Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran
Bertamu


__ADS_3

Usai menikmati makan siang di warung makan yang tempatnya tidak jauh dari Taman, Zicko dan yang lainnya segera melanjutkan perjalanan nya untuk pergi ke suatu tempat yang lain nya.


"Kak, kita mau jalan jalan kemana lagi?" tanya Vellyn yang merasa capek karena perjalanan yang memakan waktu cukup lama didalam pesawat.


"Ke kebun buah, bagaimana?"


Huam


Vellyn pun berkali kali menguap karena rasa kantuk nya yang sudah tidak bisa untuk ia tahan.


"Kamu ngantuk?" tanya Bunda Afna.


"Iya Tante, Vellyn ngantuk banget. Vellyn pulang aja ya, Tante ..."


"Iya tidak apa apa, nanti kita pulang bareng aja. Jugaan nanti malam di rumah akan ada acara kumpul bersama keluarga."


"Benarkah? Tante tidak bohong, 'kan?"


"Tentu saja tidak bohong, nanti malam akan kedatangan dari keluarga Tante."


"Wah, pasti paman Kazza dan Tante Vella nih." Kata Vellyn menebak.


"Tepat! sekali, tapi anak anak nya tidak ada yang ikut."


"Kenapa Tante?" tanya Vellyn penasaran.


"Karena kamu itu jutek, galak, sadis, dan bawel. Jadi, anak nya Paman Kazza membatalkan kedatangannya karena ada kamu." Sahut Zicko asal menimpali.


"Dih, sok tahu banget deh. Mana ada Vellyn sadis, galak, jutek, dan bawel. Yang ada tuh ..."


"Vellyn menyebalkan, titik tanpa spasi." Lagi lagi Zicko langsung memotong ucapan dari sepupunya.


"Dih! Kak Zicko nyebelin banget sih, mentang mentang muka nya udah kek Oppa Oppa." Ucap Vellyn dengan ketua dan mengerucutkan bibirnya dan langsung membuang muka.

__ADS_1


"Zicko, sudah! jangan kamu lanjutkan lagi. Vellyn itu kecapekan, biar dia istirahat didalam mobil." Ucap sang ibu memberi peringatan pada putranya.


"Iya Ma, iya ya ..." jawab Zicko menyerah.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup menyita waktu, tidak lama kemudian telah sampai di Kebun buah sesuai yang diinginkan oleh Zicko.


"Ma, serius nih tidak ikut?" tanya Zicko yang hendak turun dari mobil.


"Salam aja dulu buat sang pemilik Kebun, Mama akan usahakan untuk datang kesini bersma Papa. Untuk hari ini Mama absen dulu, dikarenakan nanti malam di rumah akan ada acara kumpul bersama keluarga." Ucap Bunda Afna, sedangkan Vellyn sudah tertidur pulas karena kecapekan.


"Salam juga buat keluarga di rumah, sepertinya malam ini tidak bisa pulang. Karena Zicko harus menginap, sesuai janji Zicko." Jawab Zicko sambil menggendong putra kesayangan nya.


"Jaga diri kalian baik baik disini, nanti Pak Yitno yang akan langsung menyusul kemari." Ucap sang ibu.


"Iya Ma, hati hati juga buat Mama di perjalanan." Jawab Zicko.


"Ya sudah kalau begitu, Mama pamit pulang." Ucap sang ibu berpamitan.


"Hati hati dijalan ya, Ma." Kata Lunika pada sang ibu mertua.


Setelah mobil yang dinaiki sang ibu dan Vellyn sudah tidak tidak lagi terlihat bayangan nya, Zicko segera mengajak istrinya untuk mendatangi rumah yang menurutnya sangat lah berharga.


Sambil berjalan, Zicko tidak lepas untuk menggandeng tangan istrinya.


"Sayang, sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Lunika sambil berjalan dengan hati hari melewati kebun yang cukup rimbun daun nya.


"Nanti juga kamu akan mengetahuinya senditi, lebih baik sekarang kamu ikuti saja langkah kaki ku." Jawab Zicko sambil berjalan.


Berulang kali Lunika mencoba untuk berpikir dan menerka nerkanya, namun tidak ia dapati jawabannya.


Tidak lama kemudian, Zicko dan Lunika sudah berada didepan rumah yang cukup sederhana. Lunika menatap rumah itu dengan tatapan heran dan tentu saja membuatnya penasaran.


"Sayang, rumah siapa ini?" lagi lagi Lunika mencoba untuk bertanya lagi.

__ADS_1


"Sabar, nanti kamu akan mengerti." Jawab Zicko tanpa menjawabnya, Lunika sendiri semakin penasaran dibuatnya.


Dengan ketukan yang berkali kali, akhirnya pintu rumah tersebut ada yang membuka nya.


"Nak Zicko, ayo silahkan masuk."


"Iya Bu, saya Zicko." Jawab Zicko, kemudian ia mengajak istrinya untuk masuk kedalam rumah. Lalu Zicko dan Lunika segera mencium tangan si pemilik rumah.


"Silahkan duduk, Nak Zicko dan untuk istri Nak Zicko. Maaf, jika rumah Ibu lumayan berantakan. Maklum tidak mempunyai anak gadis maupun bujang." Ucap Beliau mempersilahkan untuk duduk.


"Bagaimana kabarnya, Bu Yul? Bapak Rizal ada dimana?" sapa Zicko seramah mungkin dan menanyakan kabar suami ibu Yuli.


"Bapak sedang berada di kebun sebelah, katanya masih ada buah yang belum di petik. Lumayan buat segeran di akhir penanen. Oh iya, anak mu sepertinya sudah tidur. Kasihan jika harus tidur dipangkuan mu, tidurkan dulu di dalam kamar, Nak Zicko."


"Baik Bu, kalau begitu Zicko permisi masuk ke kamar dulu ya, Bu." Jawab Zicko dan segera masuk kedalam kamar, Ibu Yuli pun mengangguk.


"Siapa nama kamu, Nak?" tanya Ibu Yuli.


"Nama saya Lunika, Bu." Jawab Lunika.


"Nama yang sangat cantik, seperti orangnya. Perkenalkan, nama Ibu emm ... panggil saja Ibu Yuli, kalau suami Ibu namanya pak Saprizal. Warga memanggilnya dengan sebutan Pak Izal, Pak Rizal." Kata Ibu Yuli.


"Jadi, Ibu di rumah hanya berdua dengan Bapak?" tanya Lunika mencoba untuk memastikannya.


"Iya Nak Lunika, Ibu tinggal hanya berdua bersama Bapak. Ibu tidak mempunyai anak sama sekali, dan kedatangan Nak Zicko adalah penyemangat Ibu dan Bapak, ya ... walaupun seperti mimpi. Datang belum lama, eee ... sudah pergi lagi. Sudah gitu tidak pernah datang kesini, katanya merindukan kamu dan putramu." Jawab Ibu Yuli menjelaskan, Lunika yang mendengar pengakuan dari Ibu Yuli pun merasa tidak enak hati.


"Maaf Bu, pertanyaan Lunika bukan bermaksud untuk membuat Ibu bersedih." Ucap Lunika yang merasa bersalah atas pertanyaan yang ia berikan pada Ibu Melin.


"Tidak apa apa kok Nak, Ibu sudah lapang untuk menerima apa yang sudah menjadi takdir Ibu dan Bapak. Kehadiran suami kamu dan kamu serta putramu saja sudah jauh lebih dari cukup. Ibu sudah sangat bahagia mengenal suami mu, ditambah lagi dengan kehadiran mu bersama putramu, Ibu sudah sangat bahagia. Kerinduan Ibu untuk mendapatkan seorang anak sudah terobati." Kata Ibu Yuli dengan senyum yang terlukis rasa bahagia.


Lunika yang duduk disebelah Ibu Yuli pun langsung memeluk Beliau dan menitikan air matanya. Disaat itu juga, Lunika kembali teringat saat dirinya masih kecil ingin mempunyai kedua orang tua yang lengkap. Dan kini dirinya dipertemukan dengan seseorang yang menginginkan kehadiran sang buah hati. Perasaan Lunika seketika teriris perih mendengar pengakuan dari Ibu Yuli yang juga belum di karuniai sang buah hati hingga usianya yang sudah terbilang cukup umur untuk mempunyai seorang Cucu.


Karena tidak ingin ada drama selanjutnya, Ibu Yuli akhirnya melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sudah, jangan menangis lagi. Rindu Ibu sudah terobati karena kehadiran kalian ke rumah Ibu." Ucap Ibu Yuli mengusap air mata milik Lunika, kemudian mengajaknya untuk tersenyum.


"Oh iya, bagaimana kabar sekeluarga? baik, 'kan? sebenarnya sudah lama Zicko tidak pernah datang kesini, terakhir kesini saat Zicko pulang dari Luar Negri untuk melakukan perubahan pada wajahnya. Setelah itu, dia tidak pernah muncul didepan rumah Ibu lagi. Mungkin karena sibuk dengan masalah yang sedang dihadapinya, jadi waktunya lebih sibuk untuk membereskan masalah yang dihadapinya sampai ke akar akarnya. Tidak hanya itu, Zicko pun telah berjanji akan datang ke rumah Ibu jika samua masalahnya dapat diselesaikan dengan baik. Semoga kedatangannya kemari memang benar jawabannya." Ucap Ibu Yuli panjang lebar.


__ADS_2