Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Perasaan cemas


__ADS_3

Kalla masih bengong, ia merasa sedang bermimpi mendengarnya.


"Vellyn, kamu serius nih. Jika kamu menerima perjodohan dari Kakek Ganan? yang benar saja, kamu." Tanya Kalla yang masih tidak percaya.


"Aku serius, aku tidak sedang bercanda."


"Apakah kamu mencintai Arnal?" tanya Kalla yang masih menyimpan rasa penasarannya.


"Aku mau belajar dari Kak Dey, dan juga dari Tante Aish. Tidak hanya itu, aku mau belajar dari Paman Zayen dan Tante Afna. Tidak hanya itu, aku mau belajar dari Omma Qinan. Yang menikah karena paksaan, ditambah lagi dengan seorang suami yang lumpuh. Entah lah, aku terinspirasi dari Omma Qinan. Ibu dari Kakek Ganan." Jawab Vellyn yang sudah mengetahui cerita masa lalu dari keluarga satu ke keluarga yang lainnya.


Kalla yang minim pengetahuan soal keluarganya, ia hanya bisa berpikir sendiri. Kalla hanya mempunyai sebuah cerita dari Bunda Afna dan Tuan Zayen yang cintanya tidak kalah besarnya dengan yang lainnya. Entah ada angin apa, Kalla tiba tiba terinspirasi dari sebuah pernikahan Bunda Afna dan Tuan Zayen. Namun, niatnya untuk mengiyakan, tiba tiba urungkan. Kalla tetap dengan pendiriannya, yakni untuk meminta nasehat serta solusi yang cukup bijak untuk ia jawab.


"Kakek, Paman, kalau begitu Kalla mau pamit keluar. Sepertinya Kalla harus memikirkannya lagi, Kalla takut kecewa setelah pernikahan." Ucap Kalla berpamitan.


"Boleh, Kakek tidak melarangmu. Keputusan kamu, ya itu sudah menjadi pilihanmu." Kata Kakek Ganan, Kalla pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh Vellyn dari belakang.


Setelah tidak ada Vellyn dan Kalla didalam ruangan tersebut, Tuan Seyn meminta sang adik untuk memangilkan kedua orang kepercayaan Tuan Zayen sendiri.


Didalam ruangan yang dimana masih ada Zicko dan Dey, juga ada Romi dan Arnal.


"Arnal, Romi, kemarilah." Panggil Tuan Zayen pada kedua orang kepercayaannya.


"Iya, Tuan." Jawab keduanya serempak, setelah itu Romi dan Arnal mengikuti kemana arah Bos nya itu.


"Rom, kira kira ada apa ya?" tanya Arnal dengan lirih sambil berjalan beriringan dibelakang Tuan Zayen.

__ADS_1


"Mana aku tahu, Nal. Mungkin mau dapat bonus kitanya, tidak tahu juga sih. Semoga aja, kita tidak dipecat." Jawab Romi yang juga merasa cemas dan was was, setelah itu keduanya memilih untuk diam. Takut, jika Bos nya akan memergokinya.


Sampai didepan pintu, Tuan Zayen berhenti dan langsung membuka pintunya. "Silahkan masuk, didalam ada Kakek Ganan dan Tuan Seyn. Jangan takut, kalian berdua hanya akan diberi pertanyaan." Ucap Tuan Zayen mempersilahkan Romi dan Arnal untuk segera masuk menemui Tuan Seyn dan Kakek Ganan.


"Iya, Tuan." Jawab keduanya, setelah itu Tuan Zayen kembali menutup pintunya. Dan kini, Romi dan Arnal mendekati Kakek Ganan dan Tuan Seyn.


"Silahkan duduk, jangan sungkan sungkan." Ucap Kakek Ganan, Romi dan Arnal akhirnya duduk dihadapan Kakek Ganan dan Tuan Seyn.


Disaat itu juga, perasaan cemas dan was was tengah menghantui pikiran Romi dan Arnal.


'Kenapa aku seperti sedang menghadapi sidang dengan ketukan palu yang menakutkan.' Batin Arnal dengan segala pikirannya yang cemas.


'Semoga saja tidak terjadi pemecatan, karena aku masih mengharapkan gaji untuk membangunkan istana istriku kelak. Dih! istriku kelak, ini aja belum dapat dapat. Masa iya, mau jadi bujang lapuk. Yang benar saja ini, oh! tidak boleh terjadi.' Batin Romi yang juga dengan segala kegelisahan nya.


"Romi, Arnal, bagaimana keadaan kamu sekarang? tidak sedang cemas, 'kan?" tanya Tuan Seyn.


"Boleh Kek, silahkan." Ucap keduanya yang lagi lagi serempak seperti anak kembar yang mempunyai insting yang sama.


"Kakek mau bertanya terlebih dahulu sama kami, Arnal." Ucap Kakek Ganan dengan pandangannya tertuju pada Arnal.


"Iya Kek, silahkan." Jawab Arnal sedikit membungkukkan punggungnya.


"Arnal, kamu jangan takut. Kakek tidak akan memarahimu, justru Kakek akan memberi kejutan untuk kamu." Ucap Tuan Seyn ikut menimpali, sedangkan Arnal masih bingung untuk mencernanya.


"Begini Arnal, Kakek mau tanya soal kamu mengenai status kamu. Maksud Kakek, bukan status kamu duda. Melainkan, apakah kamu sudah mempunyai perempuan yang akan menjadi istri kamu?" tanya Kakek Ganan. Sedangkan Romi langsung mencoba untuk mencerna pertanyaan dari Ganan.

__ADS_1


"Saya tidak mempunyai kekasih ataupun perempuan yang akan jadi istri saya, Tuan." Jawab Arnal berusaha untuk tetap tenang, meski kenyataannya masih saja bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Kakek Ganan.


"Syukur lah kalau begitu, Kakek menjadi lebih tenang." Ucap Kakek Ganan, Arnal pun tambah bingung lagi dengan ucapan dari Beliau.


"Maksud Kakek?" tanya Arnal memberanikan diri untuk bertanya, karena dirinya tidak dapat menahan rasa penasarannya. Kakek Ganan pun tersenyum melihat Arnal yang terlihat cemas dan juga gelisah.


"Bagaimana kalau Kakek beri kamu pilihan, mau? tidak sulit kok." Kata Kakek Ganan dan memberi pertanyaan untuk Arnal.


"Pilihan? maksud Tuan, pilihan apa yang dimaksud?" lagi lagi Arnal semakin penasaran. Bahkan rasanya pun sudah tidak lagi bisa menahan rasa sabar.


"Kakek mau menjodohkan kamu dengan Vellyn, bagaimana menurutmu?"


Seketika, Arnal maupun Romi sama sama tercengang mendengarnya. Arnal masih tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Kakek Ganan. Bahkan, Arnal seperti tersambar petir disiang bolong. Begitu juga dengan Romi, justru dirinya mulai menebaknya ke yang lebih detail lagi.


'Preman hantu itu, siapa lagi kalau bukan anak itu sasaran selanjutnya. Ini pasti Tuan Zayn, siapa lagi.' Batin Romi yang tiba tiba pikirannya tertuju pada sosok perempuan yang bernama Kalla.


"Menikah dengan Nona Vellyn, Tuan?" tanya Arnal yang masih tidak percaya.


"Iya, menikah dengan Vellyn." Jawab Tuan Seyn ikut menimpali, sedangkan Arnal berulang kali menepuk kedua pipinya. Dirinya mencoba untuk membangunkan kesadarannya yang cukup rumit untuk di cerna.


"Tapi ... bagaimana bisa saya menikahi perempuan yang belum tentu mau menikah dengan saya, Tuan? itu sangat mustahil." Ucap Arnal yang kini berubah untuk berani.


"Vellyn menerima kamu untuk menjadi suaminya tanpa kami memaksanya, sekarang tinggal jawaban kamu untuknya." Sahut Tuan Seyn, lagi lagi Arnal dan Romi kembali tercengang.


'Mau menikah denganku? yang benar saja, aku tidak percaya.' Batin Arnal yang masih belum bisa untuk percaya begitu saja.

__ADS_1


"Lihat lah rekaman video ini, kamu pasti akan percaya dengan Vellyn, 'kan?" kata Tuan Seyn, kemudian menunjukkan sebuah rekaman Video yang belum lama sebelum Arnal masuk kedalam ruangan tersebut.


Dengan seksama dan teliti, Arnal maupun Romi mendengarkan pengakuan dari Vellyn. Disaat itu juga, Arnal masih seperti mimpi ketika Vellyn berterus terang untuk menerima dirinya menjadi suaminya nanti.


__ADS_2