Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Bertemu dengan seseorang


__ADS_3

Setelah menjelaskan semuanya pada kakek Alfan, Zicko mulai terasa lega dalam benak pikirannya.


"Kamu benar benar tanggung jawab atas perasaan kamu, kakek bangga mempunyai cucu sepertimu. Jagalah istrimu dengan baik, karena istrimu adalah aset kebahagiaan kamu. Jangan pernah kamu menyakitinya sedikitpun, karena lukanya tidak akan pernah hilang. Berbeda dengan status pacaran, luka bisa dapat disembuhkan. Namun status suami istri, sekali luka akan selamanya teringat. Karena apa? karena sebuah pengorbanan dan pengabdian." Ucap sang kakek, kemudian menepuk bahu cucunya pelan.


"Terima kasih Kek, sudah mengingatkan Zicko. Apapun yang terjadi, Zicko tetap berpihak pada istri Zicko. Karena semua ini adalah pilihan Zicko untuk menikahinya, bukan pilihan Papa maupun Mama. Tapi ..." jawab Zicko menggantung kalimat terakhirnya.


"Tapi kenapa, Zicko?" tanya sang kakek penasaran.


"Ada sesuatu yang harus Zicko lakukan kek, mengenai istri Zicko." Jawabnya, kemudian menarik nafasnya pelan dan membuangnya tanpa kasar.


"Maksud kamu apaan, Zick? ada masalah?" tanya sang kakek yang masih belum mengerti dengan apa yang diucapkan cucunya.


"Istri Zicko tidak mempunyai keluarga, nasib buruknya seperti Papa. Tapi, Zicko belum menemukan titik terangnya. Dikarenakan Zicko belum memberi berbagai pertanyaan pada Lunika. Rencananya sih, setelah paman Viko pulang. Setelah itu, Zicko mau meminta bantuan kakek Ganan untuk menambahkan pencarian atau penyelidikan kasus kasus masa lalu Lunika." Jawab Zicko memperjelasnya.


"Jadi, maksud kamu ... bahwa Lunika adalah anak yang dibuang, diculik, begitu maksud kamu?"


"Bisa jadi, Kek. Tapi ... bagaimana caranya untuk menyelidikinya. Zicko benar benar buntu, ditambah lagi kakek Dana sedang dalam pencarian kekasihnya. Yang pastinya harus memperbanyak suruhan yang handal."


"Kamu tenang saja, biar kakek dan kakek Ganan yang akan mengurus permasalahan kamu. Lagian juga ada Papa kamu, soal paman Viko dan anak buahnya yang akan membantu kakek Dana.


"Panggilkan istri kamu, kakek ingin mengajaknya mengobrol dengannya."


"Bukannya Lunika diajak Vellyn untuk menemani jalan jalan ya, Kek?" sambil mijat pelipisnya yang mulai pusing untuk menangani masalah masa lalu istrinya.


"Ah! iya, benar kamu. Ya sudah, kita tunggu saja sampai pulang. Lebih baik sekarang kita temui kakek Dana dan Papa kamu. Dengar dengar kakek Dana mau di jemput oleh adiknya, siapa itu namanya? Gantara apa Guntara? kakek Lupa."

__ADS_1


"Paman Guntara, Kek. Kalau Paman Gantara yang tidak lain ayah mertua paman Kazza, yang istrinya bernama tante Vella."


"Ah iya, kakek lupa namanya. Sudah terlalu banyak keluarga kita, sampai sampai kakek sendiri lupa. Tuan Tirta, apa kabarnya kakek kamu itu? sudah lama kakek tidak pernah bertemu dengannya."


"Makanya Kek, jangan tinggal di luar Negri. Jadi lupa deh sama keluarga sendiri, untung bukan Papa yang tinggal di Luar Negri. Kalaupun ia, entahlah."


"Kamu pasti sudah menikah dengan Seril, cucu dari kakek Dika. Dan lagi lagi kamu akan jatuh dalam bayangan keluarga Wilyam sendiri, yang tidak lain keturunan dari kakek bebuyut Burhan." Ucap sang kakek dibarengi riuh tawanya.


"Apa apaan sih Kakek, Seril sudah lewat. Untung saja, kedok Seril sudah Zicko temukan. Jadi, dengan yakin Zicko memilih Lunika untuk menjadi istri Zicko selama lamanya."


"Bukan karena sebuah musibah itu, 'kan?" tanya kakek mencoba untuk memastikan cucunya.


"Tidak Kek, bukan itu alasannya. Dari awal Zicko diselamatkan oleh Lunika, sebenarnya Zicko mencari keberadaannya. Namun, karena Zicko harus melanjutkan pendidikannya di Amerika, mau tidak mau Zicko berhenti melakukan pencarian. Ternyata jodoh itu tidak kemana, hanya karena sebuah kejadian masuk got, Zicko dipertemukan dengannya." Jawab Zicko menjelaskan panjang lebar.


"Benar! sekali, jodoh itu tidak akan pernah tertukar. Seperti halnya masa lalu kakek, meski harus menerima ujian yang begitu berat karena sebuah dendam. Hingga Papa kamu harus berpisah dengan Kakek selama 20 tahun lebih, namun tidak mengurangi untuk terus berusaha. Begitu juga dengan istri kamu, semoga segera mendapatkan titik terangnya." Ucap sang kakek menyemangati cucunya.


"Kak Lun, sudah berapa lama kaka Lun mengenal kakak pertama?" tanya Vellyn sembari menikmati makanan kecilnya sambil berjalan santai di tepi Danau kecil dengan kakak iparnya.


"Kakak menikah karena dadakan, entah lah. Mungkin sudah takdirnya untuk berjodoh, apapun caranya akan tetap berjodoh. Oh iya, apakah kamu masih kuliah? atau ... sudah selesai." Jawab Lunika sambil tersenyum malu untuk berterus terang.


"Vellyn sudah selesai kuliahnya, Kak. Kedatangan Vellyn ke tanah air sebenarnya Vellyn ingin mengikuti jejak Mama Adel."


"Mengikuti jejaknya Mama Adel? maksud kamu? kakak tidak mengerti." Tanya Lunika penasaran.


"Mama Adel itu mamanya Vellyn, Kak. Dulu, Mama menemukan cintanya di Tanah Air. Duh! Vellyn jadi curhat deh, memalukan." Jawabnya tanpa sadar yang tengah berterus terang akan niatnya ikut pulang ke Tanah Air, kemudian ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya menahan rasa malu.

__ADS_1


"Kenapa harus malu, Vellyn. Tidak perlu kamu merasa malu, semoga niat kamu benar benar sesuai harapan kamu." Ucap Lunika yang masih dengan posisinya sambil berjalan sembari menikmati ice creamnya.


BRUK!!!


"Aw!!! maaf Pak, Maaf." Ucap Lunika yang masih menunduk, kemudian ia mendongakkan pandangannya.


"Bang Martha!!!!! ups!!! eeeemm ..."


Seketika, tubuh Lunika seperti terkunci. Tisunya sangat sulit untuk digerakkan karena reflek yang berkepanjangan.


"Vellyn, ayo kita kabur." Tarik Lunika pada Vellyn dan lari begitu kencang.


Lelaki yang terpaut usianya dengan Bang Martha yang lumayan tidak jauh dengan Lunika masih menerka sosok perempuan yang barusan memanggilnya.


Lunika masih berlari dengan kencang sembarang arah, Vellyn sedikit kualahan mengimnangi tenaga kakak iparnya.


"Kak, tunggu! aku tidak sanggup. Aku capek, aku capek Kak." Panggil Vellyn dengan nafasnya yang sudah tersengal sengal.


Sedangkan laki laki yang bernama Martha tengah mengejar Lunika dan Vellyn.


"Sialan! apakah tadi itu benar benar Veronika? iya! siapa lagi, hanya anak ingusan itu yang selalu takut denganku. Karena agar aku mudah untuk menemukannya, aku sengaja memperlakukannya dengan trauma. Lihat saja! aku akan menemukanmu dan akan menyerahkan kamu pada Bos besarku." Ucapnya sambil celingukan mencari sosok dia perempuan yang dijadikan sasarannya.


"Vellyn, kita tidak mempunyai waktu banyak. Tadi itu orang jahat, ayo lah kita segera pergi dari sini." Ucap Lunika dengan ketakutan, sedangkan Vellyn mulai mengatur pernapasannya agar dapat berlari kembali.


"Iya Kak Lun, aku hubungi pak Yitno dulu."

__ADS_1


"Nona! apakah Nona tidak apa apa?" tanya pak Yitno yang tiba tiba sudah berada dihadapannya, seketika Lunika kaget bukan main.


"Nona tidak perlu khawatir, laki laki yang dimaksudkan Nona sadang dalam penanganan anak buah dari keluarga Wilyam." Ucap pak Yitno menjelaskannya.


__ADS_2