
Rara kembali kerumah orangtuanya setelah perdebatan dan menceritakan semua pada kedua orangtuanya. Mereka merasa dibohongi dan marah pada Billy yang tak pernah jujur.
"Masalah sebesar itu kenapa kamu gak bilang Ra, suamimu menghamili wanita lain sebelum kalian menikah tapi mereka diam dan menutupinya!"papahnya marah
"Karna aq pikir Billy gak akan memikirkan dan meminta Evelin tapi aq salah dia lebih memilih Evelin daripada aq dan Bian yanh juga anaknya Pah dan papah mertuaku juga medukung Billy! "Rara mengadu sambil menangis
"Papah yang akan bicara sama mereka, kamu disini saja gak usah kembali kesana kalo suamimu gak datang kesini dan meminta maaf padamu"papanya
"Yang sabar sayang.."Mamahnya
"Iya mah.. "Rara dan Bian masuk kamarnya.
Billy dan kedua orangtuanya datang kerumah Rara karna kepergian Rara tidak meminta ijin atau mengabari suami dan orangtua Billy. Apalagi orangtua mereka teman baik dan papah Billy merasa bersalah dan tidak enak.
"Sahabatku Rian kami sini berniat meminta maaf dan menceritakaan masalalu anaku yang aq sendiri baru tau"Papah Billy yang datang bersama Billy dan Mamahnya
"Tapi kenapa kamu gak bilang sebelumnya Bill? Kalo aq tau kamu menghamili anak orang gak mungkin aq menikahkan anakku sama kamu.. "bentak pak Rian papah Rara
"Pah jangan bicara seperti itu nasi sudah jadi bubur kita bicarakan saja rumah tangga Mereka kedepannya.. "Mamahnya menenang suaminya
"Rara apa kamu bicara pada suamimu? "Minta papahnya
"Pah aq gak bisa bisa menerima ini, dan lagi Evelin sudah punya orangtua, gak mungkin Mba Aqilla dan mas Aska akan memberikan Evelin.. "Rara tak mau ada anak lain selain Bian
"Tidak ada Evelin saja Billy bersikap cuek dan dingin sama aq dan Bian bagaimana jika Evelin datang, bagaiman Bian dan aq? "Rara khawatir
"Aq bersikap sama dan adil, bagaimana pun Evelin putri kandungku dia berhak atasku dan aq berhak atas dirinya.. terimalah anaku Evelin seperti Bian anak kami dan cucu kalian"Billy minta Rara dan keluarganya menerima Evelin
"Itu tidak mungkin, cucuku hanyalah Bian dan anak Rendi nantinya bukan anakmu dari wanita lain"Papahnya tak terima
"Jangan paksa aq dan orangtuaku untuk menerima Evelin, kalo kamu tetap ngotot silahkan dan biarkan kami disini atau kamu bisa ceraikan aq.. "Rara tak mau menerima Evelin
"Nak jangan bicara seperti itu, pikirkan anak kalian.. "Mamah Billy menangis
__ADS_1
"Kamu bilang aq egois tapi kamu lah Ra yang egois"Billy pasrah akan rumah tangganya
"Baik kalo itu keputasanmu aq akan menceraikanmu dan aq taka kamu Ra."Billy menalak Rara karna dia gak butuh istri yang gak mau menerima anaknya
"Pleekkk"Mamah Rara menangis dan juga Rara
"Kamu yang bersalah membohongi dan menyakiti anak kami bukanya menenangkannya tapi kamu justru menjatuhkan talak pada istrimu yang melahirkan anakmu!"mamahnya marah
"Aq memang bersalah dan tak jujur sama kalian tapi aq juga sama seperti anak mamah, Rara yang membohongiku dan keluarga atas Bian yang juga bukan anak kandungku, karna saat kami menikah dia sudah hamil dua bulan dan bahkan aq tidak tau siapa ayah kandungnya tapi aq menerimanya dan Menganggap Bian anakku tapi kenapa dia tidak bisa dan mamah juga papah"Billy membuak rahasia yang disembunyikan Billy dan Rara dan membuat kedua orangtuanya terkejut dan papah rara juga terkejut
"Apa maksudmu, kamu yang menghamili wanita lain tapi kamu menuduh anakku dihamili orang sebelum kalian menikah?"papahnya marah terkejut akan rahasia yang disembunyikan anaknya
"Bohong pah, Bian anak Billy dia gak mau mengakui karna ada Evelin pah.. "Rara masih bohong pada papahnya dan kedua mertuanya.
"Cukup ra, aq tau kamu akan tetap bohong, tadinya aq akan diam kali bisa menerima anakku tapi kamu tidak dan membuatku mengungkapnya dan ini bukti tes DNA ku dan Bian, dia bukan anak kandungku dan anak kandungku hanyalan Evelin anakku dan Nisa"Billy berjalan keluar dari rumah Rara dan masuk mobil yang dipinjamnya dan kedua orang tuanya juga mengikutinya dan masuk mobil tersebut.
"Aq gak nyangka cucu yang aq sangat sayangi dan bersama kita bukanlah cucu kandung kita.. "mamah Rara menangis
"Papah dan mamah sangat bahagia dengan perjodohan kami, dan ini mungkin hukuman buatku karna meninggalkan wanita yang sangat aq cintai dan aq hamili dan meninggalkanya begitu saja bahkan aq minta dia menggugurkan anak kami"Billy menerima nasibnya
"Aq menerimanya karna aq juga memikirkan Nisa berharap ada yang mau menerimanya sepertiku pada Rara yang hamil duluan tapi mamah tau, Nisa malah diusir dan hidup seorang diri dan karna itu Evelin bisa jadi anak mas Aska dan Aqilla.."Billy menceritakan
"Sekarang dia dimana? apa udah menikah?"Tanya mamahnya menyesal
"Dia udah menikah mah dan dia sepertiku juga mendapat hukuman, dua kali anaknya meninggal dan suaminya baru 4bulan meninggal dan kini hidup sendiri dengan satu putri dari suami yang udah meninggal"Lanjut cerita Nisa
"Kamu sudah menalak Rara apa kamu sungguh-sungguh akan menceraikan dia?"tanya papahnya
"Selama ini aq gak bahagia hidup dengan dia mah pah, dia terlalu banyak nuntut aq pusing dia minta cerai ya udah cerai saja gak pa2 aq hidup sendiri dan anakku"Billy udah gak sanggu sama Rara
"Bukan karna Nisa udah janda Bill?"papahnya yang menebaknya membuat Billy tersenyum
"Kalo mamah dan papah setuju dan Nisa mau, aq sangat senang dan bahagia karna aq cintanya sama Nisa mah"Billy berharap Nisa jadi istrinya
__ADS_1
"Mamah gak akan menghalangi kalian lagi, yang penting kamu bahagia Bill, maafin mamah yang dulu misahkan kalian"Mamhnya menyesal
"Iya mah doakan aq mah.. "Billy bahagia
"Urus dulu perceraian kamu dengan Rara?"minta papahnya
"Bagiaman dengan persahabtan papah dengan papah Rian.. ?"tanya Billy khawatir
"Papah udah gak mikir lagi.. yang penting anak papah bahagia.."papahnya menyetujui Billy dan Nisa.
Rahasia yang selama ini dipendam Rara yang hanya diketahui oleh Rara dan ibunya yang hamil sebelum menikah dengan kekasihnya dikuliah yang meninggalkan dia setelah tau Rara hamil.
"Rara katakan pada papah siapa ayah kandung Bian? "papahnya sangat marah dan istrinya dan Rara ketakutan
"Avan pah,yang menghamiliku saat masih dikuliah, aq kira dia akan bertanggung jawab tapi dia menolak dan pergi.."Rara menangis
"Pleek-pleek"Papahnya menampar kebodohan Rara
"Wanita bodoh, memberikan tubuhnya sendiri kepada pria yang tak bertanggung jawab.."papahnya
"Kalo kamu tau dirimu saja kotor harusnya kamu mau neremima suamimu yang sama kotornya denganmu, jadi tidak akan seperti ini! "papahnya menyesali kemarahannya pada Billy
"Pah,Billy tak pernah mencintaiku dan dia gak pernah memperlakukanku sebagi selayaknya istri, dia cuek dan selalu membiarkanku,dia hanya memenuhi sebagi tanggung jawab tapi tidak pernah memberikanku kasih sayang dan cinta.. kalo aq harus perpisah ya sudah aq gak keberatan karna juga udah gak sanggup hidup sama Billy"Rara pergi dan berlari kekamarnya
"Pah tolong cukup pah.. dadaku sakit"mamah Rara sangat sedih terluka
"Mamah tau semua ini karna itu rasa sakit yang dipendam karna menutupi kebenaran"suaminya
"Iya aq menutupinya karna aq ingin anak Rara ada ayah yang bertanggung jawab dan anak kita tidak hancur, pria yang menghamili anak kita kabur, mamah gak bisa berfikir karna itu mamah yang mendesak Rara untuk menerima perjodohan ini"Mamahnya menangis menahan sakit dadanya dan pingsan
"Mah.. bangun"suaminya mengangkat istrinya untuk kerumah sakit.
Papah Rara menguhungi Rendy dan Sinta untuk pulang menemani mamahnya dan membahas masalah Rara dan Billy.
__ADS_1