Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Gak mau jadi istri


__ADS_3

Ayah Edo dengan cepat melajukan mobilnya dan Aqilla berada dalam pangkuan Edo yang terus menenteskan air matanya karna darah yang keluar dari perut Aqilla tak berhenti mengalir membuat Edo lemah dan bingung.Sampai dirumah sakit Edo mengangkat istrinya dan berlari kedalam dan dibawa suster keruang oprasi.


"keluarga pasien..pasien kekurangan banyak darah B tolong secepatnya cek darah untuk bantu mendonor darah.."kata suster atas perintah dokter


"Do apa yanga terjadi..mana Aqilla..?"tanya ibu Ana mencari anaknya


"diruang oprasi bu..Aqilla kekurangan darah kita cek darah dulu untuk donor ke Aqilla.."Edo menangis


Darah pak Pram sama dengan Aqilla dan kini sedang diambil darahnya dan Edo darah O Juga bisa mendonorkan darahnya. Setelah selesai mereka kembali nunggu didepan ruan oprasi. Ibunya terus menangis untuk anak kesayangannya.


"kenapa anakku masuk oprasi Do..apa yang terjadi sebenarnya..?"tanya ayahnya


"Aqilla pingsan jatuhnya menimpa meja kaca kami.dan perutnya terkena pecahan kaca.."ayahnya menjelaskan


"kenapa anaku bisa pingsan..apa dia sakit atau dia melihat darah..karna anaku takut darah..?"tanya ayah Aqilla


"ya yah Aqilla pingsan karna liat darah diruang tamu..Edo juga gak tau kenapa tiba2 ada darah disana yang buat Aqila pingsan dan jatuh.."Edo menangis


"kenapa bisa kamu ceroboh kaya gini Do..ibu dan ayah udah mengingatkanmu dari kalian pacaran,kalo dia gak bisa lihat darah yang berbelebihan..!"ibu Aqilla keras dan panik


"bukan salah Edo bu Ana..aq yang akan menjelaskan..dan meminta maaf atas kejadian ini.."ibunya datang dengan Elfa


"anakku Evi yang melakukannya,dia menyiram darah diruang tamu yanga akan dilewati Aqilla untuk melihat ekpresi Aqilla karna gak percaya Aqilla takut atau pobia darah.."kata ibu Rahayu sedih dan dadanya sakit atas ulah anaknya dan membuat Edo dan ayahnya terkejut


"kenapa bisa anak ibu gak percaya..anakku bukan anak yanga pintar berbohong..membuat dia pingsan dan mengakitbankan dia jatuh akan membahayakan anakku..anakku jadi seperti gara2 anak kalian.."kata ibunya marah setelah mendengarkan cerita ibunya


"kami gak akan tinggal diam kalo sampe anakku kenapa2!"teriak ibu Aqila emosi


"Do kamu bilang akan menjaga dan membahagiakan anakku..tapi makin hari anakku aq lihat dia makin kurus dan mukanya murung dan sedih..aq udah curiga dari awal kalo anaku tinggal bersama kalian..anaku dipersulit..kenapa Do jawab ibu..?"teriak ibunya lagi yang berkunjung anaknya makin kurus dan mukanya sedih


"bu udah bu sabar.."suaminya yang juga sedih


"bagaimana aq bisa sabar yah..anak kita sekarat didalam..aq udah bilang bawa pulang anak kita..ayah gak percaya dan kamu Do gak mau..liat begini akhirnya kan..ibu gak akan maafin kamu kalo sampe Aqilla kenapa2.."ibu menangis dalam rangkulan suaminya.


"De apa yang terjadi..kamu menyuruh mas kesini..?"tanya kaka ayah Aqilla


"mas anakku butuh darah..dan darah kita sama..cepaglah bantu anakku mas.."Ayah menangis dan memohon

__ADS_1


"ya dimana mas harus donor .."kakanya mengikuti adiknya


"maaf bu Ana,aq udah menghukum anaku Evi dia udah ditahan kantor polisi aq yang melaporkan..meski dia anakku tapi dia salah..dia harus tetap dihukum.."Ibu Rahayu memeluk ibu Ana dan suami Rahayu terkejut.


"ibu gegabah melaporkan anak kita..kita bisa bicarakan ini secara keluarga..bukanya kita udah jadi keluarga.."Suaminya menyalahkan istrinya


"ayah tau anak ayah kerjasama sama Mutia yang dari dulu gila mengejar Edo,dia ingin memisahkan Edo dangan Aqilla memangaatkan Evi dan memberikan apa yang diminta Evi.."istrinya emosinya mengingat pengakuan anaknya membuat Edo dan ayah makin terkejut.


"Mutia..apa dia juga dipenjara bu..apa om Dany tau..?"tanya Edo terkejut


"ibu udah lapori semua..dan ibu minta bantuin Om Dany..dia mungkin sudah sama adikmu dipenjara.."ibunya menceritakan yang duduk disamping ibu Aqilla yang masih menangis.


"Brengs-k Mutia..kenapa bisa Evi mau.."umpat Edo.


"kreeeet"pintu ruang oprasi dibuka.."


"Dok gimana istriku..aq mau bertemu istriku dok.."Edo panik cemas dan sedih


"istri anda masih kritis,pecahan kaca menyobek perut pasien dan ada oprasi dalam dan luar..saat ini masih butuh donor darah karna darahnya tadi gak berhenti mengalir..kita tunggu mudah2han bisa melewati masa kritis.."teriak ibu Aqilla makin kenceng mendengar anaknya kritis.


"Yah anak kita Aqilla kritis..ibu sangat khawatir yah.."ibunya mengejar suaminya


"Anak kita anak yang kuat dan bendel..dia akan baik2 aja bu..kita bersoa bersama.."Suaminya yang juga sedih dan hancur mendengar anaknya kritis


"De mas hubungi keluarga kita yang darahnya sama..anak mas juga sama biar mereka kesini.."akakanya yang juga cemas dengan keponakannya menghubungi keluarga yang lain.


Tak lama keluarga besar Aqilla datang dan mengcek darahnya ada beberapa yang sama sudah mendonorkan dan mendoakan Aqilla dan pulang karna larut malam dan belum bisa bertemu dengan Aqilla. Dia hanya bis melihat Aqilla terbaring lemah dengan beberapa selang yang udah berada dibadan Aqilla.Mereka semalaman gak tidur,Edo terus berdiri didepan menatap istrinya dan orang tua Aqilla dan Edo duduk diruang oprasi hingga pagi tiba dan dokter mengeceknya.


"bagaimana dok..istrisaya udah stabilkan dok..?"tanya Edo


"ya alhamdulillah udah melewati masa krisis,dan kami akan memindahkan keruangan kenanga dan kalian bisa menjaganya"kata dokter membuat mereka tersenyum bahagia


"ya dok makasih.."Edo tersenyum


Mereka mengikuti suster mendorong ranjang keruang perawatan,meski Aqilla belum sadar tapi sudah melewati masa kritis dan semua normal.


"Kalian bisa nunggu disini dan nunggu pasien sadar.."kata suster

__ADS_1


"Sayaang maafin mas gak bisa jaga kamu sampe kamu kaya gini "bisik Edo dan mencium kening istrinya


"Aqilla ibu sangat khawatir sayaang..cepet sadar yah.."Ibunya juga mengecup rambut anaknya


Mereka masih menunggu Aqilla yang belum juga sadar hingga jam 2 siang.


"Do makan dulu biar ibu yang duduk disini jagain Aqilla.."minta ibu Aqilla yang dari semalam melihat Edo terus menatap istrinya dan gak mau makan


"istrimu sembuh dan kamu sakit..gimana ?" kata ibunya dan Edo nurut duduk disamping ayah mertuanya dan makan,makanan yang udah dibawakan ayah Edo.


"Sayaang kamu udah sadar..."ibu Aqilla memgangi tangan anaknya dan Edo meninggalkan makannya dan berada disisi kiri Aqilla


"Sayaang Alhamdulliah kamu sudaha sadar..mas kangen mas khawatir banget sama kamu sayang.."Edo memeluk Aqilla dan mencium keningnya tapi Aqilla gak mau menatap suaminya


"Bu Aqilla tinggal sama ibu yah.."Aqilla tanpa ngomong sama suaminya


"ya kalo udah sembuh kita pulang kerumah Ibu yah.."kata ibunya


"Aqilla gak mau jadi istrinya mas Edo lagi..Aqilla mau cerai aja dari mas Edo.."permintaan Aqilla pada ibunya mengejutkan Edo dan membuatnya sedih dan hatinya sakit


"sayang kamu ngomong apa..mas Edo gak mau pisah sama kamu..mas akan ikut kamu kemanapun kamu pergi..kalo kamu mau pindah kerumah ibu..kita tinggal disana sama2.."Edo meraih tangan Aqilla tapi dia menghempaskan


"gak mau..gak mau jadi istrimu lagi..kita cerai aja.."bentak Aqilla membuang muka


"sayaang mas Edo salahnya apa sama Aqilla kok Aqilla ngomong gitu..yang salah udah ibu hukum,Evi dan Mutia udah masuk penjara..dan mas Edo gak salah sayang..kasian mas Edo sedih..dia sangat menyanyangi Aqilla dari kemarin loh mas Edo gak makan nunggun Aqilla sadar.."Ibu Edo yang merasa keberatan karena anaknya selain mencintainya juga dia gak salah.


"tapi keluarganya ibu gak suka sama Aqilla..semua adiknya mas Edo benci sama Aqilla..itu kan gak baik dalam rumah tangga kan harus ada restu keluarga dan saling sayang..mereka gak sayang sama Aqilla..jadi buat apa aq jadi istrinya mas Edo.."jawaban Aqilla yang tertekan sama adik2nya Edo.


"mba aq gak benci sama mba..mungkin karna aq iri karna mba diperhatikan sama mas Edo sedang kami dapat suami gak sama kaya mas Edo sayangnya..dan dulu sebelun kenal mba mas Edo sangat royal dan memberikan apa yang kami mau..tapi kini aq sadar mba..aq juga istri yang mau hasil suami untuk kita..aq minta maaf mba..kasiah mas Edo gak salah kita yang salah.."Eva adik pertama yang baru saja datang mendengar permintaan Aqilla dan melihat Edo menangis


"dan aq juga benci sama mba..aq hanya cemburu karna pacarku dulu suka sama mba dan perbedaan umur kita yang jauh membuat kadang menyakitimu..aq juga minta maaf mba..dan mba juga tolong cabut tuntutan buat mba Evi kasian anaknya masih kecil nangis terus mba.."Elfa adik bontot Edo.


"Sayang kasian mas Edo..dia nunggu kamu gak tidur gak makan..cemas sayang sama kamu..apa mas Edo jahat sama kamu..apa punya salah sama kamu..?"tanya bu Ana ibu Aqilla dan Aqilla menggelengkan kepalanya.


"berarti mas Edo gak salah kan..?"tanya ibunya lagi dan Aqilla mengangguk


"Sayaang mas Edo gak akan pernah mau bercerai..mas Edo sayang sama Aqilla..kita akan sama2 terus kalo kamu mau hukum adik mas silahkan karna mereka salah..mas gak akan melarang..dan kalo Aqilla minta tinggal diruman ibuAna mas akan ikut kamu yah.."Edo mencium tangan istrinya dan Aqilla mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2