Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aqilla sadar


__ADS_3

Pak Akbar bangun dari tempat duduknya dan menjauh dari anak-anak karna dia tau Aska anaknya menelpon untuk bahas menantunya dan Pak Akbar gak mau cucu-cucunya sedih karna mereka selalu menanyakan dan ingin bertemu mamahnya.


"Ya Ka, ada apa dengan Aqilla..? "tanya pak Akbar langsung


"Pah, cepatlah kesini istriku udah sadar.."Aska langsung menutup telponnya


"Kebiasaan,orangtua belum selesai ngomong udah dimatiin bikin gak tenang aja.. "pak Akbar ngedumel.


Pak Akbar berjalan menghampiri istrinya dan cucu-cucunya tapi dia belum bisa mengabari bahwa Aqilla udah sadar karna dia akan memastikan dulu dan gak mau buat cucu kembarnya merengek berkunjung menemui mamahnya.


"Mah, papah kerumah sakit dulu ada pasien yang butuh papah segera.. "Pak Akbar berpamitan dan mencium kening cucu-cucunya


"Kaka kamu jagain adik-adikmu dan istirahat tidur siang jangan main diluar rumah selama kakek dan papahmu gak ada dirumah.. "Kakek Akbar mengingatkan semua cucunya


"Iya kek tenang aja, kaka awasi mereka.."kakak sambil makan


"Papah gak mau makan lagi..? "tanya istrinya


"Gak mah, udah kenyang.. "Suaminya langsung berjalan pergi.


"Dedek Aksa habisin makannya..itu masih banyak..? "Evelin pada Aksa


"Kakak yang bantu habisin, perutku udah gak kuat.. "Rengek Aksa


"Kenapa tadi ambilnya banyak gini kan kaka juga udah kenyang dek.. "Evelin mengambil piring Aksa


"Gak pa-pa klo gak habis jangan dipaksa dimakan kak nanti perutmu sakit biar nanti nenek dan dedek kamu Alina yang habisin.."nenek gak mau cucunya sakit


"Iya nek, kakak nyusul Aksa kekamar dulu.."Evelin beranjak dari kursi makannya


"Dek nanti habis makan langsung nyusul kakak yah..? "minta Evelin


"Yah kak.. "jawaban Alina.


Pak Akbar sampai dirumah sakit dengan jalan kaki karna jaraknya dekat dan dia langsung keruangan Aqilla yang udah sadar ditemani Aska suaminya.


"Pah cepat liat keadaan istriku..?"Pak Akbar masih bingung


"Sayang kamu sudah sadar.. apa masih ada yang sakit?"tanya pak Akbar mendekati Aqilla dan memeriksanya


"Kalian siapa? kenapa manggil aq dengan kata sayang..? "Tanya Aqilla yang juga seperti orang bingung


"Liat pah, kenapa istriku jadi gini dan lupa padaku.. "Aska kecewa

__ADS_1


"Tenang Ka, dokter dirumah sakit umum udah jelasin sama kita, kalo benturan dan retakan dikepala istrimu mempengaruhi memorinya.."Pak Akbar memeriksa Aqilla


"Sayang kamu gak ingat apa yang terjadi sebelumnya dan dia siapa?"tanya Pak Akbar untuk memastikan


"Tidak dan kenapa aq disini? dimana anakku Evelin..? "tanya Aqilla melihat keseliling mencari Evelin


"Kaka sayang.. kaka.. kaka.. "Aqilla meronta dan memanggil Evelin


"Tenang dulu sayaang biar papah jelasin yah..?"Pak Akbar masih tenang dan Aska memegangi istrinya


"Sayaang aq suami kamu, aq sangat mencintai kamu.. "Aska memeluk Aqilla yang meronta


"Kamu habis kecelakaan dan yang memeluk kamu suamimu dan ini papah dan sekaligus dokter yang mengurusmu,kaka baik-baik saja dirumah bersama kedua anakmu Alina dan Aksa dijaga istriku mamahmu.. "Pak Akbar menjelaskan


"Aq kecelakaan dan dia suamiku..maksut kalian aq dan dia punya dua anak..? "Aqilla bingung masih dalam pelukan Aska yang meneteskan air mata


"Iya dan mereka kembar hanya beda jenis kelamin.. cewe dan cowo cucuku anak kalian"pak Akbar mempertegas


"Itu gak mungkin,suamiku Edo dan dia udah lama meninggal dan anakku Evelin.. "Aqila berusaha melepaskan pelukannya suaminya


"Sayaang aq benar suamimu lihat ini foto-foto kita dan anak-anak kita yang sangat mirip denganmu.. "Aska memperlihatkan foto dan vidio di Hp nya


"Jadi aq udah menikah lagi denganmu dan punya dua anak..? "Aqilla menatap layar Hp Aska


"Mencari Kaka Evelin? apa dia menghilang apa dia pergi apa dia diambil orangtua kandungnya..? "Aqilla bisa mengingat yang dulu tapi tidak dengan kehidupan barunya


"Tidak sayaang, Kaka dirumah dia sedang bersama anak kembar kita.. "Jawaban Aska memegang kedua pipi istrinya yang masih banyak tanda tanya


"Syukurlah, aq gak bisa hidup tanpa anaku Evelin.. aq mau bertemu dia.. "Aqilla berusaha turun


"Tunggu kamu pulih nak.. kamu masih belum stabil dan saat ini kamu hilang ingatan, nunggu benar-benar badanmu sehat baru kamu bisa pulang.. "Kata Pak Akbar


"Tapi aq ingin bertemu anakku dan melihat anak kembarku.. aq gak ingat wajah anak kembarku..aq ibu yang buruk kenapa aq bisa lupa dengan anak-anakku.. "Aqilla menangis


"Tidak sayaang, kamu ibu yang sangat baik dan istri yang sangat berharga dalam hidupku, aq gak bisa hidup tanpamu istriku..aq sangat sayang dan mencintai kamu"Aska menenangkan Aqilla


"Tapi aq gak ingat kamu.. "Aqilla menatap suaminya


"Iya gak pa-pa pelan-pelan kamu juga akan ingat semuanya dan aq akan sabar menunggu dan mendampingi kamu terus sampai kita akan kembali seperti dulu.. "Aska mengusap rambut Aqilla


"Istirahatlah nak, jangan banyak pikiran nanti papah kembali meriksa kamu.. "Pak Akbar berpamitan karna dia perlu mengabari istrinya.


"Makasih pak dokter.. "Kata Aqilla masih ragu

__ADS_1


"Bukan pak dokter sayang.. tapi papah karna aq meski papah mertuamu tapi udah seperti papahmu dan kamu udah seperti putri papah"Pak Akbar mengusap lembut kepala Aqilla dan paham dengan keadaannya


"Ya baik pah.. "Aqilla mengangguk.


Pak Akbar berjalan pulang dan menghubungi keluarga besar Aqilla dan keluarga besar Edo untuk datang kerumah agar bisa menjelaskan langsung keadaan Aqilla saat ini. Sedangkan Aska masih setia menjaga istrinya dan menceritakan semua yang dilewati bersama sebelum kecelakaan.


"Sayaang gak perlu langsung mengingatnya, nanti kepalamu bisa sakit, yang perlu kamu ingat aq suamimu yang selalu mencintai kamu dan selalu bersamamu.."kata Aska gak mau istrinya kembali sakit


"Apa aq mencintai kamu..? "tanyanya buat Aska tersenyum


"Kalo kamu gak cinta aq, apa kamu mau menikah dan melahirkan tiga anak dariku..?"Aska menggoda istrinya dan buat Aqilla malu


"Aq mau tidur, obat yang kamu berikan bikin aq ngantuk.. "Aqilla merebahkan badannya dn memalingkan mukanya yang merah


"Iya sayaang dengan setia aq akan menjaga istriku tidur.. "Aska membelai rambut Aqila dan tau istrinya menahan malu


"Gak usah, kamu keluar aja.. "Kata Aqilla masih membelakangi suaminya


"Gimana bisa keluar,masuk aja belum.. "Aska menggoda istrinya dengan kemesumannya


"Jangan mikir aneh-aneh, aq masih belum bisa nrima kamu.. "Aqilla sedikit merasa geli


"Gak aneh, kamu aja yang mikirnya kearah lain yaang.. "Aska masih menggoda istrinya


"Cukup kepalaku sakit.. "Aqilla menutup wajahnya dengan selimut


"Iya sayang tidurlah apa mau aq kelonin biar bisa cepat tidur.. "Aska merebahkan dirinya disamping istrinya karna dia juga lelah dan mengantuk


"Gak habis pikir aq bisa menikah dengan cowo mesum kayak gini.. "Aqilla membalikan badannya dan menatap suaminya sudah tidur disampingnya


"Udah tidur.. kenapa gak dikursi aja, ngapain disebalahku.. ?"Aqilla cemberut


"Karna istriku gak bisa tidur kalo gak aq peluk.. "Aska memeluk istrinya buat Aqilla kaget dan malu


"Lepasin.. ini rumah sakit.."Aqilla berusaha melepaskan pelukan Aska


"Rumah sakit papah dan suamimu sayang, apapun boleh.. "Aska makin erat dan tertidur pulas


"Oh jadi kamu kaya juga.."Aqilla mengalah dan menatap suaminya yang udah terlelap tidur


Aqilla memandangi wajah tampan suaminya dan tersenyum malu, dia gak menyangka bersuami Aska yang menurutnya saat ini tampan dan kaya.


"Aq gak bisa ingat kamu tapi beruntung juga kamu suamiku, cukup tampan dan kaya lagi.."Bisik Aqilla lirih mengagumi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2