
Usai menikmati sarapan pagi, Zicko memilih untuk menyibukkan diri di ruang kerjanya. Sedangkan Lunika memilih untuk membantu asisten rumah yang tengah sibuk menata sayuran dalam kulkas.
"Nona, biarkan saya saja yang melakukannya. Nanti jika Nyonya tahu, saya bisa dipecatnya. Lebih baik Nona menemani tuan muda saja, itu jauh lebih baik, Nona." Ucapnya merasa takut jika akan ketahuan.
"Tidak ada apa apa mbak Yuyun, saya sudah terbiasa melakukan kesibukan." Jawab Lunika yang tetap merayu.
"Sekarang, masuk lah ke kamar." Perintah sang suami yang tiba tiba sudah berada di dekatnya. Setelah itu, Zicko kembali menapaki anak tangga menuju ruang kerjanya.
Sedangkan Lunika berusaha untuk tersenyum didepan asisten rumah milik mertuanya, lu mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang.
"Jangan sekali kali kamu menyentuh dapur tanpa adanya perintah dariku, mengerti? masuk lah ke kamar. Kamu bisa menyibukkan diri kamu dengan laptop yang sudah aku sediakan untuk kamu, gunakan dengan hal yang positif. Sekali aku mendapati jejak yang tidak jauh beda dengan ponsel kamu, jangan harap aku akan memaafkan kamu. Bahkan aku akan melakukan apapun yang aku mau, dan kamu dilarang untuk menolaknya." Ucap Zicko memberi peringatan pada istrinya.
"Iya, aku janji. Aku tidak akan melakukan hal yang sama selama aku masih dalam kontrak pernikahan bayaranmu." Jawab Lunika, kemudian segera masuk kedalam kamar.
Disaat itu juga, entah ada angin apa pada diri Zicko merasa tidak nyaman ketika sang istri mengakui akan status pernikahannya.
"Jangan banyak bicara, sekarang masuk lah ke kamar." Perintah Zicko, kemudian dirinya kembali masuk ke ruangan kerjanya.
Saat berada didalam kamar, Lunika mencoba menyibukan dirinya dengan sebuah laptop pemberian dari suaminya. Meski tidak begitu mahir mengoperasikan laptop, Lunika tidak pernah untuk menyerah begitu saja. Selain pintar, Lunika juga handal dalam segi bidan apapun terkecuali yang berhubungan dengan kesehatan.
Yang Lunika tahu, hanya menjaga pola makan dan olahraga serta istirahat yang cukup. Selebihnya hanya pasrah, namun tetap berusaha menjaga kesehatannya dengan baik.
Diwaktu dirinya tengah menyelesaikan pendidikannya, Lunika lebih banyak menghabiskan kegiatannya di luar rumah. Namun ketika sang ibu mulai sakit sakitan, Lunika memilih untuk membantu sang ibu mengerjakan tugasnya serta mencari pekerjaan sampingan.
'Aku harus menggunakan laptop ini untuk apa? belajar tentang membuat kueh? atau ... belajar memasak? tapi aku tidak begitu terampil, tidak meyakinkan dengan keahlianku. Kalau montir sih, masih bisa. Ini, montir dapur. Yang benar saja, menggelikan. Tapi ... apa salahnya untuk aku coba. Anggap saja untuk mengambil hati mama mertua.' Batinnya mencoba menyemangati diri sendiri.
"Nah, ini dia cara membuat kueh. Jadi ingat saat diriku sedang membeli bahan bahan kueh, lalu aku harus menghadapi sosok jambret yang menakutkan, tapi sayangnya yang nolongin ternyata sudah menjadi susmiku." Ucapnya dengan lirih dan sedikit ada tawa kecilnya.
Setelah cukup lama menatap layar laptop, kedua mata Lunika terasa ngantuk serta bosan dan juga sudah tidak sanggup lagi untuk menatap layar. Tanpa Lunika sadari, karena rasa kantuk nya yang tidak dapat di singkirkan, akhirnya Lunika terlelap dari tidurnya.
Begitu juga dengan Zicko yang ikut merasa bosan berada di ruang kerjanya, Zicko hanya ditemani oleh pelayan rumah yang tengah membereskan ruang kerjanya sesuai yang sudah diperintahkannya.
__ADS_1
Karena terasa jenuh, Zicko memilih untuk mengajak sang istri jalan jalan. Saat berada di dalam kamar, dilihatnya sang istri yang sudah tertidur pulas.
"Da*sar, baru saja menggunakan laptop sudah tidur. Mana belum dimatiin, lagi. Kebiasaan buruk yang selalu di tanamkan dalam keseheriannya ini, pasti." Ucap Zicko menggerutu, kemudian ia menyingkirkan laptopnya.
Karena rasa penasaran, Zicko mencoba memeriksanya. Dilihatnya sebuah video tentang memasak dan juga membuat kueh, Zicko pun tersenyum tipis melihatnya.
Setelah meletakkan laptopnya, Zicko membenarkan posisi tidur istrinya. Saat mau menyentuh kaki milik sang istri, seketika Zicko terkejut melihatnya.
'Goresan ini, sepertinya aku mengenalinya.' Batin Zicko sambil mengingat ingat kejadian lampau yang pernah terjadi pada dirinya itu.
'Apa perempuan ini orangnya? benarkah?' Batinnya yang terus berusaha untuk mengingatnya.
Rasa penasaran yang begitu akut, Zicko segera melihat luka yang sama persis pada luka dikakinya sendiri.
DEGG!!
Disaat itu juga, perasaannya terbesit rasa sakit yang mendalam. Bahkan, nafasnya terasa begitu berat untuk bernafas dengan normal. Detak jantungnya kian bergemuruh hebat, Zicko terus berusaha menenangkan pikirannya yang tengah dihantui dalam bayangan kini teringat kembali.
Dengan langkahnya yang cukup gesit, Zicko menuruni anak tangga. Salah seorang pelayan pun heran tatkala melihat tuan mudanya seperti ada sesuatu yang dipikirkannya.
"Ah, hampir saja aku lupa. Mbak Yuyun, cepetan kesini." Teriak Zicko memanggil asisten rumah, tidak menunggu lama sudah berada di hadapan Zicko.
"Maaf Tuan, ada apa Tuan?" tanyanya penasaran.
"Jika istriku menanyakan tentangku, katakab saja padanya jika aku sedang ada urusan diluar. Begitu juga dengan Mama dan Papa menanyakan ku, jawab yang sama seperti tadi. Ingat, perhatikan istriku dengan benar selama aku tidak dirumah. Karena aku tidak bisa mengawasinya." Perintah Zicko pada asisten rumahnya.
"Baik, Tuan." Jawabnya dan mengangguk.
Setelah memberikan pesan pada asisten rumahnya, Zicko segera pergi meninggalkan istrinya dirumah sendirian.
Dengan kecepatan tinggi, Zicko mempercepat laju perjalanannya menuju rumah teman nongkrongnya.
__ADS_1
Tidak memakan waktu yang lama, Zicko telah sampai di rumah temannya. Zicko segera turun dari motornya..
Saat mau mengetuk pintu, pintu pun terbuka dengan lebar. Zicko pun kaget dibuatnya, keduanya sama sama melotot.
"Kamu, tumben datang disiang bolong Bro. Lama sekali kamu tidak ikutan nongkrong, ngantor Lu?"
"Disuruh masuk dulu kek, atau gimana. Ini, temannya datang sudah diberondong banyak pertanyaan."
"Biasa saja kali, Bro. Ayo, masuk. Ada masalah? ceritakan saja."
Zicko masih diam, ia memilih tiduran di tempat dimana dirinya merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
"Kamu ada masalah apa sih, Bro. Sepertinya terlihat penat gitu, pacar?" tanya Joni yang sudah duduk didekatnya.
"Aku sudah menikah, kemarin." Jawabnya enteng.
"Menikah? serius kamu Bro?"
"Serius lah, memang aku pernah bohong."
"Lalu, kenapa kamu datang kesini. Bukannya pengantin baru itu tidak bisa jauh, apa kamu dijodohkan?"
"Tidak, aku menikah dengan keputusanku sendiri."
"Lalu, maksud kedatangan kamu kesini ada apa, Bro?"
"Aku ingin menenangkan pikiranku, itu saja."
"Ooh, kirain ada apa. Kamu tidak lagi berantem dengan istri kamu, 'kan?" tanyanya yang masih penasaran.
"Tidak, aku tidak lagi berantem. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku sebentar, setelah itu aku juga akan pulang." Jawab Zicko, kemudian memejamkan kedua matanya berusaha untuk terpejam.
__ADS_1