
Kakak Evelin duduk ditengah diantara Aqilla dan Aska dan berhadapan dengan Nisa dan Billy serta keluarga besar yang udah berkumpul menunggu Aqilla dan kakak Evelin turun. Kakak melihat keseliling dan berfikir bahwa orangtua kandungnya belumlah datang karna Kakak udah mengenal dan menggap mereka keluarganya.
"Kakak tau kenapa tante Nisa dan Billy kesini selain ingin menjeguk mamah ?mereka juga kangen sama kakak.. "Aska membuka percakapan
"Iya kaka tau dan dimana orangtua kandung kakak pah? katanya mau ketemu kaka ?"Kaka melihat keseliling dan udah siap
"Mereka ada disini dan ada didepanmu sayaang, tante Nisa dan om Billy mereka orangtua kandungmu yang sebenarnya dan mereka.. "Aqilla memberitahukan dengan air mata dan tangis
"Mereka kan tante Nisa dan om Billy mah..?"Kakak Evelin memotong kata-kata mamahnya yang bercucuran air mata
"Dan Mamah kenapa masih nangis? mamah kan tau kalo kakak gak mungkin ninggalin mamah, selamanya kaka akan sama mamah dan adik-adik disini.."Kaka mengahapus air mata mamahnya dan buat lega hati keluarga pbesar dengan kata-kata kaka Evelin
"Sayaang mamah kamu gak bohong tante Nisa yang mengandung kamu dan melahirkan kamu, dia ibu kandung kamu.. "Kata pak Dodi ayah kandung Edo
"Jadi benar kek, mereka orangtua kandung aq..? "Kakak pada kakek Dodi ayah Edo
"Iya sayaang mereka orangtua kandungmu.."Kata kakek Dodi
"Tante yang melahirkan kakak..? "tanya Evelin pada Nisa yang juga meneteskan air mata
"Iya sayaang..aq ibu kandungmu yang mengadung dan melahirkanmu dan ini ayah kandungmu Billy.. "Nisa mengiyakan jujur seperti yang diharapkan dalam hati kecil Nisa dan Billy
"Kami minta maaf kak, ayah yang salah dalam hal ini buka ibu kamu dan kamulah anak pertama kami.. "Billy lega Kakak udah tahu sesuai harapan hati kecilnya
"Yah ok, kalian orang tua kandungku dan tante yang mengandung dan melahirkanku dan om Billy ayah kandungku tapi kakak gak bisa ikut kalian karna kakak juga udah punya mamah papah adik-adik dan keluarga besar disini, kakak gak akan bertanya alasab kalian dulu dan gak akan menyalahkan kalian juga gak bencin kalian seperti yang kakek ajarkan bagaimanapun kalian orangtua kandung dan anak gak boleh dendam dan benci sam orangtua dan kakak gak dendam dan gak benci, kakak juga sayang sama kalian karna kalian adalah tante dan om kakak dan karna kalian kakak bisa bertemu mamah dan bisa sama mamahku saat ini jadi kakak gak bisa benci sama kalian dan kakak berterima kasih sudah mau mengandung dan melahirkan kakak dan mempertemukan kakak dengan mamah dan keluarga besar kakak disini.."Kakak bersikap dewasa seperti yang diajarkan pak Akbar dan Aska
"Bagi kakak kalian om dan tante, yang akan selalu kakak sayang dan maafin kakak gak bisa ikut kalian karna kakak udah punya keluarga yang sayang sama kakak dan mamah terhebat yang berjuang dan berkorban buat kakak, kakak sangat bahagia bersama mamah dan adik-adik disini bersama keluarga besar.. kaka gak mau pisah sama mereka, kakak gak bisa hidup tanpa mamah,kakak sayang sekali sama mamah dan adik-adik disini.. "kakak menangis dan memeluk Aqilla yang juda menangis dan keluarga besarpun ikut menangis bahagis
"Ibu dan ayah gak maksa kakak untuk tinggal bersama kami karna ibu tau kamu gak bisa tanpa mamahmu, sejak kecilpun ibu tau gak bisa tanpa mba Aqilla, ibu dan ayah udah cukup bahagia melihat kaka bahagia dan mau menerima kami orangtua kandung kaka dan tidak benci sama kami itu udah cukup buat kami, dan kami selalu terbuka buat kaka dan keluarga besar kaka dirumah kami dan dihati kami ka.. "Nisa bahagia dan bernafas lega
"Ka mainlah sekali-kali kerumah ayah dan ibu dan disanq juga banyak keluarga besar menanti kakak dan ingin bertemu kaka, kami juga sangat sayang sama kakak.. "Billy yag sebenarnya ingin Kakak ikut bersamanya
"Kalo mamah mengijinkan dan perginya sama mamah dan papah kakak juga pasti ikut main kerumah tante dan om tapi saat ini kakak mau ujian dan harus belajar gak boleh bolos yah pah.. "Kakak bersandar dibahu Aska
"Iya dong gak boleh bolos kan mau jadi dokter Evelin yang hebat.. "Aska mengusap lembut wajah kakak dan mencium keningnya penuh sayang
__ADS_1
"Iya gak pa-pa, setelah itu kan libur sekolah dan kakak ajak mamah, papah dan keluarga besar main kerumah kita, kakekmu juga punya pesawat pribadi bisa ****** kalian kapanpun kalian akan datang.. "Billy berharap anaknya akan main kerumah
"Iya om kapan-kapan aja yah sama mamah papah kalo mereka mau kesana.."Kakak mengangguk
"Sayaang panggil mereka ibu dan ayah, mereka kan orangtua kandungmu.. "Aska pada putrinya
"Mereka memang yang melahirkan kakak pah, tapi mamahku dan papahku cuma kalian dan mereka kan tante dan om kakak.. "Kakak masih belum mau memanggil mereka ayah dan ibu
"Kakak mereka akan sedih kalo kakak gitu, papah gak ajarin gitu kan..? gak boleh nyakiti hati siapapun kita harus banyak menolong sesama dan menghargai sesama.."Aska mengingatkan
"Iya kakak ingat semua yang papah mamah ajarkan dan kakak juga gak benci mereka, itu artinya kaka gak menyakiti mereka pah.. "kaka menekan suaranya
"Sayaang bukan itu yang papah maksu.. "Aska menepuk jidadnya sendiri
"Gak pa-pa mas, kaka benar udah mau menerima kami saja, kami udah sangat bahagia baik dipanggil tante atau ibu sama saja yang penting kaka sayang dan tidak benci sama tante dan om.. "Nisa bisa mengerti
"Tuh kan pah, tante gak sakit hati dan gak marah.. papah aja berlebihan dan berfikir negatif awas nanti cepat tua dan mamah masih cantik sama sepertiku.. "Kakak buat semua tertawa
"Kamu masih kecil udah ngajarin papah yah, mamah kamu meski papah keriputpu akan tetap sayang dan cinta sama papah.."Aska merangkul dan mencubit hidung kakak Evelin
"Siapa bilang..?mana ada wanita cantik suka sama pria keriput dan tua.. aq pun mikir berulang kali lah.. "Aqilla buat mereke terkekeh
"Rasain tuh pah, makanya tuh jangan suka motong uang jajan anaknya.."Kakak memeluk mamahnya
"Apa hubungannya dengan uang jajan, kalo anak salah harus dihukum tidak kamu dan juga adik-adikmu.. "Aska mencubit lagi hidung kakak
"Kaka... kaka..hik.. hik.. "Dedek Alina digandeng bibi menangis turun dari tangga
"Tuh dedek kamu nangis ka, samperin dia pasti bangun nyariin kamu.. "kata pak Akbar
"Iya kek, biasa aq dedek tidur aq masih disampingnya dan meluk dia.."Kaka bangun dan berlari menghampiri kedua adiknya
"Kaka pergi kemana sih, dedek ditinggal.. hik.. hik.. "dedek Alina nangis dan dipeluk kaka Evelin
"Ya maafin kaka yah, kaka janji gak pergi ninggalin dedek saat dedek tidur.. "Kakak menenangkan adiknya
__ADS_1
"Udah jangan nangis, kakak bikinin susu buat kalian yah, kalian haus kan.. "Kakak tau kebiasan kedua adiknya
"Kaka aq mau yang coklat.."Aksa mengikuti kakanya yang sedang menggandeng Dedek Alina
"Yah dek.. "Kaka sabar dan sayang membuat mereka yang berkumpul menatap kakak beradik terharu dengan kedekatan mereka.
"Mba mereka sangat dekat dan gak mau jauh dari kakaknya.. "Nisa masih melihat kedekatan mereka
"Yah mereka tidak bisa saling jauh selalu bersama, kalo kaka yang gak pulang-pulang dedek yang selalu bikin pusing minta cariin minta telfon minta nyusul kaka dan sebaliknya kalo adik-adiknya main..kakak juga merengek minta adik-adiknya dijemput gak boleh main tanpa kakaknya, kadang mamah papah yang pusing menuruti mereka.."Mamah Maria mau meceritakan
"Dedek beri salam dan cium tangan sama tante dan om, dan kalian main sama anak-anak tante dikamar tamu.. "minta Aqilla pada sikembar
"Kakak Aksa jadi gembul gini yah, bulet kaya bola.. "Billy menggoda Aksa
"Iya tuh om, gak bisa lari.. masih kalah larinya sama dedek.."Dedek Alina mengejek
"Tapi kaka yang paling pintar dan tampan kan disekolah.. "Aksa membalas balik dan buat mereka tertawa.
"Mumpung kita kumpul kita makan makan malam bersama dan bikin bakaran aja ya mba Rahayu.. "Tanya mamah Aska pada ibu Edo
"Yah itu bagus tadi aq lihat de Ana bawa ikan.."ibu Rahayu pada ibu Ana
"Ya mba aq bawa ikan udang dan kepiting kesukaan anak-anak.."ibu Ana berjalan menuju dapur
"Asyik kita makan enak dong mba.. "Nisa pada adik-adik Edo yang duduk disampinya
"Iya dong de, kita kedapur bantu ibu masak.."Kata Eva adik Edo
"Yah ayo kita kedapur.. "Aqilla mengajak adik kandungnya Alisa
"Ayah buat apinya dulu.. "Ayah Pram ayah Aqilla
"Ya yah.. aq bantu.."Aska pada ayah mertuanya
"Ya aq juga ikuta mas.. "Billy
__ADS_1
Mereka berkumpul bersama dan makan bersama penuh canda tawa dan bom waktu yang membuat Aqilla selama ini pun telah meledak dan tidak ada satu orangpun yang terluka, mereka semakin erat dan membetuk keluarga besar. Aqilla berlapang dada menerima Nisa dan Billy sebagai orangtua kandung Evelin ,dan Evelin meneri mereka sebagai orangtua kandungnya meski masih belum bisa memanggil mereka ayah dan ibu sebaliknya Nisa dan Billy juga menerima keputusan Evelin dan meraka hidup bahagia tanpa tekanan dan berdampingan saling mendukung.
The and(cerita berakhir dengan kebahagiaan)