Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Dikagetkan


__ADS_3

Didalam perjalanan, semua karyawan masih dihebohkan membicarakan Bos barunya yang mendadak menikah.


"Patah hati berjamaah kita kita ini woi ..." teriak salah satu karyawan didalam mobil.


"Kasihan sekali yang sudah menaksir Bos Dey, ulu ulu ... kecewa banget pastinya. Duh! nyesek banget deh." Sindir Yeni sambil senyum mengejek pada Selwy.


"Ya iya lah, Bos kita mana mau menikah sama kita kita ini. Yang ada juga kita hanya beralunisasi doang, iya tidak sih." Sahut sebelah Yeni yang juga ikutan berucap.


Selwy yang merasa dirinya dibicarakan, ia segera menutup telinganya dengan musik yang sangat keras. Hingga tidak terdengar apapun yang tengah dibicarakan oleh teman satu Kantornya. Kemudian Selwy lebih memilih untuk menatap ke luar, dari pada harus menanggapi teman kerjanya sendiri.


'Tidak mengapa aku belum bisa dapatkan si Bos, aku masih memiliki waktu untuk mendekati dan menggodanya. Lagian juga istrinya tidak berada di Kantor, mudah bagiku untuk menggodanya. Soal Vey, gampang untuk menyingkirkannya.' Batin Selwy penuh rasa percaya diri sambil senyum tidak jelas.


Tidak lama kemudian, mobil yang dinaiki para karyawan pun telah sampai didepan gedung yang sangat besar dan megah serta dengan bangunannya yang menjulang tinggi. Bak Hotel, namun bukanlah Hotel. Hanya gedung besar yang didalamnya bak istana.


Semua para Karyawan dibuat takjub dan benar benar seperti mimpi ketika akan memasuki gedung yang sangat megah.


"Wah ... rupanya Bos Dey itu dari keluarga yang sangat kaya raya, ya. Bahkan entah sampai berapapun keturunan, sepertinya tidak akan pernah habis itu hartanya. Benar benar sangat beruntung sekali yang menjadi bagian keluarganya." Ucap salah satu Karyawan.


"Ya iyalah, keluarga Wilyam. Siapa yang tidak mengenalnya, nama yang sangat familiar di Negri ini." Sahut Yeni memperjelas.


"Pantas saja, sama kita kita tidak bakalan level. Lihatlah, kita tidak ada bandingannya." Sahut yang satunya.


"Jangan salah dengan rumor yang mengatakan, Keluarga Wilyam tidak pernah pandang bulu. Bahkan Tuan Wilyam dulunya mengasuh seorang anak Yatim piatu dari Panti Asuhan untuk dijadikan Anaknya, bahkan sedikitpun tidak dibedakan. Bahkan menantunya ada yang dari kalangan orang biasa biasa saja, serius." Ucap Yeni yang sedikit tahu tentang gosip yang selalu muncul di media manapun.


"Eh, ada lagi loh yang tidak kalah dari keluarga Wilyam. Kalau tidak salah sih keluarga Danuarta, benar tidak sih." Sahut salah satunya lagi.


"Sudah sudah, bukannya cepetan masuk masih bergosip saja kalian semua ini. Ayo kita buruan masuk, nanti keburu acaranya selesai." Ucap Pak Jagur yang risih mendengarkan para karyawannya yang tangah bergosip ria.


"Iya ya, Pak ...." Jawab semuanya serempak, kemudian segera masuk kedalam gedung beramai ramai bersama satu Kantor.


Sambil berjalan sambil celingukan, semua karyawan tersenyum merekah saat menerima pelayanan yang sangat memuaskan.

__ADS_1


"Wah ... baru kali ini kita disambut dengan hangat, bahkan kita seperti bak ratu saja." Ucap karyawan disebelah Yeni.


"Kapan ya, pernikahan kita semegah ini. Sepertinya hanya mimpi kepanjangan dan sulit untuk sadarkan diri, Karena terlalu bahagia dialam mimpi." Sahut Yeni sambil berjalan dan juga sambil celingukan kesana kemari sambil memperhatikan kemegahan didalam gedung.


"Yen, yen, Yen, sini deh kita lihat pelaminan yang disana. Bos Dey kelihatan ganteng banget, ya. Istrinya juga kelihatan cantik banget, sumpah dah." Panggilnya dan menunjuk ke arah pelaminan.


"Wah! iya juga, ya. Bos Dey ganteng banget, duh ... beruntung banget itu istrinya. Aah! kamu ini, bikin aku ngiler aja." Jawab Yeni tanpa memperhatikan dengan jeli.


Selwy yang penasaran pun ikut memperhatikan penampilan sepasang suami istri yang tengah berdiri di panggung pelaminan.


'Hem, biasa aja istrinya. Cantikan juga masih cantikan aku, lihat saja kalau sudah lepas dari make up nya.' Batin Selwy dengan rasa percaya dirinya.


Karena semakin panas hatinya, Selwy memilih untuk mengikuti Yeni dari belakang menuju prasmanan.


"Selwy, jangan melamun. Nanti bisa bisa kami salah ambil rendang loh, mau ambil dagingnya tau tau lengkuas yang kamu dapat." Ledek Yeni dengan senyum mengejek.


"Ah iya, ibarat ingin mendapatkan Bos Dey. Tidak tahunya yang kamu dapat hanya bisa memperhatikan sepasang suami istri, cie ... nyeseknya." Ucap sebelah Yeni yang tidak kalah ikut meledaknya.


Selwy yang merasa kesal, ia segera mengambil porsi makannya dengan asal. Sedangkan Yeni dan temannya tertawa kecil saat keduanya berhasil membalas perbuatan Selwy yang sering menghina dan mengejek Vey.


Disaat itu juga, Yeni tiba tiba teringat dengan sahabat dekatnya yaitu Vey.


"Rin, Vey kok tidak kelihatan ya?" tanya Yeni sambil celingukan. Berharap sepasang matanya dapat menangkap sosok Vey di acara pernikahan Bosnya.


"Mungkin dia sedang cuti, Yen. Ah sudah lah, ayo kita ambil makanan dan kita duduk di sebelah sana. Aku ingin makan sambil memperhatikan keserasian Bos Dey dengan istrinya, sepertinya benar benar sangat serasi." Jawabnya, kemudian segera mengambil makanan. Sedangkan Yeni hanya bisa nurut dan mengikuti kemana arah jalan teman kerjanya.


Sambil duduk, Yeni dan temannya menikmati satu piring dengan rendang yang menggugah selera. Yeni memilih untuk segera menghabiskan makanannya ketimbang harus makan sambil memperhatikan sepasang pengantin baru.


Setelah selesai, Yeni dan teman kerja yang lainnya segera bersiap siap untuk memberi ucapan selamat kepada Bosnya.


"Pak Jagur, kok saya tidak pernah lihat Vey ya Pak? apakah Bapak mengetahuinya?" tanya Yeni yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Oh, Vey? ada kok disini. Ya sudah, ayo kita naik ke panggung. Nanti urusan Kantor tidak kelar kelar. Bisa bisa kita nanti kita jadi sial, ayo buruan naik ke panggung." Jawab Pak Jagur dan meminta para karyawan untuk segera naik ke panggung pelaminan.


"Yen, kamu duluan yang naik. Kita kita belakangan aja, kamu kan yang super pedean. Setidaknya kamu menggantikan posisi Vey yang super besar mentalnya." Ucap salah satu karyawan menunjuk ke arah Yeni.


"Enak saja, aku yang paling depan. Yeni dibelakangku, titik." Sahut Selwy yang tidak mau kalau, sedangkan Yeni akhirnya merasa lega dan tersenyum.


"Sip deh, silahkan." Ucap Yeni mempersilahkan sambil menggerakkan tangannya seolah mempersilahkan untuk berjalan lebih dahulu.


Dengan percaya dirinya, Selwy akhirnya memilih untuk berjalan lebih dulu dari teman teman kerjanya. Sedangkan karyawan yang lainnya hanya mengikutinya dari belakang termasuk Yeni.


Sampainya diatas panggung pelaminan, dengan percaya dirinya Selwy melempar senyum pada Bosnya dan tanpa memperhatikan pengantin perempuannya.


Begitu juga yang lainnya tidak fokus dengan pengantin perempuannya termasuk Yeni sendiri.


"Bos, selamat ya atas pernikahannya." Ucap Selwy yang masih juga tidak menoleh kearah sebelah Bosnya.


DUAR!!!!


Seketika Selwy seperti tersambar petir, tubuhnya lemas dan terasa lunglai.


"Vey?" tanda tanya Besar telah bersemayam didalam otaknya.


"Apa!!! Vey!! serius! kamu Vey? tidak, ini tidak mungkin." Teriak Yeni dengan histeris dan menepuk nepuk kedua pipi milik Vey.


"Yen, sakit tau! hentikan kekonyolanmu itu. Ini aku Vey, sahabat kamu. Aduh! sakitnya pipiku yang mulus ini kamu aniaya, jahat! kamu Yen."


Selwy masih terkejut, bahkan ia seperti dialam lain. Apa yang di lihatnya benar benar masih terasa mimpi. Begitu juga dengan karyawan yang lainnya, tidak laki laki tidak perempuan sama saja terkejutnya.


"Jadi, kamu beneran Vey? selamat ya sahabatku. Semoga pernikahan kamu diselimuti kebahagiaan dan segera mendapatkan momongan, dan aku akan segera mendapatkan keponakan yang gemesin." Ucap Yeni memberi ucapan selamat pada sahabatnya.


Sedangkan Selwy yang merasa terkejut dan sakit hati, segera ia keluar dari gedung dan kembali kedalam mobil. Dirinya benar benar tidak sanggup menerima kenyataan yang menurutnya sangatlah buruk.

__ADS_1


"


__ADS_2