Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Kumpul bersama


__ADS_3

Usai mencuci tangan, Zicko dan istri segera keluar dari kamar dan kembali ke ruang makan bersama keluarganya.


Semua yang berada di ruang makan tengah memperhatikan sepasang suami-istri yang terlihat begitu serasi.


Dengan penuh perhatian, Zicko menarikkan kursi untuk sang istri.


"Cie ... yang pengantin baru," celetuk Vellyn yang tidak jauh dari hadapan sepupunya.


"Vellyn ... waktunya sarapan pagi, jangan bikin onar." Sahut Omma sambil melirik tajam pada cucu perempuannya.


"Tuh, dengerin kata Omma. Kalau kamu udah ikutan kebelet, nanti tak cariin calon suami untuk kamu dan sekalian dibawa pulang ke Amerika sono."


"Dih! ogah, Vellyn juga bisa nyari sendiri. Memangnya kakak pertama yang bisa cari jodoh, wek ..."


"Sudah sudah ... mau sarapan apa mau berantem, kalian ini. Zicko! diam, Vellyn! kamu juga diam." Bentak sang kakek dengan tatapan tajamnya, kedua cucunya sama sama berdecak kesal satu sama lain setiap mendapat bentakan dari kakeknya.


Sedangkan Lunika yang melihat suaminya dan Vellyn hanya menahan tawanya.


'Ternyata mereka berdua begitu takut dengan kakek, ketimbang sama Omma. Lucu sekali ekspresi mereka berdua, menggemaskan.' Batin Lunika nahan tawanya.


Zicko yang dapat menangkap ekspresi istrinya hanya mengernyitkan dahinya.


"Lunika, kamu jangan kaget jika melihat suami kamu seperti Tommy and Jerry. Maklum saja, kakaknya Vellyn yang di Amerika tidak menyukai gurauan. Tepatnya sangat dingin pada adik perempuannya, tapi penuh perhatiannya. Makanya, Vellyn lebih menyukai Zicko. Kakek berbicara seperti ini, takutnya kamu akan salah paham. Maka dari itu, kakek jelaskan dari sekarang. Sebelum kedua orang tua Vellyn dan kakaknya pulang ke tanah air." Ucap sang kakek menjelaskan.


"Ia kak Lun, kakak jangan canggung bersama keluarga kami. Semua baik baik, hanya satu kakak keduaku yang super dingin. Tapi, dinginnya itu bikin semua perempuan klepek klepek dibuatnya."

__ADS_1


"Vellyn ... mau promoin kakak kamu lagi? hem."


"Ih, siapa juga yang promoin, aku tuh cuman memperjelas ucapan kakek aja sih. Takutnya besok pas dateng jadi kaget, setelah melihat kakak aku yang ganteng dan dinginnya kebangetan membuat kakak iparku jadi bingung. Itu saja sih ... siapa juga yang mau promoin kak Deyzan." Jawabnya sedikit cemberut.


"Ampun deh! kalian berdua itu, mau sarapan apa mau mengobrol?" tanya sang kakek menatap satu persatu kedua cucunya.


"Sarapan, kakek ..." jawab keduanya serempak sambil menjewer telinganya sendiri sendiri.


Setelah sang kakek memberi peringatan, semua menikmati sarapan pagi bersama keluarga. Sedangkan Lunika semakin tidak tenang saat berada di sekeliling keluarga besar suaminya.


'Yang benar saja, bentar lagi kedua orang tua Vellyn dan kakaknya juga akan pulang ke rumah ini? apa aku bisa beradaptasi dengan mereka semua? sedangkan aku bagaikan butiran debu. Pastinya aku akan seperti patung, yang tidak bisa berkata apa apa selain diam jika tidak mendapatkan pertanyaan. Apalah aku ini, aku hanya anak yang tidak jelas asal usulku.' Batin Lunika dengan sedih.


"Sayang, kenapa kamu melamun? dihabiskan dulu sarapannya." Ucap Zicko menyikut istrinya dan berbisik didekatnya, agar tidak terhanyut akan lamunannya.


"Iya, maaf." Jawabnya lirih.


Setelah selesai sarapan pagi, Zicko memilih untuk bergabung dengan kakek Alfan dan ayahnya serta kakek Dana. Sedangkan Lunika berkumpul dengan Omma serta Vellyn dan juga ibu mertuanya.


"Kak Lun, temani Vellyn yuk Kak ... Vellyn pingin jalan jalan." Ajak Vellyn yang sudah bergelayur manja pada kakak iparnya.


"Vellyn ... kamu itu baru saja sampai di rumah, jangan bandel."


"Aduh Kakek ... Vellyn bosan ah di rumah mulu, lagian juga di rumah cuman ada Omma dan tante. Boring ah! boleh ya, kek ... bentar... aja, serius." Rengek Vellyn dengan berbagai jurus andalannya. Sang kakek hanya menggelengkan kepalanya tatkala melihat rayuan cucu perempuannya.


"Lun, kalau kamu tidak ada waktu buat Vellyn, jangan kamu paksakan. Vellyn memang begitu sikapnya, dia tidak bisa tenang." Ucap Omma Zeil, sedangkan Lunika tersenyum mendengarkannya.

__ADS_1


"Tidak apa apa kok, Omma. Justru Lunika sangat senang dengan kedatangan Vellyn, Lunika seperti memiliki seorang adik." Jawab Lunika sebaik mungkin.


"Memangnya kak Lunika tidak punya adik? beruntung sekali aku memiliki seorang kakak tanpa ada yang menyaingiku. Jadi, aku bebas mendapat perhatian dari kak Lun."


"Vellyn ..." seketika, Vellyn langsung terdiam saat namanya dipanggil sang kakek. Semua yang melihatnya hanya menahan tawanya, Vellyn hanya mengerucutkan bibirnya dan pergi begitu saja.


"Omma, Mama, Lunika pamit. Kakek, kakek Dana, Papa, permisi." Ucap Lunika berpamitan, kemudian ia mengejar Vellyn yang sudah berada didepan rumah.


Sedangkan Zicko kini tengah sibuk di ruang kerjanya untuk mencari sebuah Video yang pernah disimpannya.


Berbeda di ruang keluarga, kakek Dana dan kakek Alfan serta tuan Zaywen dan juga Omma Zeil dan bunda Afna tengah menunggu Zicko keluar dari ruang kerjanya.


"Sepertinya istri Zicko anak yang baik, memiliki kesopanan yang tinggi. Orang tuanya pasti sangat beruntung memiliki anak perempuan seperti Lunika, sudah cantik memiliki nilai plus Berbeda dengan Vellyn, dia masih menunjukkan sikap manjanya pada keluarga. Bahkan aku sendiri sampai kualahan menangani sikapnya, apa karena terlalu dimanjakan oleh ..."


"Oleh Omma nya, begitu." Sahut Omma Zeil menatap suaminya.


'Hem, padahal dirinya sendiri yang selalu memanjakan ketiga cucunya, sampai sampai ketiganya memiliki sikap yang sama uniknya seperti kakeknya.' Batin Omma Zeil.


"Sudah, jangan begitu Pa, Ma ... ada saatnya Vellyn untuk menjadi dewasa. Aku juga belum pernah bertemu dengan orang tuanya Lunika, rencananya sih, malam ini mau meminta pada Zicko untuk menjemputnya."


"Apa! anak macam apa kamu, sampai sampai dihari bahagia Lunika dan Zicko kamu tidak mengundang ibunya. Memangnya saat pernikahannya kamu tidak ikut ke rumahnya? lalu, Zicko menikah dimana? di dalam Goa? memalukan. Papa tidak mahu tahu, adakan resepsi pernikahan cucuku dengan benar. Masa kamu tega perlakukan menantumu sekeji itu." Ucap sang kakek menatap putranya kesal.


"Maafkan Aku Pa, baru sekarang aku akan menjelaskannya." Jawab tuan Zayen merasa bersalah.


"Papa tidak perlu menjelaskannya, biar Zicko yang akan menceritakan semuanya dari awal pada kakek. Tapi bukan sekarang, tapi setelah urusan kakek Dana selesai dibicarakan." Sahut Zicko yang sudah kembali ke ruang keluarga.

__ADS_1


"Awas! ya Zayen, kalau sampai kamu melakukan kesalahan. Papa tidak segan segan akan menghukum kamu, ngerti." Ucap sang kakek dengan berlagak layaknya seorang ayah yang menasehati anak mudanya.


'Papa ini kenapa lah, marah marah tidak jelas. Siapa juga yang melakukan kesalahan, cucu kamu sendiri tuh yang membuat pernikahan dadakan dah seperti tahu bulat saja.' Batin tuan Zayen berdecak kesal.


__ADS_2