
Setelah bulan madunya di Bali kini Aqilla sibuk kerja lagi diantar jemput suaminya yang belum kerja karna tawaran om nya dia tolak karna gak mau berurusa dengan Mutia,dan dikapal Aqilla yang gak mau ditinggal.
"Yaang bangun katanya masuk pagi..ini udah siang.."Edo membangunkan istrinya
"ya mas.."Aqilla berjalan kekamar mandi
"pake rok apa celana panjang yaang..mau aq setrika dulu ini..:"tanya Edo yang tiap hari melayani istrinya dari membangunkan,baju yang dipakai,makanan dan memakaikan sepatu dan mengantar jemput Aqilla.
"pake rok aja sama kemeja merah pendek.."jawab Aqilla dalam kamar mandi dan Edo membawa kemeja merah dan rok yang akan dikapai istrinya disetrika didekat ruang keluarga.
"mas apa istrimu gak bisa apa2 sampe nyetrika aja mas Edo yang nyetrika..?"Evi yang geram melihat kakanya melayani istrinya
"bisa tapi daripada mas gak ngapa2in lagian mas lagi nganggur.."jawab Edo tenang
"suamiku juga nganggur tapinaq nyuruh2 suami melakukan ini itu.."Evi yang merasa kakanya jadi pembantunya Aqilla
"ini kemaun mas bukan Aqilla yang nyuruh.."Edo masih menggosok
"Vi kamu jangan ganggu kakamu..suami istri saling bantu..ayahmu aja cuci baju..cuci piring..kamu gak liat.."ibunya yang gak suka Evi selalu menjelekan Aqilla.
"karna dia iri bu..suaminya pulang malam nglayap bangun siang gak pernah dibantu apa lagi diperhatikan.."Edo membuat Evi sewot dan Evi pergi,Edo dan ibunya tertawa.
"kamu tuh Do suka buat adikmu kesal.."Ibunya menepuk bahu Edo yang sedang menggosok
"Evi suka ikut campur rumah tanggaku,omongannya pedas sama istriku..meski Aqilla gak ngomong bu sama Edo,tapi Edo tau..keluar kamar senang ceria..masuk kamar sedih kadang nangis..aq masih cukup sabar istriku dibuat sedih..karna dia adikku,tapi lama2 hatiku ikut sakit liat istri sedih.."Edo yang sering liat Aqilla gak bahagia
"ibu udah ingatkan adikmu..tapi merek bukan anak kecil yang nurut sama ibu..ibu juga lelah kalo harus ngomong terus.."ibunya sedih karna anak perempuan gak bisa akur dengan istri Edo
"Aqilla minta pindah bu,kerumah mertuaku..tapi aq malu belum kerja..tapi kasian juga lama2 disini istriku gak betah dengan sikap adik2ku.."Edo juga merasa jadi beban karna belum kerja
"Do ini rumahmu kamu yang buat ini..kamu gak usah pindah..ibu masih bisa bantu kamu dan istrimu..istrimu juga pengertian..kemarin ibu dibelanjaain bahan makanan dan dikasih uang Do..ibu nolak malah Aqillanya pergi menjauhi ibu.."ibu memuji Aqilla
"Aqilla bukan tipe cewe kaya anak perempuan ibu..suka ngomong pamer atau ngrumpi..dia lebih pendiam tapi perhatian.."Edo yang tau sifat2 istrinya
"Dia juga belanja buat Evi buat anaknya tapi bukanya terima kasih malah dikatain bahannya jelek panas..bikin Aqilla sedih.."Edo menceritakan kejelekan Evi pada ibunya
"iya ibu juga bingung mereka gak bisa akur.."ibunya menggelengkan kepalanya.
Aqila masuk dengan membawa baju Aqilla yang udah digosok dan membatu Aqilla memakainya.
__ADS_1
"lama banget mas..?"tanya Aqilla yang udah cantik dan pake cosmetik
"tadi diajak ibu ngobrol..ibu bilang kamu belanjain ibu dan kasih uang buat ibu.."Edo mengancingkan kemeja Aqilla
"ya kemarin belanja ditoko sebelah,aq kan baru gajian..mas Edo coba buka dompetnya.."Aqilla yang gak mau dompet suaminya kosong
"buat apa..gak ada isinya..kan udah di ATM apa kamu butuh..kamu bisa ambil..Uangku juga uangmu yaang.."Edo lupa kalo dompetnya dicelana kotornya
" aq gak butuh mas..biar diATM aja buat bikin rumah kita..aq hanya pengin liat aja.."Aqilla yang pengin cepat pindah
"yaang dompetku di celana kotor..aq lupa.."Edo keluar dan Aqilla mengikutinya
Edo mengacak2 baju kotornya dan satu persatu dimasukin mesin cucinya dan ketemu dompetnya yang jatuh dibawah disamping ember.Aqilla mengambilanya dan memeriksanya.
"mba gak sopan banget mengecek dompet suami..gak percaya sama suami sendiri.."sindir Evi yang selalu menyakitkan Aqilla tapi dia hanya diam aja
"diam kamu Vi tadi dompet mas ilang...mba Aqilla yang liat dulu,dia yang ngambil..!"bentak Edo sama Evi
"Yaang duduk makan dulu..sini aq suapin...nanti aq cuci baju setelah antar kamu "Edo yang selalu memanjakan istrinya
"Mas dia bukan bayi yang harus disuapin..dan dia juga bisa sebelum berangkat kerja..dia bukan ratu yang bangun siang dan minta dilayani.."kata Evi membuat luka laki dihati Aqilla
"kamu bisa diam gak Vi gak usah ikut campur rumah tanggaku..kamu selalu nyakiti perasaan istri mas Edo..istri mas Edo salah apa sama kamu..kamu liat ini dompet kaka yang kosong diisi uang sama Aqilla tapi kamu tuduh gak2..kamu yang lebih tua tapi kamu yang kekanak2kan..!"bentak Edo dengan mbanting gelas dihadapan Evi dan pergi kekamarnya
"Aqilla salah apa sama kamu..kamu selalu bikin masalah sama kaka ipar kamu..ibu gak suka kamu kaya gini terus..apa pergi aja dari rumah ini..sana kamu ikut suamimu.."ibunya yang kesal dengan sifat Evi
"ibu selalu belain Aqilla..dia buat mas Edo kaya pembantu.."Evi masih menyalahkan Aqilla
"Plaaakk!"ibunya menampar Evi dan Evi menangis dan pergi kekamarnya menghubungi Mutia dan mereka bertemu.
Perut yang udah memasuki bulannya tapi Evi lebih milih pergi jalan sama Mutia dan curhat yang terjadi dirumahnya. Setelah curhat belanja hingga sore Mutia pamit sama Evi dan meninggalkan dia didepan supermarket. Tiba2 perut Evi mules dan sakit dia duduk dikursi semula dan menahannya.
"ah sakit sekali aq udah gak tahan..aq hubungi siapa tanganku lemas.."Evi kesakita
"mba kenapa..mba mau lairan.."Aqilla yang melintas melihat Evi kesakitan sendirian
"aq mau lahiran mba..cepat bawa aq kerumah sakit.."minta Evi dan Aqilla lihat Evi berdarah dan Aqilla merasa mual tapi menahannya dan memanggil grab membawa Evi,dan Aqill membuntuti dibelakang.
Setelah sampai Aqilla meminta suster menolong Evi.Suster membawa Evi keruangan bersalin dan karna pendarahan membuat Evi kekurangan darah.
__ADS_1
"Anda keluargnya.."tanyan dokter
"ya bu saya kaka iparnya.."jawab Aqilla cemas
"pasien kekurangan darah dan darahnya B dan juga segera dioprasi dan urus biayanya dulu.."kata dokter
"ya dok saya udah urus biayanya..dan darahku B dok..ambil darahku.."Aqilla mendonorkan daranya karna Aqilla takut darah setelah donor darah Aqilla pingsan.
Edo menunggu Aqilla gelisah apalagi hujan karna dia masuk pagi harusnya sore udah pulang tapi sampe habis magrib belum juga pulang,HP Aqilla berbunyi terus dan karna dia pingsan dan perlu pendamping suster mengangkat Hpnya.
"maaf apa ini keluarga pemilik Hp ini.."tanya suster setelah mengangkat telpon Aqilla
"aq suami pemilik Hp ini"jawab Edo khawatir
"istri anda saat ini dirumah sakit pingsan dan belum sadar dan sebaiknya anda kesini..?"suster minta Edo datang
Edo menyalakan mobil ayahnya dan pergi bersama ibu dan ayahnya kerumah sakit. Dan mereka juga khawatir sama Evi dan suami yang mencarinya. Setelah sampai Edo menanyakan keadaan istrinya.
"Maaf mba aq Edo istriku disini pingsan dia dimana kenapa bisa pingsan..?"tanya Edo panik dan ibunya mengusap bahu untuk Edo
"istri anda tadi membawa adik iparnya yang mau melahirkam dan karna pendarahan adik iparnya kekuarangan darah dan kebetulan istri anda sama jadi mendonorkan darahnya tapi setelah donor darah pingsan."suster memberitahu Edo dan kedua orang tuanya
"dimana istriku dan adiku..?"tanya Edo lagi masih cemas
"istri anda diruang melati dan adik and sedang dioprasi.."jawab suster
"oprasi sus..biayanya..?"tanya ibu karna takut biayanya besar dan suami Evi gak kerja
"udah dibayar sama istri mas ini.."jawab suster
"sering disakitin masih mau bantu Evi.."ayahnya yang bangga punya mantu Aqilla.
"bu dan ayah nunggu Evi ..Edo nemenin Aqilla,"pinta Edo
Edo berlari masuk kedalam ruang dan Aqilla yang udah sadar dan duduk diranjang sambil melamun.
"sayang..kamu gak pa2 kan..kamu pucat banget..kenapa gak hubungi mas Edo..?"Edo memeluk dan mencium istriny
"mas Evi dioprasi..giman dia..?"tanya Aqilla khawatir
__ADS_1
"belu selesai oprasinya yaang,kamu udah tau takut darah masih mau donor darah..kamu bisa hubungi mas dan mas keluarga bisa donor kan..jadi kamu gak kaya gini.."Edo gak tega melihat istrinya pucat dan lemah.