Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Meminta bukti cinta


__ADS_3

Setelah Evelin sadar semua keluarga bernafas lega dan mereka beristirahat dirumah Aska semalam karna papah Aska bisa menunggu lama begitu juga dengan ayah Edo yang kerja sabagai satpam. Sedangkan Aqilla dan Evelin masih dirumah sakit.


"Mah mamah ini surat2ku tolong mamah bantu aq daftar mah setelah Evelin pulang aq akan pulang dan mamah udah harus menyiapkan pernikahan ku dengan Aqilla.. dan ibu bantu yah sama ayah dan adik2..ibu Ana dan ayah Pram juga harus udah disana.."Aska memaksa karna sudah tak sabar lagi dan gak mau pisah lagi


"Aqilla mau ga, jangan buru2 bukanya dia masih ngambek..?"tanya Ibu Ana gak mau mengecewakan menantunya


"Ibu tenang aja..aq akan luluhkan..bantu siapin aja nanti tepatnya kami pulang aq hubungi.."Aska yakin


"Aqila gampang2 susah Ka..kasih bukti dulu pada kami..ayah gak mau kamu kecewa..mundur aja Ka"ayah Aqilla takut Aska kecewa karna saat ini putrinya labil


"Baik yah..Aska akan kasih bukti..aq mau kerumah sakit dulu..kasian Aqilla sendirian.."Aska berfikir cara membuktikanya.


Aska dalam perjalanan berfikir merencanakan sesuatu untuk membuktikan kepada semua kerluarga.Setelah tiba dirumah sakit masuk dalam ruang Aqilla membawa kotak makan untuk Aqilla dan Evelin yang dibuat ibu Ana.


"Sayaang makan dulu..sini aq suapin..kakak Evelin mau papah suapin.."tanya Aska pada Aqilla dan putrinya


"Gak mau.."Evelin masih marah


"Kakak masih marah sama papah..papah kan jadi sedih..papah sayang Kaka Evelin..kangen pengin peluk cium Kaka Evelin.."Aska pura2 sedih sambil menyuapi Evelin


"Papah nangis.."tangan kecil Evelin mengusap pipi lembut Aska dan Aska memainkan satu matanya pada Aqilla.


"Buaya.."Aqilla memalingkan mukanya


"Buka mulutnya..jangan cemberut.."Aqilla membuka mulutnya dan Rendy mengambil gambar dari balik pintu dan mengirimnya pada orang tua Aska.


"Pintar Kaka sama Evelin habis banyak..sekarang tidur yah kaka.."Minta Aska menidurkan Evelin dengan mengusap punggung Evelin dan lama2 tidur.


"Sayang tidur jangan main Hp terus..kamu gak takut duduk dipojok katanya sih ada sikun.."kata Aska menakuti Aqilla


"Sikun apa maksudmu..?"tanya Aqilla melihat sekeliling


"Sikunti.."Aska merebahkan badannya diranjang jaga sebelah ranjang Evelin


"Jangan takuti aq.."Aqilla berlari dan merebahkan badannya disamping Aska

__ADS_1


"Sayaang tidurlah..aq ngantuk banget..cape.."Kata Aska memejamkan matanya dan membuat Aqilla takut karna dia belum bisa tidur sendiri.


"Ka..Ka..nyebelin udah tidur.."Dengus Aqilla dan memeluk badan Aska menyembunyikan wajahnya,Aska tersenyum dan tangannya mengambil Hp nya dan disisi badanya dan memfotonya mengirim pada keluarganya.


Rencana Aska berhasil membuktikan bahwa Aqilla dan Evelin tidak marah dan tidak menjauhi atau menolak Aska. Keluarganya yang masih berkumpul melihatnya tertawa atas kejahilan Aska dan membicarakan persiapan untuk acara pernikahan yang diminta Aska.


"Alhamdullilah mereka sudah kembali rukun..kita bisa kembali merencanakan perstanya pah.."Mamah Aska bahagia dengan kembalinya mereka.


"Ya bu Maria secepatnya saja sebelum mereka seperti anak kecil lagi.."kata ibu Ana ibu Aqilla


"Aska minta pesta yang bagus..kami siap membantu de.."kata Ibu Rahayu ibu Edo yang juga senang.


"Besok pagi kita pulang dan kita bisa siapkan semuanya sesuai permintaan anakku.."pak Akbar papahnya Aska


Mereka para orang tua telah kembali dalam perjalanan pulang yang diantar oleh orangtua Aska kerumah masing2. Dan membuat janji bertemu dirumah Aska untuk membahas pesta dan persiapan yang dibutuhkan.


Aska dan Aqilla membawa Evelin pulang dari rumah sakit kerumah Aska. Dan Aska merawat memeriksa Evelin rutin dan meminumkan obat padanya.Lia dan suami serta Alfa datang berkunjung kerumah Aska menjenguk Evelin.


"Sayang cantik apa kabar,udah sembuh sayang.."tanya Lia pada Evelin yang duduk dipangkuan Aska dengan main HP dan mengangguk


"Ya pah..kaka Alfa minta maaf..Alfa sayang sama kaka.."Alfa menunjukan jari kelingkingnya pada Evelin


"Dede gak nakal lagi sama kaka..?"tanya Evelin masih takut


"Gak nakal lagi..janji.."jawaban Alfa dan Aska mengangkat Alfa juga duduk dipangkaun bersama Evelin


"Yah kaka maafin..ini kaka pinjamin..ini bagus..loncat2 bolanya.."Evelin meminjamkan Hpnya dan mereka menonton bersama membuat mereka bahagia


"Lagi libur mas Tony..?"tanya Aska pada suami Lia yang umurnya beda 7tahun dengannya


"Gak sih de..sengaja libur buat jenguk putrimu..kami dengar udah pulang..jadi kami kesini.."kata suami Lia yang kini seperti teman dan sodara


"Evelin udah sehat,saya rawat sendiri dirumah luka luar kepalanya..bekas jaitan yang masih sedikit belum kering.."Aska mengusap rambut Evelin


"Maaf lama..ini mas mba tehnya dan cicipi kuenya.."Aqilla dari dapur membuatkan mereka minuman

__ADS_1


"Dede cantiknya..mba boleh aq gendongnya..?"minta Aqilla yang merasa gemas


"Boleh de..Evelin lebih cantik lagi yah Evelin..budhe jadi gemas kalo liat Evelin.."Lia mengangkat Evelin dari pangkuan Aska dan duduk dipangkuannya dan memeriksa luka Evelin.."Lia yang bekerja dibindang kesehatan


"Lukanya udah mau sembuh sayaang..bisa main lagi yah kerumah budhe sama dede Alfa dan Tiara.."Lia menyukai Evelin


"Mau pulang gak bisa main.."Evelin membalasnya


"Evelin gak suka tinggal disini kok pulang..Evelin nunggu gak pake perban baru boleh pulang.."Lia menasehati Evelin


"Mau sama nenek Ana,Aya kakek Pam,Dodi tante sama om Alfin.."Evelin kangen keluarga Aqilla


"Evelin kangen sama keluargaku dan keluarga suamiku dulu mba..karna biasa yang jagain mereka karna tiap hari kerja..jadi mereka lebih dekat.."Aqilla menjelaskan yang dikatakan Evelin


"Oh kangen..Evelin kan bisa vidiocall sama mereka.."kata Lia dan Evelin mengangguk


Mereka ngobrol bersama dan Aska membicarakan masalah anak dan kerjaan hingga waktu siang dan mereka berpamitan meninggalkan Alfa nginap dirumah Aska dan selama Aqilla dan Evelin dirumah Aska.


"Udah siang habis makan..masuk kamar dan tidur..papah temani kalian dan papah bacain cerita.."Aska menggendong kedua anaknya Alfa dan Evelin dan menidurkan mereka.


Aqilla masih sibuk nonton Sinetron kesukaannya dikamar Aska. Setelah anak2 tidur disebelah kamar Aska,Aska kembali kekamarnya dan duduk disamping Aqilla yang terisak menonton film sedih.


"Kamu kenapa yaang kok nangis..?"tanya Aska cemas


"Itu sedih banget lagi hamil suaminya main gila dan istrinya diusir lagi.."Aqilla mengusap airmata


"Sayang aq cemas kamu nangis kenapa ternyata sinetron..gak usah ditonton kalo nangis.."Aska mematikan TV nya


"Kok dimatiin..?"Aqilla mengambil remotnya dan menyalakan lagi


"Yaang besok kita ketemu sama teman dia dokter hebat bisa ngobati kamu.."minta Aska ingin Aqilla sembuh dari takut darahnya


"Emang aq kenapa harus diobati.."Aqila masih serius nonton


"Takut darahmu bisa membahayakan mu...pingsan jatuh kalo menimpa yang keras2 akan melukaimu.."kata Aska cemas

__ADS_1


"Oh baiklah.."jawab Aqilla.


__ADS_2