Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pulang kerumah


__ADS_3

Aqilla semakin sehat dan badannya juga tidak selemah waktu hilang ingatan dan semua sudah membaik. Aska membawa pulang istrinya yang merengek pulang karna ingin cepat berkumpul dengan keluarga terlebih dengan ketiga anaknya.


"Sayaang ayo kita pulang, ngapain disini terus aq kan udah sehat..? "rengek Aqilla


"Benar udah sehat gak pusing-pusing lagi atau lemas lagi..? "tanya Suaminya masih mencemaskan keadaan istrinya


"Iya udah sehat banget nih yaang.. "Aqilla menunjukan lengannya


"Hemm jadi udah siap melayani suamimu ini dan main beberapa ronde yaang..? "ledek Aska pada istrinya


"Kamu tuh suka gitu yaang, godain aq terus nyebelin.. "Aqilla pura-pura cemberut


"Kamu ingat janji kamu kan yaang, kalo kamu pulang dan kita.. "godanya lagi


"Cukup jangan diterusin, bikin geli.. aq udah ingat gak perlu diingatkan lagi.. "Aqilla geram


"Jadi..? "Aska belum puas dengan jawabannya


"Kita pulang dan aq akan melayani kamu yaang.. "Aqilla lirih hampir tak terdengar


"Gak dengar..? "Aska makin menggoda istrinya


"Kamu boleh menyentuhku.. puas kamu yaang.. "teriak Aqilla buat Aska tertawa


"Ha.. ha.. ha.. cintaku sayaangku sangat pengertian... gak pake lama ayo kita pulang semua udah aq urus dari pagi tadi.. "Aska sambil memasukan baju-baju kedalam tas


"Jadi kamu udah urus semua dan pura-pura didepanku yaang, padahal hari ini memang aq boleh pulang kan..? "Aqilla merasa tertipu


"Iya benar, kamu boleh pulang tapi aq gak puas kalo kamu gak bilang sendiri padaku kalo kamu juga rindu dan menginginkan diriku.. "Aska lagi-lagi mengoda


"Aq gak bilang aq merindukan itu dan tidak bilang menginginkan dirimu.. "Aqilla mengingat kata-katanya


"Tapi aq tau dari tubuh dan bibirmu yaang kalo kamu juga gak tahan lagi.. "godanya lagi


"A gak seperti itu yaang..! "bentak Aqilla.


Aska berjalan mendekati istrinya dan merangkul makin erat dan menyentuh leher kedua pipi dan mengusapnya lembut. Aqilla berusaha melepas namun tak bisa karna Aska mencium bibir leher dan meremas dua gunukan istrinya.


"Aaakh yaang, lepas kamu ini mesum sekali sih.. "Aqilla memukul dada suaminya


"Yaaang lepas yaang kita pulang.. "Aqilla yang makim terbawa dengan sentuhan suaminya


"Aaaakh yaaang.. "Aqilla merintih dan tak bisa nolak


"Masih belum ngaku kamu yaang..? "Aska membangunkan Aqilla


"Iya iya yaang aq merindukan semua belaian dan sentuhanmu.."Aqilla mengaku

__ADS_1


"Udah cukup yaang kita pulang, kita lakuin dikamar kita tidak disini.. "minta Aqilla


"Baik sayaang.."Aska puas dengan jawabannya.


Setelah Aska mengurus semua untuk kembali kerumah, Aska membawa istrinya pulang kerumahnya dan mengejutkan anak-anaknya yang sedang bermain ditaman dengan kakek neneknya dab berteriak seneng melihat mamahnya berjalan menghampiri mereka dan anak-anak memeluk Aqilla dengan bahagia.


"Mamah aq kangen mamah.. "Alina sangat erat memeluk mamahnya


"Yah mah kakak juga kangen banget.. "kaka dan Aksa juga memeluk Aqilla


"Iya sayaang mamah juga kangen kalian dan ingin menemani kalian bermain.. "Kata Aqilla memeluk dan mencium ketiga anak-anaknya


"Mamah kalian harus banyak istirahat dan kalian udah cukup mainnya ini udah siang kita makan siang dan habis makan kalian tidur.. "Aska tegas


"Yah betul mamah udah masak untuk kalian dan anak-anak berhenti bermain kita makan siang dan kalian harus banyak istirahat biar makin pintar disekola.. "nenek Maria meraih tangan kedua cucu kembarnya


"Ayo kita masuk, kakek juga udah lapar.. "Pak Akbar masuk lebih dulu.


Mereka makan bersama dengan bertanya pada anak-anak yang dilakukan selama mmahnya dirumahsakit. Kedua anaknya yang kembar sangat aktif dan membuat kakak Evelin dan neneknya kewalahan meski sering bercanda bercanda tawa bersama. Aqilla selalu memperhatikan dan melihat Kakak Evelin tak henti karna dalam pikirnya kakak udah tau yang sebenarnya dan rasa takut akan kehilangan anakpun belum sepenuhnya hilang.


"Mamah kenapa sih mah, liatin kakak terus? kakak kan lagi makan atau mamah mau kakak suapin? "Kakak yang merasa mamahnya aneh sejak tadi


"Gak sayaang, papah kan sedang nyuapin mamah, kakak kok makannya sedikit.. ?"Aqilla menghindar tapi suaminya paham yang dipikirkan istrinya


"Banyak koh mah, ini tadi nenek ambilinnya penuh juga mau habis.."Kakak sambil makan


"Ya harusnya kamu makan yang banyak, sebentar lagi ujian jangan sampai nilaimu turun.. "kata Aska untuk menutupi istrinya


"Yah dan kamu harus bisa mendapatkan peringkat satu karna cucu kakek gak ada tandingannya.. "Pak Akbar memberi semangat


"Iya kakaku yang terbaik..?"kata Alina


"Kalo kakak yang terbaik, dedek yang terbaik pa gak..? "tanya Aska yang paham anak yang paling kecilnya sama dengan istrinya malas belajar


"Pah jangan ditanya.. dedek bukan hanya terbaik tapi paling terbaik..dari bawah"kata Aksa yang juga sama pintarnya dengan papahnya dan kakak Evelin


"Gak pah, masih ditengah juga bukan terakhir.."dedek Alina membela diri


"Kakakmu aja peringkat satu kamu cuma ditengah dek..?"nenek Maria menimpalinya


"Karna dedek kan luar biasa otaknya mini mah, semua udah diborong sama kedua kakakku.. "Kata dedek Alina membuat semua tertawa


"Ha..ha.. ha.. "tawa mereka ditengah-tengah makan siang mereka


"Bilang aja kamu paling malas belajar, yang kerjain tugas aja kakak Evelin dan kakak Aksa kan.. "kata neneknya


"Sama mah, miripnya.. "Aska menyindir istrinya

__ADS_1


"Kalo semua anakku diborong mirip kamu semua, gimana denganku..? "jawaban Aqilla gak mau kalah membuat mereka tertawa kembali


"Dedek jangan buat mamah diejek papahmu, kamu harus lebih baik dari nilai kemarin..minta diajari kedua kakakmu jangan malas.. "Aqilla mengingatkan putri bungsunya


"Saat belajar aja tidur mah dan disekolah kalo guru menjelaskan malah main dan ngobrol sama teman sebangkunya, aq sering liat sendiri dan dedek sering tuh mah dimarahin sama guru gak dengerin.. "kata Aksa mengadu


"Dedek kok gitu sih, mau papah dan mamah dipanggil guru karna kemalasanmu..? "Aska kecewa


"Gak gitu pah, kakak aja tuh bohong belebihan juga.. cuma sekali aja dimarahin.. "Dedek kesal dengan Aksa kakaknya


"Iya tapi karna itu nenek yang kesekolah dan mendengar keluhan bu gurumu karna dedek suka ngobrol dikelas.. "Kata neneknya yang menggantikan Aqilla dan Aska kesekolah


"Jadi mamah dipanggil kesekolah karna ulah dedek mah..? "Tanya Aska yang ketat dengan mendidik anaknya


"Gak Ka, kemarin cuma undangan orangtua murid, bukan panggilan khusus anak nakal dan cucu kakek yang cantik ini luarbiasa paling cantik sekolah dan pintar menyanyi yah sayaang kemarin juga juara satu nyanyinya.. "Pak Akbar membela cucunya karna tau anaknya Aska akan menghukum Anaknya yang salah


"Papah gak usah belain dedek pah, kalo dedek salah ya salah kalo dibelain gitu akan jadi makin malas pah.. "Aska gak percaya sama papahnya


"Kakek hik.. hik.. dedek gak mau dihukum"Dedek menangis dan memeluk kakeknya


"Gak sayaang, cucu kakek yang cantik papahmu gak akan menghukum kamu karna kakek yang akan hukum kamu kalo papah sampai hukum kamu.. "Pak Akbar yang sangat menyanyangi semua cucunya


"Papah gak akan beliin kamu mainan dan papah gak mau lihat kamu mainan Hp terus kamu harus rajin belajar sama dengan kedua kakakmu atau kamu mau dek tinggal kelas dan dimalu-maluin sama teman-temanmu..?"Aska tetap keras sama anaknya


"Dedek udah berusaha yang terbaik hanya saja belum bisa seperti kedua kakaknya dan kamu Aksa kamu itu abangnya Alina harusnya kamu bantu adikmu bukan mengolok adikmu, kamu kan ada dalam saty kelas sama adikmu.. kamu mau adikmu tinggal kelas dn dibully teman kalian..? "Aqilla kesal karna gak trima anaknya dimarahin suaminya


"Yaang, kamu ini gimanan sih disini yang salah kan dedek bukan kakak Aksa kenapa jadi kakak Aksa yang salah.. "Kata Aska membela anak lelakinya


"Yang salah disini kamu, yang gak adil ngasih kepintaran sama anak, anakmu yang satu selalu dapat no satu dan yang satu cuma rata-rata aja.. disini bukan salah anak-anak tapi kamu yaang.. "Aqilla membela dirinya


"Kamu hanya nyalahin aq yaang..?kan yang bikin kita berdua dan Alina memang sangat mirip malasnya sama kamu kan yaang, kamu lupa dulu kamu disekolah gak pernah belajar dan terus main ngobrol sama teman-teman kamu dan siapa yang ngerjain tugas dan bantu kamu dites sekolah..? aq kan suamimu kenapa jadi aq yang salah buat.."Aska buat orangtua menggelengkan kepala


"Kenapa jadi ribut gini, gak ada yang salah dan benar karna tiap oranga tiap anak itu berbeda..gak semua harus sama,kalian sebagai orangtua harusnya memberi semangat bukan saling nyalahkan begini.."mamah Aska mulai kesal mendengarkan pertengkaran kedua anaknya


"Kami gak bertengkar kok mah, hanya saja anak mamah ini keterlaluan sama anak.."Aqilla beranjak dari duduknya


"Yaang mau kemana, belum habis ini makannya.. "Aska memanggil istrinya yang kesal


"Udah kenyang, kamu makan sendiri.."Aqilla kesal sama suaminya


"Jadi papah kan yang kena karna ulah kalian bertiga.. besok uang jajan kalian papah potong semua.. "Aska sama ketiga anaknya


"Ya papah masa dipotong sih pah..? "Kakak Evelin jadi cemberut


"Jangan komplen, itu juga salah kamu kak, ngajarin adik-adikmu belajar.. "Kata Aska dan meninggal kan meja makan


"Udah kakak dan dedek habisin dulu makannya besok kakek yang kasih uang jajan sama kalian dan ingat jangan bilang sama papah kalian atau kalian akan dihukum lagi sama papah kalian.. "pak Akbar yang selalu membela ketiga cucunya

__ADS_1


"Asyik kakek memang yang terbaik.. " kakak Aksa memuji kakeknya


"Iyah kakekku yang paling baik.. "Kakak Evelin juga.


__ADS_2