
Kehamilan Aqilla makin membesar memasuki delapan bulan tapi kelincahannya bergerak kesana kemari membuat Aska selalu mengingatkan dia apalagi dengan kesibukan membantu di rumah makan yang diberinama "Kembar" sesuai permintaan Aska untuk mengingat hadiah Tuhan yang membuat mereka bahagia. Rumah makan kembar sangat ramai karna Aqilla pintar masak dengan masakan jawa.
"Sayaang udah duduk aja, udah banyak karyawan yang bantu.. sini temani aq makan"Aska meminta istrinya duduk
"Nanti yaang bentar lagi.. masih banyak pengunjung aq bantu mereka dulu.. "Aqilla hendak mengahampiri karyawannya
"Yaang nurut duduk sini.. "Aska menghalangi langkah istrinya dan Aqilla duduk.
"Masih kenyang yaang..."Aqilla membuka mulutnya disuapi Aska
"Yaang ayahmu telpon tumben biasanya kita duluan.. "Aska menerima telpon ayah Aqilla
"Diangkat yaang"Aqilla menepelkan dirinya pada suaminya
"Hallo yah ada apa yah tumben ayah hubungi Aska duluan..? "tanya Aska pada ayah mertuanya
"Ka ini penting menyangkut Evelin.. "Ayah membuat hati Aska gelisah tak tenang dan sedikit menjauh dari dari istrinya
"Yaang itu ada yang mau pesen.. "Aska sengaja agar istrinya menjauh
"Ya yah bicaralah.. Aqilla udah agak jauh.."jawaban Aqilla karna menyangkut Evelin sensitif
"Ka ibu kandung Evelin dirumah mencari Evelin, ayah bingung harus gimana..?"Ayah sedih dan mengejutkan Aska
"Yah bukannya surat2 kumplit? "tanya Aska juga sedih
"Kumplit tapi dulu gak sidang Ka.."Kata Ayahnya
"Ayah cari alasan dulu aja, kalo menyangkut Evelin ayah tau akan buat Aqilla sedih apalagi saat ini Aqilla hamil besar yah..Aska jadi takut, Aska aja yang datang kesitu yah.. "Aska khawatir
"Sayaang ayah masih telpon sini Aqilla mau ngomong..?"Aqilla meminta telponya
"Ayah udah mutusin telponya yaang"Aska memutuskan Hp nya dan ayah mengerti.
Aska membawa istri dan Evelin pulang kerumah dan Aska semalaman berfikir kemungkinan2 yang terjadi,dan memandangi istrinya yang hamil besar sedang tidur terlelap, dia memeluk dan mencium istrinya.
"Hallo yah.. "Aska keluar kamar dan turun kebawab menjauh dari kamar menghubungi orang tua Edo karna mereka harus tau.
"Ya nak malam2 menghubungi ayah apa Evelin dan Aqilla baik2 aja..? "ayah Edo khawatir
"Mereka baik tapi ada masalah dengan Evelin yah tapi aq belum tau, coba ayah besok kerumah orangtua Aqilla karna tadi ayah Pram telpon bahwa ibu kandung Evelin datang kerumah Aqilla yah.."Aska membuat Ayah sedih dan terkejut
__ADS_1
"Aska gak mau Aqilla tau hal ini, Aqilla sangat sensitif soal Evelin apa lagi lagu hamil yah"Aska takut
"Ayah jadi khawatir Ka kita harus bagaimana?ayah gak mau mereka mengambil Evelin cucu ayah.."Ayah sedih dan khawatir
"Ayah besok pastikan dulu dia datang mau apa dan jangan beritahu keberadaan kita disini, aq belum siap Aqilla sedih dan Evelin jauh dari kami,.."Aska sangat mengkhawatirkan istri dan Evelin.
"Aska besok akan kesitu minta bantuan papah pada temannya.."Aska ingin mastikan surat2 Adopsi Evelin
"Yah Ka besok sama ibu ayah kerumah Aqilla dan ayah hubungi kamu.. "Ayah mematikan teleponnya
Aska berjalan kekamar Evelin yang tidur ditemani Rendy yang tertidur disamping Evelin. Aska mencium dan meneteskan airmatanya pada pipinya.
"Ada apa Ka..? "tanya Rendy
"Aq bingung Ren gak sanggup memikirkan istriku jika Evelin tak bersama kami..Aqilla lagi hamil besar.. "Aska bercerita karna mereka selalu bersama bertukar pikiran
"Maksudnya gimana..? "tanya Rendy tak mengerti
"Ibu kandung Evelin datang kerumah Aqilla Ren.. "Aska menghapus airmatanya
"Apa dia mau ambil Evelin,Evelin udah seperti anakku Ka..?"Rendy ikut sedih
"Ya aq akan menjaga mereka.."Rendi mencium Evelin
Aska semalaman tidak bisa tidur memandangi istrinya yang tertidur lelap dan mengusap lembut perutnya. Hingga masuk subuh istrinya terbangun.
"Sayaang udah bangun..? "Tanya Aqilla bangun tidur
"iya yaang.. "Aska masih bingung untuk biacara pada istrinya
"Yaang aq ada tugas dikota kita dan pagi ini berangkat untuk beberapa hark dirumahsakit."Aska membohongi istrinya
"Apa aq dan Evelin ikut.."tanya Aqilla
"Kamu lagi hamil besar yaang dirumah aja, kamu ingatkan dokter ngomong apa?gak boleh perjalanan jauh.."Aska yang tak ingin Aqilla tau
"Yaang ayah dan ibu kamu dan orangtuanya mas Edo kangen sama Evelin, apa Evelin"Aska belum selesai Aqilla motong
"Dimana ada Evelin ya ada aq mamahnya,kalo dia ikut berarti aq ikut, gimana nanti anaku tanpa aq..?"Aqilla membuat Aska makin gelisah khawatirkan istrinya
"Cuma beberapa hari nginap dirumah orangtuamu sendiri.."Aska mencoba memisahkan Evelin dan Aqilla untuk beberapa untuk tau reaksi Aqilla
__ADS_1
"Ya udah aq ikut aja.. kamu kan bisa pelan2"Aqilla gak mau pisah karna apa lagi Evelin sama Alfa saja sedih dan menangis karna itu buat kebingungan Aska
"Gak dirumah aja sama Evelin nanti aq yang bilang mereka kalo kangen suruh kesini "Aska gak bisa lagi mencari alasan.
"Nah gitu donk sayaang.."Aqilla menyentuh kedua pipi suaminya.
Aska dalam perjalanan menghubungi orangtua Edo untuk tau kabar selanjutnya maksud dari orangtua Evelin datang kembali.
"Ayah gimana apa maksud mereka datang?"tanya Aska dengan hati yang campur aduk
"Mereka datang bilang ingin membawa Evelin Ka." ayah sedih dan istrinya yang didekatnya menangis
"Udah ku duga yah.. gak mungkin udah 5tahun mereka tiba2 datang tapi disini masalahnya Aqilla yah dia lagi hamil besar belum siap untuk jauh dari Evelin dan Evelin juga gak bisa jauh dari Evelin."Aska mengkhawatirkan istri dan anaknya
"Ayah udah minta waktu nunggu keputusanmu dan Aqilla, tapi kemungkinan mereka akan mempersulit kita Ka, suaminya tau hukum ayah gak aja selalu dibantah dan kesalahan Edo dan Aqilla dulu belum melalui hukum.. "ayah menceritakan membuat Aska lemas
"Ayah aq lagi dijalan setelah sampai aq kesitu sama mamah papah.. "Aqilla mematikan Telponya.
Aska kembali kerumah orangtuanya dan mereka datang menemui orangtua Aqilla yang udah ditunggu oleh Nisa ibu kandung Evelin dan suaminya serta keluarga Edo.
"Maaf nunggu lama.."kata Aksa diikuti kedua orangtuanya
"Mana anakku..?"tanya Nisa ibu kandung Evelin
"Masih sama istri saya karna saya belum memberitahukan istri saya akan kedatangan kalian kesini, istri saya lagi hami besar saat ini dan dia sangat menyayangi Evelin.."Aska memberitahu dan membuat kecewa dirinya
"Makdud anda datang kesini apa..sudah jelas dulu anda memberika Evelin pada istri saya?"tanya Aska sopan
"Disini kami mau jelaskan,saya suaminya Nisa ibu kandung anak bapak saat ini yang telah anda rawat bersama istri anda.. "kata suaminya Nisa juga sopan
"Dulu kesalahan istri saya dan ingin menebusnya, karna dulu istri saya masih mudah belum bisa berfikir jernih dan memberikan anaknya pada kalian.."kata suaminya
"Kini istriku sadar dan kami menikah juga lema belum dikasih turunan dan kami kemurahan hati kalian semua untuk mengembalikan Evelin untuk kami merawatnya "kata suami Nisa membuat Aska semakin lemas,karna Evelin sakit saja istrinya berhari2 gak tidur dan nangis.
"Tapi dalam surat bahwa anda memberikan Evelin untuk kami dan gak akan ambil balik Evelin,anda dan orangtua anda juga memberikan pada kami.. "Aska masih kekeh mempertahankan Evelin
"Tapi secara hukum Evelin masih hak kami orangtua kandung Evelin dan kami bisa menuntut anda dan istri anda jika kami dipersulit "dengar tekanan mereka Aska pasrah
"Tapi istri saya gak akan sanggup jauh dari Evelin dia sangat sayang begitu pula Evelin yang bisa jauh dari istri saya dan istri saya sedang hamil besar bagiamana aq tega bilang istriku,ini akan mempengaruhi isti dan anak kami.. "Aska masih belum sanggup loat istrinya sedih dan berpisah dengan Evelin
"Aq yakin istri anda bisa ngerti karna dia mengalami yang kami alami dan sekarang istri anda hamil jadi anda jangan egois dengan melarang kami mengurus anak kami, kalian masih bisa menemui anak kami Evelin"Suami nur Faisal maksa.
__ADS_1