
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Buk.
Sebuah bantal melayang tepat di wajah sekertaris jhon.membuat nya terkesiap kaget, tidak bisa menghindar karena serangan dadakan yang di layang kan mark.
“kau tidak lihat istri ku sedang sakit? bagaimana bisa aku meninggal kan nya sendirian di rumah?!.”suara Mark meninggi,bahkan terdengar seperti teriakan.
Memang nya siapa yang sakit?aku baik-baik saja.
Nisa mendengus kesal.
“aku baik-baik saja mark!”nisa berujar kesal.
“kau masih sakit,kau kan selalu berpura-pura baik-baik saja.”tatapan tajam di arah kan ke pada Nisa.
“pergi lah!aku akan bekerja dari rumah.”
Mengangguk.sekertaris Jhon pamit undur diri,menutup pintu secara pelan, sekertaris Jhon menghela nafas melihat drama rumah tangga yang terjadi.
“mark pekerjaan ku sangat banyak.”nisa mengeluh.
“diam di sini!.”mark mengambil kan leptop,dan juga kertas desain,meletakan nya di atas paha Nisa.
“mark!.”nisa berteriak kesal,tidak suka di kekang.
Ayo lah,aku bukan bayi ataupun kaca yang bisa pecah kapan saja, kenapa dia menjaga ku seperti itu.
Nisa menggeleng pelan, mendengus sangat kesal.
“butuh apa lagi?”mark duduk di ranjang,tepat di sebelah Nisa,memangku laptop.
Mengambil kaca mata,Mark bersiap bekerja, mengulas senyum tipis ketika menyadari Nisa menatap nya kesal.
“kau tidak ingin bekerja?.”bertanya sembari menarik kepala Nisa,menyadar kan nya di dada bidang milik nya.
“mark”nisa protes.
“apa lagi?mau sesuatu?akan ku ambil kan.”melirik ke bawah,di mana Nisa bersandar di dada nya.
“aku tidak bisa bekerja jika kau terus menahan kepala ku"memutar bola mata malas,Nisa terus memberontak.
Bukan nya melepas kan, Mark menarik Nisa ke dalam pelukan nya.tanpa mengalih kan pandangan pada laptop,Mark tetap menjahili sang istri.
Aku suka melihat mu kesal,mata yang biasa nya dingin dan sedih itu menatap ku dengan kesal,ini benar-benar lucu,kenapa dia begitu menggemas kan sih?.
Mark membantin heran.
“mark!.”nisa kesal bukan main, karena Mark semakin menahan tubuh nya.
__ADS_1
Bagaimana bisa aku mengatakan macan betina, serigala dingin,kulkas dan balok es ini menggemas kan?.
Mark berdecak kesal,ketika menyadari ia baru memuji wanita yang memiliki sikap seperti bom waktu,bisa meledak kapan saja,tanpa tau tempat.
“kenapa?”mark menatap Nisa,mengerling kan mata jahil.
“kau benar-benar menjengkel kan!”nisa menatap tajam ke arah Mark.
Cup.
Dia mencium ku lagi!.
Nisa menatap tajam laki-laki yang baru mencuri ciuman nya.
“bibir mu manis"Mark bergumam lirih, berharap Nisa tersipu.
Sial.harapan Mark yang sangat tinggi hancur lebur.karena Nisa tetap mempertahan-kan wajah dingin nya.
“mark lepas!”nisa meronta.
“diam, aku sedang bekerja sekarang.”mark masih mempertahan kan Nisa dalam pelukan nya, pandangan tetap fokus pada leptop.
Menghela nafas,Nisa melirik handphone nya,ia baru mendapat pesan dari sekertaris Lee,bahwa laki-laki akan menghendle seluruh pekerjaan nya selama Nisa sakit.
“Bagaimana dia tahu?”nisa bergumam sangat pelan.
“siapa?Lee?,aku yang memberi tahu nya, dan dia setuju untuk mengganti kan mu.”jawab Mark.
Terdiam.nisa tidak menyangka Mark begitu perhatian pada nya,bahkan hal sekecil itu pun Mark urus untuk nya.
Perlahan mata Nisa tertutup.biasa nya dia hanya bisa tidur Lima jam atau tiga jam perhari, karena itu Nisa memanfaat kan kesempatan ini dengan baik.
Mark sibuk dengan pekerjaan nya.satu tangan nya tidak berhenti mengelus punggung Nisa, memberi kenyamanan pada wanita yang bersandar di dada bidang nya.
4 jam berlalu.
Mark meregang kan satu tangan nya.tubuh nya terasa cukup pegal,tapi Mark tidak ingin bergerak,takut tidur Nisa terganggu.
Dia terlihat manis.hem dia pasti kurang tidur, pekerjaan nya menumpuk.aku yakin tubuh mu sebenar nya lelah, tapi kau terus berusaha kuat.
Mark menghela nafas panjang,mengelus punggung Nisa perlahan.
Tidak lama, terdengar suara adzan dari handphone Mark yang tergeletak di nakas.
Mark melirik,begitu merasa Nisa mulai terusik di dalam dekapan Nya.
“eugh.”
Mark tersenyum geli melihat Nisa melenguh dan menggeliat seperti bayi kecil di dalam dada nya.
“kau sudah bangun?.”mark menyapa, menghadiahi kecupan singkat di dahi nya.
__ADS_1
“bangun,kita shalat berjamaah lalu turun makan siang!”titah Mark.
“em”nisa mulai turun dari ranjang.
Baru beberapa langkah,tubuh nya terasa melayang karena Mark menggendong tubuh nya ala bridal style.
“diam!jangan protes,kau belum benar-benar sehat, bagaimana jika kau jatuh di kamar mandi?”mark membungkam Nisa untuk tidak protes.
Diam.bahkan setelah selesai berwudhu Mark tetap menunggu Nisa selesai.
“ayo shalat!”ajak Mark.
Sepasang suami-istri yang menikah karena keadaan itu bersatu dalam satu tujuan,Jannah nya.
Mark mulai mengerti Islam secara perlahan-lahan dengan bantuan Nisa.ia bahkan memiliki guru agama sendiri, seorang ustad.
Setelah selesai dalam.mark mengadah kan tangan,mengucap beberapa doa.
“ayo kita turun,makan siang.”mark mengajak Nisa yang sibuk melipat mukena.
“iya!”nisa berdiri dari duduk nya.
Mark menggandeng tangan Nisa,tapi langkah nya terhenti.mata nya menatap tajam anak tangga yang tersusun rapih.
“kita naik lift.”mark berbalik,memikir kan kondisi Nisa yang belum fit,ia memutus kan untuk naik lift.
Aku seperti kaca berharga miliaran yang tidak boleh pecah.
Nisa menggeleng pelan,Mark terus menunjukan sikap perhatian kepada nya.
“kakak,kakak ipar masih sakit?.”ken yang duduk di meja makan,menatap khawatir ke arah Nisa yang memakai syal.
Kakak ipar sakit ya?tentu saja dia sakit, bagaimana bisa orang sehat di pakai kan syal.
Ken berdecak dalam hati.
“kim,kau sakit lagi?”tuan besar Asterio bertanya.
“em,tidak dad.”nisa menggeleng.
”lalu kenapa kau memakai syal? mansion ini cukup hangat sayang?.”nyonya Asterio bertanya heran.
“dia sedang sakit.”mark menarik Nisa untuk duduk,mengambil kan nasi beserta lauk pauk untuk istri nya itu.
“kakak ipar!.”
Nisa memutar bola mata nya malas mendengar suara teriakan Jared yang memekakkan telinga nya.
Jered mendekat,hendak mengecup pipi nisa,tapi sebuah tamparan di ikuti garpu yang menancap di lengan kanan nya, menghenti kan kegiatan nya.
“argh!.”jared meringis kesakitan, tancapan garpu memang tidak dalam,namun cukup menyakit kan.
__ADS_1
“jared!”elis berteriak tidak terima, karena putra nya di lukai oleh Nisa.
# like, komen and vote.