Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Di Taman


__ADS_3

Sedang dalam perjalanan pulang, Vellyn hanya menatap luar sambil melamun tanpa bergeming sepatah kata pun.


Tidak memakan waktu lama, Vellyn telah sampai dihalaman Tuan Zayen. Suasana rumah tidak terdengar adanya suara Niko kecil, hening.


"Tante Afna ..." panggil Vellyn sambil lari kecil menghambur pada istri Tuan Zayen dan langsung memeluk nya layaknya seorang anak yang lama tidak pernah berjumpa dengan orang tua, Vellyn langsung mencium kedua pipi milik Beliau.


"Keponakan kesayangan nya Tante, apa kabarnya sayang?"


"Kabarnya Vellyn sangat baik, Tante. Em ... Tante Afna dan Paman Zayen, apa kabarnya? dan juga Kak Zicko, kak Lunika, dan Niko apa kabarnya mereka semua, Tante?"


"Semua sekeluarga baik baik, sayang. Papa dan Mama, kakek dan Omma, apa kabarnya?"


"Semuanya baik baik juga kok, Tante."


"Loh, kok muka kamu tiba tiba dilipat kek gitu. Ada masalah? ayo ikut Tante."


"Vellyn dilarang sama Papa dan Mama untuk pulang, Tante."


"Loh, kenapa? asik dong. Bukankah lebih enak tinggal di Tanah Air? hem."


"Bukan begitu maksudnya Tante, Papa juga tidak akan pernah pulang ke Tanah Air kalau Vellyn belum juga mendapatkan pasangan. Soalnya Vellyn menolak perjodohan, Tante."


"Itu mah gampang, seiringnya waktu juga bakalan kamu temukan lelaki yang cocok untuk kamu."


"Tante mah ngomongnya enak, yang ngejalanin kan Vellyn. Berat, Tante ... berat." Kata Vellyn sedikit prustasi.


"Sudah ah jangan terlalu dipikirkan, mendingan sekarang kamu ganti dulu pakaian kamu. Setelah itu Tante mau ajak kamu jalan jalan, bagaimana? mau 'kan? cepetan ganti pakaian kamu kalau mau ikut Tante."

__ADS_1


"Wah ... serius nih Tante? ok lah. Kalau begitu Vellyn ganti baju dulu ya, Tante." Dengan semangat Vellyn langsung bergegas pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


Setelah selesai bersiap siap, Vellyn dan istri Tuan Zayen segera berangkat ke tempat tujuan.


Selama perjalanan, Vellyn dan Bunda Afna saling berbagi cerita. Keduanya nampak ceria dan tanpa ada beban seperti sebelum nya.


"Tante, serius nih kalau kak Zicko beneran wajahnya diganti? jadi penasaran sama ketampanan nya deh. Kira kira tambah ganteng atau ... tambah menggemaskan ya, Tante." Sambil membayangkan sepupu laki lakinya, Vellyn mencoba untuk menerka nerka seperti apa sosok Zicko yang sekarang.


"Kakak kamu itu sekarang tambah ganteng, hanya saja tidak ada lagi brewok tipis yang menempel di area rahangnya dan juga dagunya. Benar benar mulus sekarang, sangat berbeda pokoknya."


"Wah ... kek Oppa Oppa dong, jadi penasaran deh." Kata Vellyn sambil membayangkan sosok Zicko yang berstatus kakak sepupunya.


Tidak hanya itu saja, Vellyn begitu fokus mendengar cerita dari ibundanya Zicko dari awal Zicko bertemu dengan istrinya.


"Aduh Tante, perut Vellyn sakit. Tante ini, benar benar kocak alur cerita kak Zicko. Vellyn benar benar tidak bisa membayangkan wajah kak Zicko yang sekarang, pasti Vellyn akan tertawa puas saat melihat perubahan dari kakak pertama." Ucap Vellyn sambil menahan perutnya yang terasa sakit karena tertawa lepas saat mendengar cerita Zicko dari awal hingga berakhir di ruang makan sebelum berangkat jalan jalan bersama anak dan istri.


"Sudah sudah, sebentar lagi kita akan segera sampai. Jaga tawa kamu itu, nanti Niko bisa takut sama kamu kalau kamunya tertawa lepas kek gitu." Ucap Bunda Afna mengingatkan keponakannya, Vellyn pun akhirnya mencoba meredakan tawa nya.


"Tante, dimana mereka?" tanya Vellyn sambil celingukan. Coba kamu cari ke arah yang berlawanan, kalau sudah ketemu nanti hubungi Tante." Ujar Bunda Afna memberi ide untuk mencari anak dan menantunya serta cucu kesayangannya.


"Iya Tante, ok lah." Sahut Vellyn, kemudian ia berjalan sambil celingukan untuk mencari nya.


"Duh, kenapa Tante tidak menelponnya aja sih. Kenapa juga, mesti nyariin kek gini udah kek main petak umpet aja deh." Gumam Vellyn sambil berjalan dan celingukan kesana kemari untuk menemukan bayangan yang dicarinya.


BRUG!


"Aw! kalau jalan itu lihat lihat dong, sakit nih."

__ADS_1


"Ya maaf, aku kan tidak sengaja. Mana aku tau, situ nya aja yang jalannya terburu buru." Kata Vellyn tetap bersikukuh pada pendiriannya.


"Apa kamu bilang? aku yang jalannya terburu buru? enak saja kalau nuduh." Ucapnya dan langsung pergi begitu saja.


"Ih, sialan banget sih. Awas aja ya, kalau aku bertemu dengan nya lagi. Aku bakal tendang dia sampai terlempar jauh ke Benua Afrika, benar benar menyebalkan." Gerutu Vellyn sambil berdecak kesal dengan posisi kedua tangannya berkacak pinggang.


"Vellyn, kok berubah jadi cemberut begitu. Kenapa? ada masalah lagi? hem."


"Tidak ada Tante, lagi sial aja tadi. Pokoknya tuh benar benar menyebalkan, Tante. Ganteng sih, tapi bikin eneg diperut. Vellyn tuh pingin banget nendang itu orang sampai ke Benua Afrika, Tante." Jawab Vellyn dengan ekspresi penuh kekesalan saat mendapati seseorang yang menurutnya sangat menyebalkan, pikirnya.


"Ah sudah lah, lelaki seperti itu tidak perlu kamu tanggapi dengan serius. Yang ada tuh kamu bakalan kesel sendiri kalau bertemu dengannya lagi, ayo ikut Tante saja."


"Kemana, Tante? memangnya Tante sudah menemukan keberadaan kak Zicko?" tanya Vellyn sambil berjalan beriringan dengan Bunda Afna.


"Iya, Tante sudah bertemu dengan mereka. Tapi ... saat Tante hubungi kamu, rupanya kamu tidak ada jawaban. Akhirnya Tante nyuruh Zicko untuk mencari keberadaan kamu, tapi tetap saja tidak menemukan kamu katanya."


"Terus ... akhrinya Tante yang nyari Vellyn, begitu maksud Tante?"


"Iya lah, memang siapa lagi. Tadi rencana nya sih, Tante mau meminta tolong sama Arnal, tetapi Arnal sedang ada tugas dari Paman kamu. Jadi ... ya sudah, akhirnya kita pergi hanya berdua." Kata Bunda Afna beralasan.


"Hem, untung saja."


"Untung? untung kenapa, Vel?"


"Itu orang juga kadang nyebelin, Tante. Pokoknya hari ini tuh benar benar menyebalkan, pokoknya jangan sampai ketemu lagi sama laki laki aneh kek tadi." Jawab Vellyn masih dengan perasaan kesal, sedangkan Bunda Afna hanya tersenyum mendengarnya.


"Sudah lah, jangan kamu bahas lagi. Nanti bisa bisa kamu jatuh cinta loh sama salah satu diantara mereka berdua."

__ADS_1


"Dih, amit amit deh. Jangan sampai deh, Tante. Vellyn tuh nyarinya yang tidak menyebalkan, titik."


"Tapi ... saudara laki-laki kamu semuanya menyebalkan, bagaimana? tidak percaya? coba kamu tanya sama kak Lunika dan kak Vey. Mereka berdua pasti akan mengatakan hal yang sama seperti mu, jadi ... sepertinya kamu akan bernasib sama dengan kedua kakak perempuan mu itu." Kata Bunda Afna sedikit menakuti, sedangkan Vellyn yang mencoba mengingat dari sebuah cerita kedua orang tuanya maupun kakek dan Omma nya pun bergidik ngeri jika harus bernasib yang sama.


__ADS_2