
Semakin hari semakin terbiasa dengan kehidupan baru Aqilla paska hilang ingatan dengan suami dan anak-anak jadi lebih dekat dan saling memahami, Aqilla yang baik dan penyayang sangat dicintai semua orang terlebih keluarga dekat. Aska tidak mengijinkan istri dan anak-anaknya keluar tanpa dirinya karna dia tak ingin kejadian serupa menimpa keluarganya.
"Yaang aq mau nganterin kaka dan dede ke sekolah yah..?"Aqilla meminta ijin
"Gak, mereka dianter supir aja.. "kata Aska yang takut istrinya menyetir mobil setelah kecelakaan kemarin
"Tapi ada pertemuan guru dan orangtua murid disekolah kaka, aq harus hadir kan..? "kata Aqilla sambil menyodorkan kertas pengumuman
"Diantar supir aja, jangan nyetir sendiri..kalo gak ada operasi aq ikut kamu yaang.. "Aska masih belum rela
"Gak pa-pa kamu fokus sama operasi aja, biar aq dianter supir sama anak-anak.."Aqilla sedikit senang karna boleh keluar rumah karna setelah kecelakan Aqilla gak diijinkan keluar tanpa Aska
"Kamu hati-hati yaang, setelah selesai langsung pulang.. "Aska tegas
"Iya yaang.. "Aqilla mencium tangan dan pipi suaminya
"Kaka awasi mamahmu, kamu tau mamah masih dalam penyembuhan.. "minta Aska berbisik ada anaknya
"Iya tenang aja pah, aq ingkutin mamah.. "kata Kaka Evelin.
"Dedek jangan nakal, nanti papah hukum kalo bikin mamahmu marah.. "teriak Aska pada si kembar
"Gak pah.. "sikembar
Aqilla dan anak-anak berangkat kesekolah diantar supir yang udah lama kerja dengan paj Akbar ayah Aska. Aska dan pak Akbar berangkat kerumah sakit karna ada jadwal operasi. Aqilla mengantar anak kembarnya dulu barulah ke sekolah kaka Evelin bersama Evelin untuk pertemuan guru dan orangtua murid.
"Mah lewat sini, disebelah kiri ruang kelas kaka belajar.. "minta Kaka Evelin menggandeng mamah Aqilla
"Iya sayang, kok mamah kaya familiar ditempat ini yah kak..? "tanya Aqilla melihat keseliling
"Iya dulu kan sekolah mamah dan papah Aska disini dan sekarang kaka sekolah disini.."kaka Evelin menceritakan
"Pantas aja mamah kaya pernah kesini.."Aqilla masih melihat keseliling
"Apa mamah ingat sesuatu.. ?"Tanya kaka melihat mamahnya cemas
"Gak sih ka.. "kata Aqilla memegang keningnya
"Mamah perlahan aja, gak usah dipaksain lagi nanti kepala mamah pusing.."minta kaka Evelin khawatir
__ADS_1
"Iya sayang, apa ini kelasmu.. ?"tanya Aqilla
"Ya mah, ayo kita duduk mah.. "Kaka duduk bersama kaka Evelin.
Orangtua murid dan anaknya berdatangan untuk rapat bersama guru kelas anaknya dan membahas ujian yang akan diikuti anak-anaknya karna Evelin tak lama lagi akan lulus dari sekolah menengah pertama setelah nantu menghadapi ujian.
"Untuk orangtua murid tolong untuk diawasi anak-anaknya belajar, karna tak lama lagi ujian nasional untuk anak-anak agar dapat nilai yang bagus dan memuaskan.."Kata bu guru
"Sayaang kamu minggu depan udah ujian, main Hp nya dihentikan dulu.. "Aqilla memperingatkan kaka Evelin
"Ya mamah Hp ini udah kaya makanan pokok mah ya gak bisa jauh.. "kaka gak mau Hpnya jauh
"Tapi mamah gak mau dengar kamu nilainya buruk.. "Aqilla mengancam
"Tenang mah, kan ada papah yang ngajarin aq belajar dan kaka selalu dapat peringkat satu jadi mamah gak perlu khawatir.. "Kaka sangat berterima kasih karna Aksa hampir ditiap belajar mendampingi Kaka
"Mah,papah dulu juga pintar loh mah..bu guru bilang papah dulu selalu peringkat satu jadi wajar kalo aq peringkat satu kan aq anak papah.. jadi kepintarannya menular kata buguru gitu.. "Kaka bangga jadi anak Aska
"Iya dong sayang, kamu harus bisa seperti papahmu.. "Aqilla merangkul dan mencium kening kaka
"Siap mah, kaka akan jadi dokter hebat juga biar bisa merawat mamah dan keluarga.."Cita-cita Kaka Evelin
"Makasih sayaang, kamu anak mamah yang paling pengertian dan pintar.. "Aqilla bangga
"Iya bu.. "jawaban orangtua murid.
Aqilla berjalan sejajar dengan Kaka Evelin dan berniat untuk membeli somay kesukaan kaka Evelin yang juga dulu sangat disukai Aqilla ketika dulu sekolah ditempat yang sama dengan Kaka Evelin.
"Mah beli somay dulu sebelum pulang yah, enak deh somaynya.. dulu juga kata papah mamah sangat suka.. "Rengek kaka menarik tangan mamahnya
"Ya boleh mamah juga mau coba.."kata Aqilla mengikuti Evelin
"Ya mamah duduk dulu disini kaka mau antri beli somai nya.. "Kaka minta Aqilla duduk didepan warung somay
Aqilla duduk dan sambil main Hp membalas chat dari suaminya yang khawatir akan keadaan Aqilla yang masih belum ingat, Aska takut Aqilla akan sakit kepala karna mengingat sesuatu dan jatuh pingsan.
"Aqilla kamu datang juga, ku kira kamu gak akan datang kesekolah ini.. "Kata Bella ibu teman Kaka Evelin yang jadi penyebab kebocoran tentang Riwayat Evelin
"Kamu siapa yah..? "tanya Aqilla bingung
__ADS_1
"Gila..kamu pura-pura bego atau apa. "Bella menaruh dendam karna dulu cintanya sama Aska
"Aq ini Bella dulu kekasih suamimu dan karna kamu dia benci sama aq dan ngomong-ngomong anak pungut lo Evelin lumayan pintar juga.. lo pungut dari mana anak kotor serperti Evelin..? "Bella masih kasar dan benci
"Apa maksudmu anak pungut..? "Aqilla gusar karna meski dia hilang ingatan dia masih ingat kehidupa masa lalunya termasuk Aqilla bukan anak kandunganya
"Pikun lagi lo..lo sama suami pertama lo tidak puya anak dan lo mungut Evelin, lupa atau mau membohongi semua orang dan mengaku Eveli anak lo dan Aska..! "bentak Bella makin geram.
Aqilla tertunduk dan memegangi kepalanya yang serasa berputar dan kabur penglihatannya karna banyak bayangan masa lalu akan Evelin dan masa sebelum kecelakaan dimana dia cemas dan khawatir mencari Evelin yang pergi gak pulang sampai dirinya kecelakaan.
"Kamu Bella..? "Aqilla mengingat sambil memegangi keningnya yang berat
"Yah apa kamu totol dan buta.. !"bentak Bella
"Kamu yang bilang pada anakku, apa hakmu..?"Aqilla menangis dan makin sakit kepalanya.
Setelah membeli somay, kaka melihat mamahnya bersama Bella ibu temannya dan Kaka cemas karna melihat mamahnya memegangi kepala dan dia menghubungi papah Aska karna takut mamahnya dalam masalah dan pingsan.
"Sayaang kaka ada apa..? "Tanya Aska karna kaka sambil melihat mamahnya dan tangannya bergetar memegang telfonnya
"Pah.. pah.. papah kesini cepat, kaka takut mamah kenapa-kenapa.. "Kaka sambil menangis sambil berlari menghampiri mamahnya dan Bella
"Sayaang ada apa, kenapa mamah..? "tanya Aska namun tak dijawab kaka karna kaka datang dan memeluk Aqilla
"Udah cukup tante jangan bicara apapun sama mamahku..? "teriak kAkak Evelin
"Kamu bilang dia mamah, dia bukan mamahmu... kamu hanya anak pungut Aqilla!"betak Bella
"Diam..plaaak.! "Aqilla menampar Bella
"Brengsek kamu La.. kamu berani nampar aq..! "Bella hendak membalas
"Tolong.. tolong.. tolong mamahku.."Kaka berteriak agar Bella tidak bisa menampar Mamahnya
"Bu jangan ribut disekolah.. "Bella dicegah satpam
"Tolong pak dia memaki dan marah-marah sama mamahku.. "Kata Kaka memeluk mamahnya
"Mamah.. mamah.. tolong pak.. bu..?"Kaka Evelin meminta tolong karna Aqilla pingsan
__ADS_1
"Mamah bangun mah,papah kenapa belum datang.. "Kaka terus menangis khawatir.
Aqilla dibawa keruang kesehatan yang ada disekolah dan terus dipeluk Kaka Evelin dengan terus mengecek mamahnya yang dipelajari dari Aska dan kakek Akbar.