Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Acara Pernikahan


__ADS_3

Dirasa sudah tidak ada yang kurang dan tidak ada yang tertinggal, rombongan keluarga Wilyam dan keluarga Danuarta kini semuanya segera berangkat.


Karena sesuai permintaan Tuan Viko, akhirnya Zicko menyetujui jika dirinya yang akan menemani sepupunya untuk mengucapkan kalimat sakral di resepsi pernikahannya. Sedangkan Lunika sendiri ditemani oleh ibu mertuanya bersama Vellyn sepupu dari suaminya.


Selama perjalanan, Vellyn selalu mengajak Lunika untuk bertukar cerita serta berbagi pengalaman.


"Kak Lun, setelah lahiran dalam waktu beberapa bulan nanti apakah Kak Lun beneran mau tinggal di Amerika? duh! Vellyn kesepian dong." Tanya Vellyn tidak bersemangat.


"Ini semua kan demi Kakak kamu, sayang? nanti kalau semuanya sudah seperti yang diharapkan oleh keluarga, Kak Lun pasti


kembali lagi ke Tanah Air." Jawab Lunika dengan senyumnya yang teduh.


"Iya juga sih, tapi ... Vellyn sedikit ragu dengan kak Dey." Ucapnya Vellyn dengan lesu.


"Ragu, kamu bilang? memangnya apa yang kamu ragukan, Vell?" tanya Lunika merasa ada yang aneh.


"Kak Dey ... ah sudah lah, mungkin aja ini hanya pikiran Vellyn saja. Soalnya bentar lagi Vellyn tidak lagi tinggal bersama kak Dey, jadi ada rasa sedikit kehilangan." Jawab Vellyn yang tersadar akan ucapannya.


"Hem, begitu. Ya sudah, kamu jangan banyak pikiran yang aneh aneh. Yang terpenting doanya untuk Kakak kamu, semoga bahagia rumah tangganya dan dijauhkan dari orang orang yang tidak bertanggung jawab." Ucap Lunika mencoba mengingatkannya, meski dalam pikirannya menyimpan banyak pertanyaan.

__ADS_1


Tidak terasa Lunika dan Vellyn serta rombongan keluarga yang lainnya telah sampai di depan gedung yang di khususkan untuk resepsi pernikahan dan acara keluarga besar Wilyam dan Danuarta. Kedua persahabatan yang tidak pernah putus, hingga ditakdirkan untuk menjadi satu keluarga besar yang cukup banyak hingga saat ini.


Bermula dari keterpaksaan dan ketidakcocokan, namun mampu menjadikan keluarga besar menjadi satu yang sama suksesnya. Meski perjalanan hidupnya penuh air mata, dendam, pengkhianatan dari sebuah persahabatan, percintaan, kekeluargaan hingga dari semua ujian yang dilewatinya kini mampu mengubahnya menjadi kebersamaan kembali seperti yang sudah dilalui bersama. Meski kenyataannya kini tinggal lah penerusnya dari setiap keturunannya masing masing.


Karena tidak ingin acaranya kesiangan, Tuan Viko dengan Tuan Zayen segera mengajak rombongan keluarganya untuk segera memasuki gedung yang sudah di sambutnya dengan hangat. Sedangkan Zicko yang menjadi pengawal calon mempelai laki laki, Dey sendiri tetap bersikap untuk tenang tanpa bersuara.


"Dey, ayo ikut aku." Ajak Zicko ke tempat yang sudah di siapkan untuk mengucapkan kalimat sakralnya. Dey yang tidak ingin tahu menahu, ia hanya bisa nurut dan tidak memberontak sedikitpun seperti pasangan yang ada diluaran sana.


Sesampainya ditempat yang ditunjukkan oleh Zicko, Dey segera duduk disekeliling pihak keluarganya beserta keluarganya sendiri dan ditemani Zicko yang juga ikut di belakangnya.


'Yang benar saja hari ini aku menikah, ini mimpi 'kan? ah! benar benar menyebalkan. Bukankah rencanaku hanya ingin mencari seseorang yang selama ini aku cari? ah! bodohnya aku ini. 'Batin Dey sambil mengrutuki dirinya sendiri.


"Belum, Pak. Saya ingin bertemu terlebih dahulu dengan seorang perempuan yang siap untuk menjadi istri saya." Jawab Dey tanpa ada rasa takut sedikitpun.


"Sebentar lagi mempelai perempuannya akan segera keluar, bersabarlah." Sahut seseorang yang ada disebelahnya, Dey sendiri hanya diam dan tidak berucap kembali.


Sambil menunggu mempelai wanita, Dey dan Zicko hanya duduk tanpa bersuara dan sama diamnua. Sedangkan di lain tempat, tepatnya di Kantor yang dipimpin Dey, kini tengah dihebohkan dengan adanya kabar dari orang kepercayaan Tuan Zayen bahwa kabar barunya yaitu si Bos baru telah melepas status lajangnya.


"Apa!!!!! yang benar saja, Pak. Jadi, Bos baru yang memimpin perusahan di Kantor ini menikah?" tanya Yeni sahabat Vey tidak percaya. Begitu juga karyawan yang lainnya termasuk Selwu yang menaksir Bos nya itu.

__ADS_1


"Pak Jagur, jangan ngada nga deh. Kemarinnya saja Bos Dey masih berangkat ke Kantor. Aduh, kalau mau ngeprank kita jangan tanggung tanggung dong Pak. Kesannya kurang lucu, iya tidak teman teman ...." Sahut Selwy tidak percaya. Bahkan ia masih menganggap bahwa kabar serta undangan dadakannya hanya sebuah leluconan saja, pikir pak Jagur.


"Kalian masih tidak percaya? ya sudah, itu terserah kalian. Yang terpenting perusahaan sudah menyediakan mobil di depan Kantor, yang mau ikut segeralah bersiap siap. Karena waktu kita ini tidak hanya, dan acaranya tidak seharian penuh." Ucap Pak Jagur memberi peringatan pada karyawan yang lainnya.


"Baik, Pak" Jawab semua Karyawan dengan serempak. Sedangkan Selwy masih saja bengong, ia seperti orang yang tengah patah hati karena diputuskan oleh pacarnya.


Yeni yang masih menyimpan rasa penasarannya pun, ia terus mengingat sesuatu. "Vey! dimana Vey? kenapa tidak berangkat bekerja?" gumam Yeni sambil bertanya tanya mengenai sahabatnya yang juga ikut tidak masuk ke Kantor seperti Bosnya sendiri.


"Ya iya lah, Vey tidak berangkat kerja. Secara kan dia sekretarisnya, pastinya dia mendapatkan pekerjaan lipat ganda. Aku yakin jika Vey tidak menikmati pekerjaannya disana, duh duh duh ... sepertinya nasib Dey sangat buruk dari kita. Sedangkan kita dijadikan tamu istimewa di gedung sana, iya tidak sih." Ucap Selwy langsung di dekat Yeni, sedangkan Yeni hanya tersenyum getit mendengarnya.


"Eh! nenek tua peot, aku kasih tau lagi nih. Vey tidak mungkin diperlakukan buruk, siapa tahu saja pengantinnya perempuannya beneran si Vey. Secara kan kemarin heboh tuh, kalau si Bos tengah mencium Vey di khalayak umum." Sahut Yeni asal asalan, karena terlalu geram pada Selwy hingga ide untuk membakar api cemburu pun muncul di kepalanya.


"Dih! mimpi kamu terlalu panjang, sampai sampai kamu berpikiran jika Vey menikah dengan si Bos. Aku rasa sih tidak level tuh si Bos, jugaan Vey tidak ada sempurnanya. Cantik aja pas pasaan, orang kaya dan terpandang saja bukan." Ucap Selwy yang terus mengejek, Yeni yang malas menanggapi omongan Selwy yang tidak penting, segera ia pergi dari hadapan Selwy dan berkumpul bersama karyawan yang lainnya.


Karena tidak ingin datang terlambat, Pak Jagur segera mengajak para Karyawan untuk berangkat ke pesta pernikahan Bos barunya.


Sedangkan di tempat gedung yang sudah dipadati sanak keluarga yang maupun dari rekan dan para sahabatnya, acara pengucapan kalimat sakral pun akan segera dimulai.


Dey yang masih duduk ditemani Zicko pun, ia terus memikirkan perempuan yang akan menjadi istrinya. Tiba tiba pikirannya terlintas sosok Vey, ia kembali teringat saat dirinya melukai lengan Vey hingga cidera. Tidak hanya itu, ia kembali teringat akan sebuah ciuman yang telah ia berikan secara arogan tanpa permisi.

__ADS_1


__ADS_2