Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Sangat panik


__ADS_3

Lunika yang sedari tadi pingsan, ia juga belum sadarkan diri. Sedangkan istri Tuan Zayen sendiri sampai prustasi, bahkan ia segera menghubungi besannya yang dimana Nyonya Afna kualahan untuk menghadapi situasi yang sangat genting saat cucu kesayangannya menangis histeris. Ditambah lagi dengan suaranya yang melengking hingga terasa bising untuk didengar.


Karena rasa khawatirnya, Nyonya Afna segera menghampiri suaminya yang sedang menggendong cucunya.


"Sayang, dimana Zicko? kenapa tidak pulang bersamamu? Lunika masih juga belum sadarkan diri." Tanya sang istri dengan cemas dan juga gelisah saat putranya tidak juga pulang.


"Sebentar, biar Niko tenang dulu. Setelah itu aku akan menceritakannya denganmu, lebih baik kamu temani Lunika. Kasihan Lunika, dia butuh seseorang yang dapat menghiburnya." Sahut Tuan Zayen.


"Sudah ada yang menemani Lunika, tadi aku meminta kedua orang tuanya untuk segera datang. Karena aku sangat ketakutan dan khawatir ketika Lunika jatuh pingsan, ditambah lagi dengan bayi Niko yang terus menangis. Aku benar benar tidak mempunyai pilihan lain selain menghubungi keluarganya." Jawab sang istri yang masih terus khawatir dengan putranya yang sedari tadi belum juga pulang.


"Mana Zicko, kenapa belum pulang?" tanya Tuan Guntara sambil celingukan disekitarnya yang juga tidak mendapati keberadaan menantunya.


"Tunggu sebentar, aku menidurkan bayi Niko terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menceritakannya, bersabarlah." Sahut Tuan Zayen sambil menenangkan cucu kesayangannya.


"Baik lah, aku akan bersabar menunggu penjelasan dari kamu. Semoga Zicko tidak sedang dalam masalah, aku sangat mengkhawatirkan itu. Ditambah lagi putriku yang juga belum sadarkan diri."


"Apakah kamu sudah meminta obat penenang untuk Lunika? jika belum, minta lah sama Dokter. Karena ini urus urusannya masih panjang, cepatlah temui Dokternya."


"Sudah, tadi istri kamu sudah meminta sama Dokter untuk diberinya obat penenang."


"Sayang, kamu bawa bayi Niko ke kamar. Aku rasa tidak akan menangis lagi, karena ada kamu yang sudah berada di rumah." Pinta sang istri, Tuan Zayen pun mengangguk dan segera kembali ke kamar.


"Biar ibunya Lunika yang menemani di kamar, selain itu ikut lah aku ke ruangan kerjaku."

__ADS_1


"Tapi ..." sahut ibunya Lunika yang juga penasaran.


"Lunika dan bayi Niko jauh lebih penting, soal penjelasan aku bisa menyampaikannya nanti." Ucap Tuan Gantara pada istrinya, mau tidak mau sang istri hanya bisa mengangguk dan juga nurut dengan suaminya.


Setelah berada didalam ruangan kerja, Tuan Zayen menatap istrinya penuh kesedihan. Karena tidak ingin sang istri ikut jatuh pingsan seperti menantunya, dengan sigap Tuan Zayen langsung berada dihadapannya dengan jarak yang sangat dekat. Takut, jika istrinya tiba tiba jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.


"Sayang, sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya sang istri yang sudah tidak lagi sabar menunggu jawaban dari suaminya sedari tadi saat suaminya pulang ke rumah.


Sedangkan Tuan Guntara memilih untuk diam dan lebih fokus mendengarkan ucapan dari Besannya.


Tuan Zayen yang tidak mampu untuk menutupi sebuah kebenaran, Beliau langsung memeluk istrinya sambil mengusap punggung istrinya dengan pelan. Nyonya Afna sendiri semakin bingung dibuatnya, ditambah lagi dengan sikap suaminya yang terbilang cukup membuatnya penasaran. Tuan Zayen kemudian melepas pelukannya dan menetap lekat pada istrinya.


"Doakan Zicko, Arnal dan Pak Tama. Semoga mereka bertiga dapat ditemukan dengan selamat." Ucap Tuan Zayen yang tidak mampu mengucapkan kronologi kejadian.


"Apa!!!" teriak keduanya sangat kencang.


"Apa yang terjadi dengan Zicko, Zayen. Katakan padaku, ada apa dengan Zicko? ayo! katakan." Tuan Guntara pun ikut kaget mendengarnya.


"Zicko mengalami kecelakaan saat hendak menanjak pada jalan yang lumayan menikung, tiba tiba terpeleset dan jatuh kedalam jurang."


"Apa!!!!" teriak keduanya kembali.


Seketika, istri Tuan Zayen jatuh pingsan. Kemudian Beliau segera menangkap tubuh istrinya dan menggendongnya sampai dikamar tamu.

__ADS_1


Seorang Dokter pun segera menanganinya, kemudian memeriksa keadaan istri Tuan Zayen. Sedangkan Tuan Guntara masih terasa lemas sekujur tubuhnya, bahkan kedua kakinya begitu sulit untuk menopang badannya.


Beberapa orang kepercayaan Tuan Zayen kini tengah mendampingi Tuan Guntara.


"Sekarang juga, antarkan aku ke tempat lokasi yang dimana Zicko mengalami kecelakaan. Tolong tutup rapat rapat masalah ini kepada putriku, aku tidak ingin Lunika semakin shock mendengarnya." Perintah Tuan Guntara, kemudian Beliau segera menghubungi analis buahnya untuk melakukan sesuatu.


"Tuan tidak perlu khawatir, Nona akan aman di rumah ini. Semua kejadian sudah ditutup rapat untuk tidak ada yang memberikan informasi untuknya. Bahkan berita mengenai Tuan Zicko tidak akan muncul di media manapun." Jawab salah satu orang kepercayaan Tuan Zayen.


Karena sudah tidak lagi sabar, Tuan Guntara segera pergi menuju lokasi kejadian. Sebelumnya Tuan Guntara meminta izin kepada istrinya.


"Mau kemana?" tanya sang istri penasaran.


"Nanti kamu akan tahu, yang terpenting kamu jaga dan perhatikan putri kita. Ingat, jangan sembarangan berbicara padanya. Setelah ini, kamu akan dipanggil oleh Ayahnya Zicko. Ya sudah, aku pamit untuk pergi. Jaga Lunika dan bayi Niko dengan baik." Ucap Tuan Guntara berpamitan, sang istri hanya mengangguk dan serasa penasaran dengan apa yang dipesankan oleh suaminya.


Tidak lama kemudian, istri Tuan Guntara di panggil oleh salah satu orang kepercayaan Tuan Zayen untuk menemuinya di ruangan tertentu dan ditemani oleh salah satu pelayan yang sudah menjadi orang kepercayaan Tuan Zayen.


"Maaf, ada apa ini?" tanya istri Tuan Guntara penasaran dan juga ikut cemas memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi pada rumah tangga putrinya.


"Zicko mengalami sebuah kecelakaan tunggal tadi pagi waktu mau berangkat ke Kantor bersama sekretarisnya dahulu. Mobil yang di naikinya telah jatuh kedalam jurang dan terbawa oleh arus yang sangat deras. Sekarang juga masih dilakukan pencarian. Untuk itu, tolong rahasiakan dulu pada Lunika. Aku tidak ingin batinnya akan terguncang dan menjadi depresi hebat. Jaga Putrimu dengan baik, untuk saat ini sering sering lah menghiburnya." Ucap Tuan Zayen, seketika sekujur tubuh istri Tuan Guntara terasa lemas dan kedua kakinya pun gemetaran.


Disaat itu juga, Tuan Zayen mendapat panggilan dari seseorang yang tengah menelponnya. Dengan cepat, Tuan Zayen langsung meraih ponselnya diatas meja.


"Apa!! dua orang sudah ditemukan? baik, saya akan segera datang ke lokasi."

__ADS_1


"Aku harus berangkat sekarang juga, semoga ini kabar baik. Ingat, jika Lunika menanyakan dimana Zicko, katakan saja sedang sibuk." Ucap Tuan Zayen terburu buru, sedangkan istri Tuan Guntara mengangguk.


"Hati hati, semoga Zicko secepatnya dapat ditemukan." Sahutnya, sedangkan Tuan Zayen sudah beranjak pergi dari ruangan tersebut.


__ADS_2