Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pengobatan 2


__ADS_3

Pengobatan hari kedua Aqila didampingi Aska yang sangat khawatir dengan yang akan dialami Aqilla, karna hari pertama Aqilla pengobatan sudah buat Aska khawatir dengan keadaan Aaqilla yang lemah pucat dan lemas.


"Sayaang kamu yakin? kamu tidak akan sakit lagi seperti kemarin..?"Aska sebelum masuk rumah Bani


"Ya saya yakin..aq gak mau begini terus aq mau sembuh.."Aska memeluk Aqilla dan masuk kerumah Bani yang udah menunggu


"Kalian tau tidak aq merasa aneh dan tak menyangka..Dokter bedah yang bergelut dengan darah menikah denganmu yang takut darah..seperti Bumi dan langit..ha..ha.."Bani heran dan tawa


"Tidak ada yang tidak mungkin dengan kuasa Tuhan Ban.."kata Aska


"Ya setuju..bawa istrimu kemeja makanku Ka.."Kata Bani yang udah menyiapkan darah dimangkuk


"Dudukla cantik..dan makan hidangan kami.."Bani yang menghidangkan makanan serba merah dan meletakan.darah dimangkuk disaping makanan


"Untuk apa darah disini.."Aqilla menutup hidungnya


"Kamu makan sambil lihat dan cium bau darah ini..sangat enak bukan seperti saus pedas.."kata Bani tersenyum


"Lepas tanganmu dan coba makan dan menahannya..dengan begini sedikit2 demi sedikit akan terbiasa dengan baunya.."Bani menjelaskan


"Makan yaang sedikit sedikit.."Aska mendekati Aqilla dan Aqilla melepaskan tangannya dan mencicipi makanan serba merah dengan menatap darah yang buat berkeringat dingin dan meras lemas dan aneh diperut tapi dia menahannya.


"Hueek heukk..huek"Aqilla tidak tahan


"Udah muntahnya..ulangi lagi makan.."minta Bani dan Aqilla duduk dan makan lagi


"Hueek..huek.."aAqilla lari lagi dan mutah2


"Ulang lagi.."kata Bani dan Aqilla kembali muntah sampai dia lemas


"Hueekn..huekk"kembali muntah dan keringat dingin


"Lagi.."minta Bany


"Ban cukup istriku sangat lemas gak bertenaga..aq gak tega Ban.."minta Aska


"Lagi..makanlah.."Bani keras gak mau dengar dan Aqilla makan dan bisa menelanya dan makan lagi menahan mutahnya..


"Gleek..glekk."Aqilla minum teh hangat dan makan kembali hingga dipiring habis


"Habis.."Aqilla tersenyum bisa lulus


"Bagus..sekarang cium bau darah itu dekatkan darah itu perlahan dihidungmu.."minta Bani


"Ban kamu gila..istriku udah berusaha makan habis itu udah bagus..kamu mau buat dia mutah lagi.."Aska khawatir dan gelisah didekat Bani


"Kita lihat aja Ka..semangat sembuh sangat kuat dan perubahan dia sangat cepat itu bagus.."Kata Bani lirih

__ADS_1


"Cium dekatkan kehidungmu.."Mintanya dan Aqilla mendekatkan hidungnya belum dekat udah tercium buat aqilla memutahkan yang tadi dia makan yang berwarna merah.


"Hueek hueek.huekk."Aqilla.mutah dan melihat mutahannya merah


"Hii..hiii"Aqilla jijik dan merinding dan meloncat mengambil air dan menyiram mutahannya yang merah dipencucian piring buat Bani tertawa dengan tingkah Aqilla


"Ha..ha..ha.."Bani tertawa karna melihat Aqilla baginya lucu


"Kamu gila..istriku sedang kesulitan kamu tertawa.."Aska kesal


"Lucu Ka..ekpresi dan tingkah istrimu buat aq geli.."Bani masih tertawa


"Aq gak mau lagi.."Aqilla mengusap mulutnya


"Gak..kamu harus mengulang sampai kamu gak mutah.


Aqilla mengulang lagi dan lagi hampir tujuh kali bolak balik kepencucian piring Bani muntah hingga kini dia duduk lemas dan mecium bau darah terbiasa dan tak bisa lagi mutah.


"Udah gak mual kan nyium baunya..Sekarang lebih dekat lagi dihidungmu.."minta Bani


"Sedekat ini.."Aqilla mendekatkan


"Tahan tetap seperti itu hirup baunya..aq menghitungnya.."Bani mulai menghitung awal sampai lima


"Lagi..8 9 10 11 12 13" Bani menghitung Aqilla lari lagi dan mengulang sampai Bani menghitung sampai 100


"Aq lemas gak ada tenaga lagi.."Aqilla menjatuhkan badanya pada dada Aska


"Aq akan mengangkatmu sayaang kita pulang.."Aska mengangkat tubuh Aqilla dan membawa dia kemobil dan pulang.


Mereka kembali kerumah dan merebahkan Aqilla yang lemah lemas,semalaman Aska menjaga Aqilla yang badannya panas,dia merawat mengimpus dan mengobati Aqilla dengan baik dan selalu menatap wajah cantik Aqilla yang putih mulus dan pucat.


"Ka tidurlah..aq udah berkali2 tidur tapi kamu belum tidur..udah hampir pagi..aq udah baik gak pa2.."Aqilla yang juga cemas dengan kesehatan Aska


"Sayaang aq takut sekali,aq khawatir dengan kesehatan mu kita hentikan pengobatannya..aq menerimamu apa adanya dengan segala kekurangan mu..aq gak mau kamu kenapa2.."Aska meneteskan air mata


"Kita coba sekali lagi..setelah aq sehat,jika hasilnya sama kita hentikan..aq ingin seperti yang lain yang tidak menyusahkan kamu aq udah dosa sama ibu adiku dan suamiku yang dulu dengan mencuci kotoranku,aq gak mau dosa lagi..menyusahkanmu.."Aqilla menangis


"Sayang kamu tidak dosa..ini bukan mau mu ini juga dari yang kuasa..kamu bisa berbakti dan minta maaf dengan cara lain.."Aska menenangkan hati Aqilla yang merasa dirinya berdosa


"Kamu jadi anak yang baik pada orangtuamu dan mereka bangga padamu..dan adikmu dia melakukan baktinya pada mu karna kamu juga selalu mementingkan adikmu dan suamimu kamu wanita yang setia meski kamu tau kekurangan suami gak bisa kasih kamu anak,hubungan suami istri gak bisa memuaskanmu,kamu jadi tulang punggung dan setia sama suami dan mau menerima Evelin itu semua buat bangga laki2 yang ada disisimu sayaang..kamu wanita yang pantas dibanggakan..aq bahagia kamu mau menerimaku..aq sangat mencintai kamu.."Aska meringankan tekanan hati Aqilla yang merasa bersalah dan berdosa


"Jangan menangis lagi kalo kamu mau terapi lagi aq akan mendampingimu tapi setelah kamu sehat dan jika kamu panas dan sakit seperti ini lagi..kita sudahi..Aq mau kamu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu aq tidak akan keberatan ataupun menyalahkanmu..percaya sayangi aq dan setialah padaku seperti kamu dengan suamimu yang dulu menerima suamimu apa adanya..aq juga minta kamu menerimaku apa adanya "Aska bangga pada pengorbanan Aqilla


"Sini tidurlah disampingku.."Aqila meminta Aska merebahkan dirinya disamping Aqilla karna Aska duduk sejak semalam merawat Aqilla yang panas


"Ya sayaang "Aqilla memeluk Aska dan tak lama Aska tidur.

__ADS_1


Aqilla sengaja tidak membangunkan Aqilla karna dia juga gak ada jadwaal kerumah sakit dan semalaman menjaga dan merawat Aqilla. Aqilla memasak kesukaan Aska sop iga dan sambal bawang dan goreng tempe. Setiap kali Aqilla masak itu direstoran Fitri yang biasa dipesan Aska membuat Aqila paham yang disukai Aska dengan teh anget tawar.


"Sayaang aq gak dibangunin.."Aska bangun dan udah wangi habis mandi


"Gak tega aq..semalaman kamu jaga dan merawat aq..sampe aq sehat..dan inj hadiahnya makanlah.."Aqilla menyodorkan sopnya sambat dan tempe goreng plus tehh anget


"Sayang kamu tau makanan kesukaanku.."Aska langsung menyantapnya


"Semua orang juga akan tau kalo kamu pesan itu dan itu lagi.."Aqilla mengingatnya


"Yah karna aq pesan ini pertama kamu yang masak dan rasanya enak jadi aq suka..mamah aja gak bisa masak,rasanya beda.."Aska dengan lahap


"Sayaang kalian makan yah..ini sop enak gak pedas..ayo cicipi atau mamah suapin kalian..Alfa sama Efelin.."kata Aqilla menghampiri anak2nya


"Suapin mah.."minta Alfa yang makin dekat dan buat Aska tersenyum


"Sini mamah suapin matiin dulu Hpnya..makan dulu nanti baru main game lagi.."Aqilla mengambil Hp mereka dan mereka mengangguk


"Enak..lagi mah.."Alfa dan Evelin minta tambah


"Iya sayaang biar cepat besar.."Aqilla mengambil kuah sop nya


"Alfa juga suka sam seperti papah yah..bunda besok2 masak sop..Alfa bilang yah..biar makannya banyak.."Aqilla senang anak2 juga suka


"Bunda masaknya gak enak.."Kata Alfa membuat Alfa tersenyum karna dia juga gak suka masakannya dulu


"Jangan bilang begitu..masakan bunda dengan cinta pasti enak..dan bikin kenyang.."jawab Aqilla


"Ini berarti Cinta luar biasa sangat besar sampai tak ternilai makannya seenak ini.."kata Aska menggoda Aqilla


"Tentu saja..dan khusus buat anak2ku.."Aqilla suka memasak


"Papahnya gak nih.."godannya lagi


"Kalo papahnya spesial.."bisik Aqilla ditelinga Aska dan membuat Aska ingin secepatnya menikah.


Aska masuk dalam kamarnya dan menghubungi orangtuanya dan menanyakan kesiapan acara pesta pernikahannya yang hampir 70 persen sudah disiapkan.


"Gimana mah..apa udah ada persiapannya untuk pestanya..?"tanya Aska mengeceknya


"Udah 70 persen..kapan kamu pulang mamah udah bilang sama keluarga dan undangan juga udah disebar tapi apa ini pengantinya belum ada disini..bikin mamah gugup tau ga.."mamah cemas


"Iya mah dua hari lagi sebelum Hari aq udah pulang mah"jawab Aska bahagia


"Mah jangan ada yang kasih tau Aqilla ini kejutan buat dia.."Minta Aska


"Yah..mamah udah bilang pada semuanya.."Mamah janji.

__ADS_1


Aska tak sabar lagi dengan hari H akad nikahnya dan Aqilla resmi jadi miliknya seutuhnya.


__ADS_2