Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Berteriak


__ADS_3

Setelah menyuapi sang ibu, Lunika kembali ke ruang tamu untuk mengambil bagiannya dan segera mengisi perutnya yang terasa sudah mulai perih dan keroncongan.


Saat sudah berada di ruang tamu, Lunika memperhatikan sang suami yang tengah duduk sendirian dengan penuh keheranan.


"Kenapa kamu belum makan? bebek bakarnya tidak enak?" tanya Lunika sambil menatap sang suami penasaran.


"Aku menunggumu, bukan karena tidak enak. Tapi, bebek bakarnya memang benar benar menggoda selera." Jawab Zicko sambil membuka kembali bungkusan bebek bakarnya, begitu juga dengan Lunika ikut membukanya.


Tanpa bersuara, Lunika dan Zicko menikmati bebek bakarnya dengan serius. Tanpa disadari oleh keduanya telah menghabiskan satu porsi bebek bakarnya tanpa sisa. Zicko yang melihat ada sisa nasi yang bersemayam disudut bibir milik istrinya, dengan reflek Zicko mengusapnya dengan ibu jarinya dengan tatapan yang membuat detak jantung Lunika berdetak tidak karuan.


Dengan cepat, Lunika memegangi tangan milik suaminya ketika ibu jarinya telah menggapai sebuah sisa makanan yang menempel pada sudut bibirnya.


"Jangan aneh aneh pikiran kamu, nih! ada sisa nasi di sudut bibirmu." Ucap Zicko, kemudian menunjukkan satu sisa nasi yang menempel pada sudut bibir milik sang istri. Seketika, Lunika malu melihatnya.


"Maaf, aku tidak tahu." Jawabnya dengan malu.


"Bebek bakarnya sangat menggoda, kapan kapan antarkan aku ke warung makanan yang tadi kamu beli. Aku akan mengganti mentraktirmu. Jangan menolak, apalagi protes." Ucap Zicko, kemudian minum air putih hangat hingga tandas tidak tersisa.


"Sudah mau malam, buruan mandi. Nanti keburu kemalaman, tidak baik mandi ketika sudah malam. Dikarenakan rumahku tidak seperti rumahmu yang tinggal pilih apapun yang diinginkan, disini sangat jauh berbeda." Ucap Lunika mengingatkan, Zicko hanya mengangguk dan segera bangkit dari posisi duduknya dan langsung masuk ke kamar milik istrinya untuk segera menbersihkan diri.


Sedangkan Lunika, ia segera membersihkan diri dikamar ibunya. Meski sedikit canggung, Lunika berusaha untuk tetap bersikap tenga. Walaupun kenyataannya sangat lah malu dengan keadaannya yang jauh dari kata sederhana.


Sesampainya didalam kamar, Zicko celingukan mencari kamar mandi tidak ia temukan di sudut kamar yang cukup sempit.

__ADS_1


"Tadi memintaku untuk segera mandi, lalu dimana kamar mandinya? yang benar saja ada dibelakang." Ucap Zicko sambil menggerutu, kemudian ia segera keluar untuk bertanya pada istrinya.


Saat membuka pintu kamarnya, Zicko dikagetkan sosok istrinya yang sudah berada didepan kamar.


"Maaf, aku tidak bermaksud lancang untuk masuk ke kamar. Baru saja, aku mau mengetuk pintu sudah kamu buka duluan. Aku hanya mau menunjukkan kamar mandinya ada dibelakang, maaf jika menyulitkan kamu." Ucap Lunika yang tiba tiba kaget melihat suaminya yang hanya mengenakan celana kolornya.


"Sudah aku duga, kamar mandinya pasti ada dibelakang rumah." Jawab Zicko, tanpa pikir panjang ia langsung berjalan menuju kamar mandi yang ditunjukkan oleh istrinya itu.


Setelah suaminya tidak lagi terlihat bayangannya, Lunika segera masuk ke kamarnya untuk mengambil beberapa stelan bajunya sendiri.


"Semoga saja, besok sudah pulang ke Kota. Bisa pusing aku mengatur jadwalnya, mana pernikahan sandiwara lagi. Aku hanya takut, jika ibu akan mengetahuinya. Apalagi aku menikah demi aku mendapatkan uang untuk pengobatan ibu, pasti ibu akan merasa sakit hati jika mengetahuinya. Aku yang tidak lagi jujur, dan aku yang tidak lagi bisa menjadi seorang anak yang baik." Ucapnya lirih sambil memilih beberapa baju yang ada di lemari, serta mengambil selimut untuk dirinya dan suaminya.


Karena tidak ingin keburu suaminya masuk ke kamar, Lunika segera keluar untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkannya.


"Lunika, kamu kenapa? kok kelihatannya terburu buru begitu." Tanya sang ibu penasaran.


"Ini, Lunika habis ngambil baju di kamar. Aduh! cela*na dal*amnya pakai ketinggalan, lagi. Lunika balik lagi ngambil, Bu." Jawab Lunika dan menyadari ada yang tertinggal, dengan buru buru Lunika segera kembali masuk ke kamarnya lagi.


"Tidak!!!!" teriak Lunika begitu kencang dan segera menutup kedua matanya, Zicko yang berada didalam kamar tetap santai mendengar teriakan dari istrinya itu.


Lunika masih mematung diambang pintu, tubuhnya sendiri terasa terkunci dan tidak dapat untuk digerakkan. Zicko segera mendekatinya sambil mengenakan kaos oblongnya.


"Buka tangan kamu, aku sudah mengenakan baju." Ucap Zicko sambil melepaskan kedua tangan istrinya yang tengah menutup sepasang mata milik istrinya.

__ADS_1


"Kalau mau masuk kamar itu ketuk pintunya terlebih dahulu, walaupun ini kamar kamu sendiri. Hem, kamu harus bertanggung jawab, karena kamu sudah mencuri pandang barang berhargaku." Ucap Zicko menakutinya.


"Mencuri pandang barang berhargamu? maksudnya, apa? aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksudkan." Tanya Lunika sambil memikirkan sesuatu yang dimaksudkan oleh suaminya itu.


"Hem, pura pura masih tidak mengerti juga kamu ini. Ah sudah lah, mau apa kamu masuk ke kamar? jangan bilang jika kamu mau mengi*ntipku." Jawab Zicko dan balik bertanya mengenai sang istri yang tiba tiba masuk ke kamarnya.


"Apa? mengi*ntip kamu? tadi aku tidak sengaja, maaf. Aku akan mencuci mataku ini. Permisi, aku mau keluar." Jawab Lunika, sedangkan Zicko tidak mempedulikannya. Ia memilih menjatuhkan diri dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Lunika yang tidak ingin berurusan dengan hal yang lebih rumit, segera ia mengambil sesuatu yang tertinggal didalam kamar. Zicko hanya memperhatikan istrinya sambil tiduran.


Dengan terburu buru, Lunika segera keliaran dari kamarnya sendiri.


'Akhirnya aku bisa bernafas lega, hanya saja aku benar benar sial telah melihat sesuatu yang tidak pantas untuk aku lihat. Aku benar benar menyesalinya, sepasang mataku sudah kotor melihat sesuatu yang menurutku sangat buruk. Tapi, kenapa dia biasa biasa saja? apakah sudah banyak perempuan yang sudah sering melihat barang berharganya? ah! apa urusanku. Aku ini hanya istri sandiwaranya, tidak lebih.' Batin Lunika sambil berjalan menuju kamar ibunya, tanpa sadar jika dirinya sudah berada didalam kamar ibunya.


"Lunika, kenapa tadi kamu berteriak?" tanya sang ibu penasaran.


"Oooh ada kucing tetangga masuk dan mengagetkan Lunika, Bu." Jawab Lunika beralasan.


"Pikir ibu kamu kenapa, ya sudah kalau tidak ada apa apa. Sekarang sudah malam, buruan mandi. Tidak baik untuk kesehatan mandi malam malam begini, cepat mandi." Perintah ibunya.


"Iya, Bu." Jawab Lunika dan mengangguk.


Setelah ritual mandinya selesai, Lunika segera mengenakan baju tidurnya dan beristirahat bersama ibunya. Begitu juga dengan Zicko yang merasa capek, ia memilih untuk segera beristirahat. Dirinya tidak ingin dihari pernikahan sekretarisnya itu terlihat kurang tidur. Zicko harus mempersiapkan dirinya untuk membuktikan pada khalayak umum jika istrinya tidak layak untuk direndahkan.

__ADS_1


__ADS_2