Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aska mengungkapkan perasaannya


__ADS_3

Masih dirumah sakit Aqilla terbangun dan dengar canda tawa dikamarnya dan membuka matanya.


"Ibu ayah..udah lama..maaf Aqilla ketiduran..?"Aqilla bangun dan duduk diranjangnya


"Iya..apa udah mendingan..?"tanya ibu Edo


"Udah baikan bu.."jawaban Aqilla


"Bohong bu masih naik turun panasnya, trombositnya belum naik "Aska menghampiri Ibu Edo yang duduk disamping Aqilla dan merangkulnya terlintas Edo yang Aqilla lihat dan dia menunduk karna dia sadar itu Aska


"Sejak kapan kamu kenal ibuku..?"Tanya Aqilla pad Aska


"Sejak aq kenal anak kita..?"jawaban Aska


"Anakku..bukan kita.."Aqilla mengalihkan tatanpannya


"Sayang sama aja Evelin udah anggap nak Aska papahnya.."Ibu Edo membela Aska


"Ibu menganggap dia anak juga..?"tanya Aqilla cemberut


"Tentu saja,aq anak laki2 ibu.."jawab Aska membuat Aqilla kesal


"Kamu mau menggantikan posisiku jadi anak ibu..?"Tanyanya gak suka


"Gak gitu Aqilla,bagi ayah sama ibu Aqilla anak ayah dan ibu selamanya....begitu juga nak Aska yang sekarang papah Evelin.."ayah Edo mengusap rambut Aqilla yang cemburu


"Evelin cuma anggap dia papah karna dia belum mengerti aja.."Aqilla masih kesal


"Tapi bisa jadi papah kandung gak lama lagi..ya kan mas..?"goda Eva


"Amin"Aska buat Aqilla melotot


"Kenapa amin..?"tanyanya merasa tidak ada apa2


"Doa yang baik harus diaminnin kan yah..?"Aska melepar pertanyaan karna butuh pembelaan

__ADS_1


"Iya benar"Jawab ayah mengikuti perdebatan mereka


"Dasar tukang ngrebut dia yah..sama orang tua Aqilla gitu sekarang kalian pertama anakku..entah besok apa lagi.."Aqilla memalingkan wajahnya


"Besok mba Aqilla yang direbut dari kita.."Evi buka suara


"Apaan sih Vi..?"mereka tertawa bersama


"Yah bu titip Aqilla bentar..saya mau periksa pasien lain udah jam saya.."Aska pamit


"Ka titip apaan sih..kamu kira aq barang milikmu..kekasihmu apa..?"Aqilla melempar bantal sama Aska karna dia malu didepan orang tua dan enak pada keluarganya


"Kamu mamah anakku sayang.."Aska tertawa dan keluar dari ruangan.


Aqilla masih menghormati dan sayang sama keluarga Edo dan merasa tak enak dengan sikap Aska yang membuat keluarganya curiga dalam pikirannya.Dia gak tau kalo keluarga Edo juga merestui Aska menjadi suami Aqilla.


"Sayang kamu jangan begitu sama nak Aska,dia baik sama anakmu juga sayang..kami gak keberatan kamu nikah lagi sama nak Aska.Kamu gak perlu ngerasa gak enak sama ibu dan ayah..Dia udah ibu anggap anak seperti Edo.."ibu Edo menasehati Aqilla


"Ibu salah pahaam,aq sama dia gak ada hubungan apapun kami cuma teman aja kami dekat karna Evelin,suami Aqilla tetap mas Edo yang Aqilla sayang..gak ada yang bisa gantiin mas Edo dihati Aqilla dan gak ada yang sebaik mas Edo.."Aqilla sedih dan meneteskan air matanya mengingat Edo suaminya membuat mereka ikut sedih.


"Ya mba..mba mikirin masa sedepan mba dan Evelin juga..mas Edo meninggal udah lama mba udah satu setengah tahun..mba masih dan nangis mikirin mas Edo..mba mendoakan mas Edo..mas Edo juga bahagia liat mba bahagia.."Nasehat Eva


"Aq belum rela ada yang menggantikan mas Edo.."Aqilla menangis dan dipeluk ibu Edo yang juga ikut menangis.


"Ada apa kok pada nangis..?"tanya Aska yang sebenarnya tau Aqilla mengingat suaminya


"Apa kamu merindukan aq La..?"goda Aska


"Gak usah kepedean..ngapain sih balik lagi kesini.."Aqilla sedih mengusap air matanya


"Priksa kamu..mau ambil darahmu..?"jawab Aska menunjukan jarum suntiknya


"Dokter gila..dari kemarin kamu udah ngambil darahku..kamu mau bikin aq mati kehabisan darah.."Aqilla keras dan takut dengan darah dan jarumnya


"Gak cuma bikin kamu tergila2.."Aska mendekat dan Aqilla mengundurkan duduknya dan menempel sandaran ranjang

__ADS_1


"Nak Aqilla.."ibunya hendak memberitahu Aqilla takut darah


"Saya tau bu..Aqilla takut darah tapi dia harus belajar..ini sedikit darah untuk tes..gak akan buat Aqilla pingsan."Aska memegang lengan Aqilla dan perlahan menyuntiknya dan menganbil darahnya


"Aaks"Aqilla mengigit tangan Aska dan dia menahannya yang penting dapat darah Aqilla untuk mengecek trombositnya


"Liat bu gak pingsan malah jadi drakula.."Aska memegang gigitan Aqilla dan Aqilla puas dan mereka tertawa bersama.


Setelah keluarga Edo berpamitan, hanya tinggal Aska dan Aqilla yang duduk saling diam dan canggung.


"La..boleh aq jujur..?"Aska yang gak bisa menahan


"Gak boleh aq gak mau dengar.."Aqilla tau apa yang dikatakan Aska sedangkan dia masih belum mengerti perasaanya karna baginya Edo adalah cintanya


"Kamu masih cemburu aq dekat dengan keluarga Edo..?"Aska mengira Aqilla marah karna itu


"La aq gak mungkin misahin kamu dan Evelin sama mertua kamu..mereka sangat baik karna aq juga ingin dekat dengan mereka La, aq ingin kamu tau aq sudah lama mencintai kamu dari kita sama2 kecil duduk dibangku SMP dan sekarang rasa cintaku makin gak bisa aq tahan..aq ingin yang kamu dekat dan sayang aq juga bisa dekat dan sayang sama2 kamu..aq ingin menjadi papah sesungguhnya buat Evelin La.."Aska mengungkapkab perasaannya dan Aqilla tetap diam


"La jadilah istriku La aq janji akan jadi suami yang baik dan papah yang biak buat Evelin seperti suamimu Edo..aq sangat mencintai kamu La..jawab aq?"Aska menunggu jawaban Aqilla


"Aq masih belum bisa nrima siapapun..aq istrinya mas Edo dan hanya mas Edo dalam hatiku,mas Edo suamiku.."Aqilla tak berani menatap Aska


"La mas Edo udah meninggal..kamu harus melanjutkan hidupmu..aq siap menunggumu La..dan akan menunggunmu sampe kamu mencintaiku.."Aska sabar


"Tapi aq gak mau ngecewakan kamu..kamu bisa mendapat yang jauh lebih baik dari aq Ka..kamu dokter dan aq gak pantas jadi istri kamu.."


"La gak ada wanita yang pantas jadi istriku selain kamu La..hanya kamu yang aq mau.."Aska duduk diranjang Aqilla


"Tapi aq gak tau apa yang aq rasain kekamu Ka dan Aq.."Aska menghentikan Aqilla dengan dia mencium bibir Aqilla dan Aqilla terkejut dan menampar Aska


"Plaak"Aqilla marah karna belum bisa menerima dirinya disentuh orang lain


"Maaf La..aq"Aska menyesal karna dia gak sanggup lagi menahan rasa sayangnya


"Keluar.."bentak Aqilla dan Aska keluar kamar menyesal dan Aqilla menangis.

__ADS_1


__ADS_2