
Waktu makan malam pun telah tiba, semua anggota keluarga tengah menikmati makan malamnya bersama, termasuk Romi dan Arnal. Keduanya sama sama terasa canggung dan tidak enak hati.
Namun mau bagaimana lagi, keduanya tidak mampu untuk menolak undangan yang diberikan oleh Bosnya. Mau tidak mau, Arnal dan Romi akhirnya menerima undangan tersebut.
Semua saling bersenda gurau ketika menikmati makan malamnya, ada kelompoknya masing masing.
"Jangan banyak banyak makan kepiting rebusnya, ingat kolestrol mu." Ucap Omma Zeil pada suaminya, yakni Kakek Alfan.
"Cuman dikit aja jugaan," kata Kakek Alfan melirik kearah istrinya.
"Dikit dikit jadi ketagihan, apa kamu lupa kalau kolesterol kamu kambuh. Bahkan semua dibuat mu pusing gara gara ulah mu itu." Omma Zeil tetap bersikukuh untuk mengingatkan suaminya, pasalnya yang repot tidak hanya orang lain, tetapi Omma Zeil pun ikut mendapat dampaknya.
"Kamu juga, jangan banyak makan daging. Ingat dengan asam urat mu saja belum sembuh, kamu mau memancing darah tinggi kamu itu naik drastis? hem." Kata Omma Maura yang juga ikut melarang suaminya untuk makan dengan daging, sedangkan Kakek Ganan hanya menelan ludahnya kasar.
"Dikit, aja. Aku juga pingin seperti yang lainnya."
"Dikat dikit, tetap aja tidak boleh. Kasihan Aish menantumu yang sudah merawatmu dengan baik, sedangkan kamu sangat ceroboh." Kata Omma Maura mengingatkan.
"Stop! hindari dulu makanan yang kasar kasar, lambung kamu itu sudah bermasalah. Apa kamu juga sudah lupa? jika kamu sudah mempunyai asam lambung." Kata Omma Nessa ikut menegur suaminya yang kini mulai ceroboh saat berkumpul bersama kluarga besarnya.
Anak anak dari mereka semuanya hanya menahan tawa ketika istri istri diantara mereka telah melarang nya untuk menikmati seperti waktu masih sehat bugar.
"Dan kamu, Kak Zayen, Kak Seyn, Kak Kazza, Kak Rey, Dan suamiku Viko, jaga kesehatan kalian. Agar tetap bisa menikmati seperti sekarang ini tanpa larangan." Ucap Adellyn mengingatkan ketiga saudaranya dan juga suaminya sendiri.
"Iya Nyonya ...." kompak keempat saudaranya dan juga Tuan Viko.
"Begini amat nasib kita ya, Gan." Kata Kakek Tirta usai menyeruput minumannya.
__ADS_1
"Iya, coba aja tadi kita meminta ruangan khusus laki laki. Aman kita, Tir. Iya gak, Fan?" sahut Kakek Ganan dan melempar ucapannya ke Kakek Alfan.
"Iya, istri kita semuanya masih perkasa." Ucap Kakek Alfan.
"Istri kita? istri kamu, kali. Zeil kan pembalap liar, wajar aja kalau masih perkasa. Istriku kerjaan perawatan, tetap aja udah lentur seperti punya kita." Kata Kakek Ganan.
"Punya kita lagi? sorry ya, punya kita masih kuat." Kata Kakek Tirta dengan senda guraunya.
Semua yang mendengarkannya pun mendadak tercengang, bahkan Tuan Zayen dan Tuan Viko yang hendak menyuapi mulutnya, tiba tiba terhenti begitu saja saat mendengar pengucapan dari Kakek Tirta.
"Sudah sudah, makin error aja omongan kalian ini. Ayo kita lanjutkan makan malamnya, setelah ini masih ada tugas untuk mengajak Vellyn dan Kalla membicarakan perjodohan nya." Ucap Omma Zeil mengingatkan.
"Ah iya, aku sampai lupa. Baik lah, ayo kita selesaikan dulu makan malamnya. Setelah ini kita bisa bersantai dan bernostalgia. Biar orang yang dekat sama Kalla dan Vellyn yang berbicara dengan nya." Ucap Kakek Ganan, semuanya pun setuju dengan keputusan yang diberikan oleh Kakek Ganan.
Sedangkan diruangan sebelah tengah menikmati makan malamnya tanpa bersuara. Ada Zicko dan istri, ada Deyzan dan istri, ada Romi dan Arnal yang belum menikah, dan ada juga Vellyn dan Kalla yang sama sama nasibnya.
Didalam ruangan tersebut berubah menjadi hening. Biasanya tidak pernah sepi dan selalu ramai, kini berubah tidak seramai dulu dengan tingkah Kalla dan Vellyn, dan juga biasanya tidak ada yang absen, termasuk Daka dan cucu dari Kakek Ganan, yakni anak dari ketiga anak kembarnya Kakek Ganan. Anak dari Reynan, Zakka, dan Neyla yang bersuamikan Tuan Seyn.
"Serius nih, aku yang harus berhadapan dengan mereka berempat? apa aku tidak salah dengar? bisa bisa darah tinggi ku kambuh mendadak, kalian tahu? Vellyn dan Kalla sama seperti Adellyn dan Neyla, bandel." Kata Kakek Ganan, tanpa pedulinya ada putrinya dan juga keponakannya sendiri.
"Dicoba aja, Pa."
"Iya Paman, dicoba aja dulu."
Anak dan keponakannya pun ikut mendukungnya, Kakek Ganan semakin was was dibuatnya.
"Iya Paman, biar kak Seyn yang akan mendampingi Paman." Timpal Tuan Zayen, karena tidak mungkin jika dirinya atau Tuan Kazza dan Tuan Viko yang berhadapan dengan kedua keponakannya, yang ada tidak akan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Omma Zel, yakni ibundanya Tuan Zayn sendiri.
__ADS_1
"Bagaimana? semuanya setuju?" tanya Tuan Kazza meminta pendapat.
"Iya, setuju." Semuanya menjawabnya dengan kompak.
"Kalau begitu, aku dan Seyn mau masuk ke dalam ruangan privat. Panggil mereka berempat untuk menemuiku." Perintah Kakek Ganan, kemudian Beliau langsung mengikuti Tuan Zayen selaku pemilik rumah dan diikuti oleh Tuan Seyn dari belakang.
Sampainya di ruang privat, Tuan Seyn maupun Kakek Ganan duduk dengan tenang. Sambil menunggu, Kakek Ganan mengajak menantunya mencoba mancari solusi untuk membuat Vellyn dan Kalla tidak berubah menjadi keras kepala.
"Seyn, kamu sudah siap?" tanya ayah mertua.
"Sudah Pa, Seyn sudah siap untuk memberi nasehat untuk Kalla dan Vellyn, dan juga Arnal maupun Romi." Jawab Tuan Seyn, Kakek Ganan pun mengangguk.
Sedangkan didalam ruangan yang berbeda, Vellyn dan Kalla maupun yang lainnya tengah menyibukkan diri dengan benda pipihnya. Berbeda dengan yang laki laki, Zicko dan yang lainnya tengah mengobrol tentang dunia berkarir.
"Permisi ..." sapa Bunda Afna dengan lembut.
"Iya Tante, ada apa?" tanya Vellyn.
"Kamu dan Kalla, ayo ikut Tante." Jawab Bunda Afna untuk mengajak kedua keponakannya.
"Mau kemana Tante?" sahut Kalla menimpali.
"Nanti kalian berdua juga bakalan tahu, sekarang ikut aja dulu." Ucap Bunda Afna yang tidak memberitahu tujuannya. Vellyn dan Kalla akhirnya menyanggupinya, dan bangkit dari posisi duduknya.
"Dan kamu, Vey. Kamu boleh ikut bergabung dengan Tante Adellyn dan juga Tante Aish, ada juga Tante Vella." Kata Bunda Afna ke Vey.
"Iya Tante, nanti Vey nyusul." Jawa Vey, kemudian Vellyn dan Kalla mengikuti Bunda Afna ke tempat yang belum diketahui oleh kedua keponakannya.
__ADS_1
"Tante, sebenarnya ada apaan sih Tante?" tanya Vellyn penasaran sambil berjalan beriringan.
"Iya nih Tante, bikin Kalla berdebar debar aja. Mau kasih kita berdua kejutan ya, Tante? perasaan ulang tahun kita berbeda dan bukan hari ini deh." Kata Kalla sambil menebaknya.