawab Zicko menyebutkan keluarganya.


"Wah ... rame banget pastinya, jadi penasaran dengan anggota keluargamu. Aku mendengarnya pun sudah bingung, apa lagi untuk mengingat siapa siapanya." Kata Lunika sambil membayangkan kedatangan keluarga besar suaminya.


"Makanya, malam ini diadakannya kumpul bersama keluarga besar Danuarta dan keluarga besar Wilyam." Sahut Zicko menyebutkan.


"Sudah lah, lebih baik sekarang kamu buruan mandi. Biar Niko bersamaku, aku mau mengajaknya jalan jalan ditaman belakang sambil menunggu malam." Ucap Zicko, sedangkan Lunika sendiri segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hingga tidak terasa sudah menjelang malam hari, semua tengah disibukkan dengan persiapannya masing masing. Tidak di rumah Tuan Zayen sendiri, tetapi di rumah Deyzan maupun di kediaman Tuan Kazza yang juga ikutan sibuk untuk menghadiri acara berkumpul bersama keluarga besar.

__ADS_1


"Ma, sepertinya Daka tidak bisa ikut deh. Malam ini Daka ada acara juga makan malam bersama anak anak panti suhan, tidak apa apa kan, Ma?"


"Iya, tidak apa apa. Nanti kalau masih ada sisa waktu, Mama dan Papa akan datang. Tapi jangan diharapkan, takutnya Papa kamu lupa waktu kalau sudah berkumpul dengan bala tentaranya." Kata Ibunda Vella, sedangkan Tuan Kazza yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya.


__ADS_2