
Zicko yang tengah memperhatikan istrinya, ia segera mendekatinya.
"Sini aku bantu, aku merasa seperti dewan juri saja disuruh duduk sambil memperhatikanmu." Ucap Zicko, lalu ikut mengupas bawang serta mencuci sayuran.
"Sayang, biar aku aja yang melakukan pekerjaan ini. Kamu cukup menemaniku saja, aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Lunika mengambil alih untuk mengupas bawang putih, sedangkan Zicko tetap bersikukuh pada pendiriannya.
Karena kualahan mengatasi suaminya, Lunika hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya sendiri.
"Maaf Tuan, jika saya menganggu." Ucap mbak Yuyun yang tiba tiba mengagetkan Zicko yang tengah membantu istrinya masak.
"Iya mbak ada apa, ya?" tanya Zicko sambil fokus dengan kupasan bawangnya.
"Itu ... em ... anu ... itu Tuan, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan. Semua sudah mencegahnya untuk melarangnya masuk, Tuan. Tetapi tetap saja terus memaksa untuk bisa masuk dan memarahi kedua satpam yang berada didekat pintu gerbang, Tuan." Jawab mbak Yuyun dengan cemas.
"Baik lah, biar aku yang akan menemuinya. Mbak Yuyun bantu istriku saja untuk menyelesaikan masaknya, aku akan segera menemuinya." Ucap Zicko, kemudian tanpa berpamitan langsung bangkit dari posisinya dan segera menemui seseorang yang tengah memaksa untuk bisa masuk ke rumah.
Tepatnya di depan rumah, dilihatnya seorang perempuan yang tidak begitu asing dimata Zicko.
"Kamu lagi kamu lagi, mau apa datang ke rumahku Seril? bukankah aku sudah peringatkan untuk pergi jauh dari kehidupanku." Ucap Zicko dengan tatapan ketidaksukaannya pada sosok perempuan yang ada dihadapannya.
"Bagaimana aku bisa melupakanmu, sayang. Aku terlanjur jatuh cinta denganmu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku akui, aku memang salah. Tapi aku mohon maafkan aku, dan kita mulai lagi kehidupan kita yang baru. Aku janji, aku tidak akan mengulangi kesalahan aku. Aku pun mau untuk dijadikan yang kedua setelah istri kamu, sayang." Bujuknya semakin mendekatkan diri pada Zicko, sedangkan Zicko mundur ada beberapa langkah sebelum Seril melakukan hal konyol padanya.
"Aku sudah bahagia dengan istriku, aku tidak membutuhkan istri kedua ketiga keempat sekalipun. Aku sudah nyaman bersama istriku, pergilah sekarang juga. Apa perlu aku mengusirmu dengan kasar, hah! cepat! pergi sekarang juga. Ingat! kita sudah putus, kita tidak ada hubungan apapun." Jawab Zicko dengan sorot matanya yang tajam, serta nada bicaranya yang tinggi.
Seril hanya tersenyum sinis, namun ia tetap untuk melakukan yang sudah menjadi tujuannya.
Tanpa Zicko ketahui, bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh istrinya dari jarak yang tidak begitu jauh. Namun, keberadaan istrinya terhalang oleh sebuah pohon kecil yang cukup untuk mengintipnya.
Sedangkan Seril yang dapat menangkap keberadaan istrinya Zicko, segera ia mengambil kesempatan emasnya. Secepatnya seril segera melakukan aksinya sebelum terlambat.
__ADS_1
"Kamu bilang bahagia? bohong! aku tahu kedok kamu, sayang. Sudahlah kamu jangan banyak alasan, aku tahu semuanya. Kamu sekarang sedang bermain drama dengan istrimu, 'kan? ngaku saja." Ucap Seril membuat Lunika semakin penasaran tentang yang diucapkannya.
"Maksud kamu ngomong seperti itu, apa? hah!" Tanya Zicko diakhiri dengan bentakan.
"Kamu itu sebenarnya tidak mencintai istri kamu, dan kamu itu hanya membalas kebaikan istri kamu. Sudah deh, kamu ngaku saja pada istri kamu. Katakan saja yang sejujurnya, jika kamu hanya membalas budi dengan cara menikahinya. Agar kamu bisa lepas dari masalahmu itu. Kasihan sekali istri kamu yang telah dibohongi, hanya dimanfaatkan saja." Ucap Seril dengan senyum penuh kemenangan.
DUAR!!!!
Seketika, Lunika seperti tersambar petir ketika mendengar perseteruan antara suaminya dan mantan kekasihnya. Dengan langkah kakinya yang penuh kekecewaan, Lunika segera mendekati suaminya tanpa Zicko mengetahuinya.
"Jadi ... ka -- mu ..." ucap Lunika mendadak terhenti, kedua bibirnya tidak mampu untuk berucap. Lunika masih dengan posisinya yang tengah berdiri dibelakang suaminya dengan jarak yang cukup dekat.
Seketika, Zicko tercengang tatkala sang istri sudah berada didekatnya. Dengan reflek, Zicko menoleh ke sumber suara istrinya berada.
Sedangkan Seril tersenyum puas tatkala melihat pemandangan yang pastinya akan semakin panas.
'Setidaknya, aku membuat sepasang suami istri ini mendadak bermasalah sebelum aku pergi ke luar Negri.' Batin Seril penuh keberhasilan akan rencananya sebelum pergi jauh dari tanah air.
"Jangan mendekat! aku kecewa denganmu, kamu tega melakukan ini semuanya padaku. Kamu jahat! kamu benar benar tidak tahu diri." Dengan tatapan kekesalan, Lunika menahan suaminya untuk tidak mendekatinya sambil mengambil aba aba dengan cara mengepalkan kedua tangannya. Lunika sengaja berjaga jaga jika suaminya dengan nekad untuk mendekatinya.
Disaat itu juga, Lunika menitikan air matanya penuh kekecewaan saat mendengar perseteruan pada keduanya.
Tanpa pikir panjang, Lunika langsung berlari begitu sangat kencang.
"Sayang, tunggu! jangan pergi." Panggil Zicko yang hendak mengejar istrinya. Namun ia teringat awal penyebabnya.
Zicko langsung membalikkan badannya dan mendekati Seril dengan tatapan penuh kebencian. Sedangkan Lunika tengah masuk kedalam rumah dan menutup pintu kamarnya.
"Kamu!!! puas! kamu sekarang." Ucap Zicko penuh kebencian.
__ADS_1
"Sangat! puas! sampai jumpa, aku akan pergi sebelum kamu mengusirku." Jawab Seril dengan senyumnya yang sinis, kemudian ia langsung pergi dari hadapan Zicko yang terlihat tengah kesal dan juga geram pastinya.
"Robet!!!!" teriak Zicko memanggil kepercayaan keluarganya yang siap datang kapanpun, karena keberadaannya seharian penuh bersama keluarga Zicko.
"Iya Tuan, ada apa?"
"Kamu urus perempuan yang bernama Seril, beri dia hukuman sampai ada penyesalan pada dirinya. Aku tidak ingin perempuan itu akan kembali lagi ke tanah air." Perintah Zicko penuh amarah kekesalannya.
"Baik Tuan, saya akan segera menyelesaikan perempuan yang Tuan Muda maksudkan." Jawab Zicko memberi penjelasan pada orang kepercayaanya.
Dengan langkah kakinya yang terburu buru, Zicko segera menemui istrinya.
BRAK BRAK BRAK BRAK!!!
"Sayang, buka pintunya. Aku bisa jelasin semuanya. Ucapan tadi tidak seperti kenyataannya, sayang. Sayang, percayalah denganku." Ucap Zicko berulang ulang dan menggedor gedor pintunya.
Karena tidak ada jawaban, Zicko tersenyum mengembang.
"Untung aja masih ada cara lain, pintu kamar ini bukannya pakai kode juga." Ucapnya lirih dengan senyum lebar.
Pintu pun terbuka dengan lebar, dilihatnya sang istri tengah berada dalam balutan selimut, pikirnya. Dengan pelan, Zicko mendekatinya dan duduk disebelah istrinya.
"Sayang, aku minta maaf. Tadi yang kamu dengar dari Seril itu bohong, tidak ada yang benar. Aku itu tulus mencintaimu, sayang. Aku mohon, kamu jangan salah paham. Seril memang seperti itu orangnya, apa yang dia suka akan ia lakukan apapun itu caranya. Aku dan Seril sudah tidak ada hubungan apapun semenjak aku pulang dari luar Negri, percayalah denganku. Sayang, kenapa kamu masih diam? ayo jawab pertanyaanku." Ucap Zicko dengan panjang lebar.
"Kamu berbicara dengan siapa? guling? mana bisa dia jawab, hem." Seketika, suara Lunika tengah mengagetkan Zicko. Dengan reflek, Zicko menoleh kearah sebelah.
"Kamu ..." ucap Zicko dengan geram, kemudian menarik istrinya dan menjatuhkannya diatas tempat tidur dan menin*dih tubuh istrinya dan menguncinya hingga Lunika sulit untuk bergerak.
"Sayang, lepasin aku . Tadi itu aku kebelet, sayang. Jadi, aku gagal ikutan dramanya tadi deh. Ah! sialan, padahal tadi dramanya masih seru loh." Jawab Lunika dengan menahan tawanya.
__ADS_1
"Pandai sekali kamu bermain akting didepanku, bakat juga kamu ini. Sempurna! istriku benar benar sempurna, bagus." Ucap Zicko, kemudian tanpa ampun Zicko langsung mengg*auli istrinya.