Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pencarian Rida


__ADS_3

Sepulang dari acara Edo langsung masuk kamarnya dan membuka pesan aqilla yang beruntun dan belum dia balas dan edo menghubungi aqilla karna kalo balas lama dan edo malas ngetiknya.


-"La belum tidur..?"(tanya edo yang tau kalo aqilla marah padanya)


-"hemm"(aqilla kesal)


-"kok hemm?"(tanya edo)


-"au ah gelap..mau tidur.."(jawab aqilla dan mematikan HPnya dan tidur dan edo tertawa karna aqilla marah tapi tetap lucu baginya)


Edo memainkan Hp nya hingga dia tertidur pulas hingga alarm Hp yang diaktifkanya berbunyi.


-"dreey..drwet"(bunyi Hp edo)aduh


-"udah jam 06.30"(edo berlari dan masuk kekamar mandi dan membuat orangtua dan adiknya melongo karna dia keluar udah rapih dengan kaos dan celana panjang jeansnya)


-"mau kemana pagi gini udah rapih..biasanya bangun jam 11 siang..?"(tanya ibunya yang heran)


"ada janji.."(jawabnya singkat)


"makan dulu"(ibunya)


"udah telat"(langsung pergi)


Edo lebih awal datang kerumah Aqilla, dia masih sibuk bantu didapur.


"bentar mas aq mandi dulu.."aqilla masuk kamar mandi dan Edo mengangguk


"nak Edo kita sarapan bareng yah.."ibu Ana pada Edo dan mengangguk


"La bantu ibu..bawain buat mas Edo sekalian kamu makan bareng dia.."ibu membawa nasi dan sayur kehadapan Edo


"ayo nak dimakan..ini Aqilla yang masak.."ibu menunjuk ke sayur


"ya bu makasih..maaf jadi merepotkan.."Edo merasa gak enak karna datang lebih awal


"Aqilla yang bikin repot..minta ini itu..lain kali jangan dikasih..biarin aja..


"gak pa2 bu..mumpung ada rejeki bu..


"ibu apa sih..ya biarin mas Edo kan baik gak kaya ibu ngasih uang jajan aja kurang.."Aqilla merasa gak cukup karna sekolah istirahat 2kali tapi uang saku cukup istirahat pertama


"gak usah ngeluh..makan aja ibu kebelakang..


"ini kamu yang masak La..?"tanya Edo yang menikmati makanannya cocok dilidahnya


"ya mas..kenapa gak enak?"


"enak.."jawab mas Edo singkat sambil menguyah makanan


"mas Edo,Aqilla mau crita sekalian minta tolong..he..he.."aqilla disela2 makannya dan Edo mengangguk


"pulang sekolah nanti kita mampir kerumah mas Agus ya..?"kata aqilla membuat Edo melihatnya dengar kata Agus

__ADS_1


"Agus siapa..?"Edo bertanya balik agak merasa cemburu


"temen Aqilla,Rida lama gak pulang rumah yang mas Agus temen cowonya Rida.."bisik Aqilla lirih takut ketahuan orang tuanya


" oh..kamu takut kalo pergi sendiri gak diijinin ibu sama bapak..tapi kalo sama aq gak..?"Edo tau Aqilla gak boleh pergi kemananpun


"ya.."Aqilla mengangguk


"hadiahnya apa buat mas Edo..?"Edo menggoda Aqilla


"gak punya uang buat beli kado.."jawab Aqilla jujur..


"bukan itu.."Edo dengan senyumnya bikin Aqilla bingung


"gak sekarang..lain kali aq minta.."Edo cengingisan


Mereka berangkat dan sampai disekolah Edo menunggu sampai punggung Aqilla gak terlihat masuk ke sekolahnya dan Edo pulang.


"Do makan dulu.."ibunya


"udah.."jawabnya masuk kamar


"kalo dirumah tiduran terus gimana bisa punya pacar.."dengus ibunya.


Disekolah Aska menyibukan diri dengan kegiatan sekolah dan baca buku tetang kedokteran lebih awal yang diberikan papahnya Akbar,dia semakin fokus dan semangat dengan cita citanya dan melupakan Aqilla yang sulit untuk dilupakan.


"buku apa itu Ka..?"tanya rendi karna buku itu bukan dari sekolahnya


"kamu mantap mau jadi dokter..gak kuliah disini aja.."tanya rendi yang berharap masih bisa bersama


"ya mantap,kuliah diluar kota..kedokteran disini belum ada.."Aska membaca bukunya lagi


"tujuanmu melupan Aqilla kan ?"Rendi yang tau Aska sangat mencintai Aqilla


"mungkin seumur hidupku dia ada dihatiku..dengan mengingat namanya udah buat aq senang tapi untuk miliki dia rasanya gak mungkin..dia bisa bahagia..aq ikut senang..udah cukup bagiku.."Aska yang udah pasrah


"kamu sendiri..?"Rendi merasa kasian


"hidup terus berjalan bro.."kata Aska dan pergi meninggalkan Rendi


Bella sibuk dengan cara2 yang dia sendiri gak merasa malu mendekati merayu dan memaki cewe2 yang jatuh hati pada Aska,meski selalu penolakan yang diterimanya namun tak membuatnya sedih bahkan sakin bersemangat.


"woi..melamun lo sendirian..mana Aska..?"tanya bella


"kamu gak bosen ngejar Aska..dia aja gak mau sama kamu..?"tanya Rendi yang juga muak dengan sikap bella yang manja menggangu Aska dan Rendy


"gak akan pernah bosen..Aska adalah tujuan hidupku.."kata bella dan Rendy menggengkan kepalanya dan pergi.


Jam sekolah berakhir dan Edo udah didepan gerbang menunggu Aqilla. Aqilla bersama Sinta dan Fitri menghampiri Edo.


"mas kenalin temen2 Aqilla..ini Sinta dan Fitri mereka ikut kita..yang tau rumah mas Agus, Sinta mas.."Aqilla menjelaskan


"Edo..ya boleh jadi rame.."kata Edo dengan senyumnya

__ADS_1


"La..ganteng dan muda..cocok sama kamu.."bisik Sinta ditelingga Aqilla


"setuju.."kata fitri


"apaan sih..yuk cepat jalan.."Aqilla malu


Sinta dan Fitri berada didepan dan Aqilla Edo mengikuti dibelakang.


"ini mas rumahnya..pura2nya mas Edo sodarnya Rida yah..?"bisik Aqilla didepan rumah Aqus


"ngacam dia..?"tanya Edo dan mereka mengangguk


"dua hadiah.."bisik edo didekat Aqilla


"thok..thok.."Sinta mengetuk pintu


"ada apa lagi..?"Agus melihat Sinta


"katakan mas dimana mas David dan Rida..aq mohon.."Sinta memohon dan Edo masih mendengar dan memperhatikan percakapan mereka


"tolong mas katakan,kasian orang tua Rida sakit mas


"gak tau..kalian tuli yah.."bentak mendorong bahu Aqilla dan mau jatuh dan ditangkap sama Edo dan membuat Edo marah


"jawab aja atau mau aq hajar aq seret kekantor polisi pecunlikan anak gadis orang.."Ancam Edo dan Agus melotot


"buk..buk..buk.."Edo geram karna ditanya melotot dan mengelak


"ya mas..berhenti..alamatnya di desa xx jalan xx" Agus menyerah


"udah mas lepasin dia..yuk kita pergi..ke alamat ini.."Aqilla menarik tangan Edo dan melepaskan Agus


"La tadi kamu didorong gak pa2..apa sakit bahu kamu..?"tanya Edo cemas yang membuat temennya iri


"gak sakit..dah yuk kak jalan.."Aqilla mengabaikan temannya yang menggodanya


"ekhemm cie.."goda Sinta dan Rida


Mereka jalan dengan motor mereka ketempat yang dikasih mas Agus yang tempatnya didesa dan terpencil.


"masih jauh gak Sin..cape ini.."Aqilla mengeluh


"kayaknya disekitar sini.."jawab Sinta yang sedari berputar2


"kita berhenti disini dulu aja..tanya..orang sini.."kata Edo yang juga lelah pegal tangannya


"aq tanya dulu aja mas.."Fitri yang tau Edo dan lainya lelah


"maaf bu..alamat ini benar kan bu..dan rumah xx dimana yah bu..?"tanya Fitri pada ibu yang lagi jalan didepannya


"ya benar mba..itu rumahnya cat hijau.."kata ibu tersebut.


Mereka meninggalkan motornya dibawah pohon dekat rumah yang dituju dan menguncinya.

__ADS_1


__ADS_2